RSS
 

Archive for the ‘Kepemimpinan’ Category

KEPEMIMPINAN DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN MANAJERIAL

23 Dec

Karakter Manajer dan Karakter Pemimpin

 

KARAKTERISTIK PEMIMPIN

Semua pekerjaan baik itu besar maupun kecil harus dilakukan oleh orang yang tepat, istilah populernya “the right man in the right place”. Rasulullah SAW beberapa abad yang lampau telah mengingatkan “Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (tidak memiliki kapasitas untuk mengembannya), maka tunggulah saat kehancurannya” (H.R. Bukhari bab Ilmu).

Terlebih lagi urusan pemimpin yang memegang kendali terhadap apa yang dipimpinnya. Dalam hal ini pemimpin perusahaan yang ditangannya terletak masa depan perusahaan dan seluruh pihak yang merupakan stake holders perusahaan tersebut. Kepemimpinan sebagai salah satu penentu arah dan tujuan organisasi harus mampu menyikapi perkembangan zaman. Pemimpin yang tidak dapat mengantisipasi dunia yang sedang berubah ini, atau setidaknya tidak memberikan respon, besar kemungkinan akan memasukkan organisasinya dalam situasi stagnasi dan akhirnya mengalami keruntuhan.

Seorang pemimpin perusahaan yang ideal haruslah seorang yang mempunya kapabilitas dan profesionalitas agar dapat memimpin dengan manajemen dan sistem yang baik. Sudah begitu banyak buku manajemen dan psikologi yang ditulis oleh para ahli yang mencoba merumuskan karakteristik dari pemimpin perusahaan yang tangguh dan efektif. Dua buku yang paling populer membahas tentang ini adalah The 7 Habits of Highly Effective Person (Stephen R Covey : 1989) dan Managing People is like Herding Cats (Warren Bennis : 1997)

selengkapnya: makalah kepemimpinan

 
 

PERANAN KEPEMIMPINAN

23 Dec

Latar Belakang

Kepemimpinan adalah adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan. Dalam pengertian lain kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.

       Dalam sebuah organisasi atau instansi, peran kepemimpinan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap terciptanya efektivitas kerja. Bahkan sekarang ini bisa dikatakan bahwa kemajuan yang dicapai dan kemunduran yang dialami oleh suatu instansi, sangat ditentukan oleh peranan pemimpinnya yang dapat dilihat dari gaya kepemimpinannya. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai efektivitas kerja. Jika seorang pemimpin mampu mengaplikasikan kepemimpinan yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, maka para pegawai pun akan dapat bekerja dengan nyaman dan semangat yang tinggi

selengkapnya: PERAN KEPEMIMPINAN

 
 

Kepemimpinan dan Karakteristik Pekerjaan Manajerial

17 Dec

PEMBAHASAN

 

2.1 Pola Kegiatan dalam Pekerjaan Manajerial

Para peneliti menggunakan metode deskriptif seperti observasi langsung, laporan dan wawancara. Para peneliti berusaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan seperti berapa banyak waktu yang digunakan manajer bagi dirinya sendiri atau berinteraksi dengan berbagai macam orang (seperti bawahan, rekan sejawat, atasan dan orang luar), seberapa sering

manajer menggunakan bentuk interaksi itu berlansung dan siapa yang memulainya.

1. Langkah Pekerjaan Adalah Cepat dan Selalu Meningkat

Penelitian tentang aktivitas menajerial ternyata berlawanan dengan konsepsi umum manajer sebagai orang yang secara cermat membuat perencanaan dan menyusunkegiatan kemudian duduk dikantornya sambil menunggu terjadinya pengecualian atas operasi normal yang membutuhkan perhatian mereka.

selengkapnya: Kepemimpinan dan Karakteristik Pekerjaan Manajerial

 
 

GAYA KEPEMIMPINAN DAN TINGKAT KEMATANGAN BAWAHAN

11 Dec

GAYA KEPEMIMPINAN DAN TINGKAT KEMATANGAN BAWAHAN

DEFINISI GAYA KEPEMIMPINAN

Istilah gaya secara kasar adalah sama dengan cara yang digunakan pemimpin di dalam mempengaruhi para pengikutnya.

Pada saat apapun jika seseorang berusaha untuk mempengaruhi perilaku orang lain, bahwa kegiatan semacam itu telah melibatkan seseorang ke dalam aktivitas kepemimpinan. Jika kepemimpinan tersebut terjadi dalam suatu organisasi tertentu, dan orang tadi perlu mengembangkan staf dan membangun iklim motivasi yang menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi, maka orang tersebut perlu memikirkan gaya kepemimpinannya.

Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat. Dalam hal ini usaha menyelaraskan presepsi di antara orang yang akan mempengaruhi perilaku dengan orang yang perilakunya akan dipengaruhi menjadi amat penting kedudukanya.

Selama bertahun-tahun ketika orang-orang membicarakan gaya kepemimpinan, mereka mengidentifikasikan dua kategori gaya yang ekstrem yakni: gaya kepemimpinan otokratis, dan gaya demokratis. Kepemimpinan ortokratis dipandang sebagai gaya yang didasarkan atas kekuatan posisi dan penggunaan otoritas. Sementara itu gaya kepemimpinan demokratis dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikutsertaan para pengikut dalam proses pemevahan masalah dan pengambilan keputusan. Tannenbaum dan Schmidt dalam artikel mereka yang dimuat dalam majalah Harvard Business Review: How to Choose a Leadership Pattern, berargumentasi bahwa gaya kepemimpinan otokrasi dan demokratis merupakan gaya kepemimpinan, oleh karenanya dapat didudukkan dalam suatu kontinum dari perilaku pemimpin yang sangat otokratis pada suatu ujung, sampai kepada perilaku pemimpin yang sangat demokratis pada ujung yang lain.

selengkapnya: GAYA KEPEMIMPINAN DAN TINGKAT KEMATANGAN BAWAHAN

 
 

KEPEMIMPINAN BERDASARKAN KECERDASAN EMOSI

03 Dec

ANATOMI-NEUROLOGI KEPEMIMPINAN

Pertimbangkan dampak anatomi persarafan kepemimpinan pada suatu saat genting rapat manajemen puncak sebuah perusahaan eceran besar. Berdasarkan data riset pemasaran, wakil presiden bagian pemasaran membuat keputusan yang buruk mengenai iklan berbiaya tinggi. Penggunaan humor dengan cerdas merupakan ciri khas kepemimpinan yang efektif. Ini tidak berarti bahwa Anda harus selalu menghindari konflik atau ketidaksepakatan. Tetapi pemimpin-pemimpin besar bisa mengira-ira kapan mengutarakan kekecewaan akan bermanfaat atau tidak bermanfaat. Jadi, pemimpin yang efektif  akan menggunakan humor dengan bebas, bahkan pada saat-saat menegangkan, dan mengirim pesan-pesan positif yang mengubah nada emosi yang melatar-belakangi suatu interaksi.

Empat Dimensi Kecerdasan Emosi

  • Kesadaran Diri

Kesadaran diri memiliki pengertian yang mendalam akan emosi diri, juga kekuatan dan keterbatasan diri, serta nilai-nilai dan motif-motif diri. Orang-orang yang memiliki kesadaran diri yang kuat adalah orang-orang yang realistis ia tidak terlalu mengkritik ataupun penuh harapan terhadap dirinya sendiri. Dan mereka jujurtentang dirinya sendiri kepada dirinya sendiri, bahkan bisa menertawakan kekurangan mereka sendiri.

Pemimpin yang sadar diri juga mengerti nilai, tujuan, dan impiannya. Mereka tahu ke mana arah mereka dan mengapa. Orang yang kurang memiliki kesadaran diri akan cenderung membuat keputusan yang memicu kekacauan di dalam dirinya dengan menginjak-injak nilai-nilai yang dipendamnya. Berikut adalah kemampuan bagaimana mengelola kesadaran diri:

selengkapnya: KEPEMIMPINAN BERDASARKAN KECERDASAN EMOSI

 
 

GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI UNTUK BERUBAH

03 Dec

GAYA KEPEMIMPINAN

Resonansi bukan hanya berakar pada suara hati yang baik atau kemampuan pemimpin untuk mengatakan sesuatu hal dengan benar tetapi juga pada sekumpulan kegiatan terkoordinasi yang tercakup dalam gaya kepemimpinan tertentu. Secara tipikal, pemimpin terbaik dan terfektif bertindak berdasarkan salah satu dari enam pendekatan kepemimpinan dan dengan terampil mengganti gaya, tergantung pada situasi.

 

Ringkasan Gaya Kepemimpinan

Visioner

  • Bagaimana gaya ini membangun resonansi: menggerakkan orang-orang ke arah impian bersama
  • Dampak terhadap iklim emosi: Paling positif
  • Kapan penggunaannya yang tepat: Ketika perubahan membutuhkan visi baru, atau ketika dibutuhkan arah yang jelas

Pembimbing

  • Bagaimana gaya ini membangun resonansi: menghubungkan apa yang diinginkan seseorang dengan sasaran organisasi
  • Dampak terhadap iklim emosi: sangat positif
  • Kapan penggunaannya yang tepat: ketika membantu karyawan memperbaiki kinerjanya dengan membangun kemampuan jangka panjang

Afiliatif

  • Bagaimana gaya ini membangun resonansi: menciptakan harmoni dengan saling menghubungkan orang-orang
  • Dampak terhadap iklim emosi: positif
  • Kapan penggunaannya yang tepat: ketika menengahi benturan dalam tim, memotivasi di saat-saat yang menekan, atau menguatkan hubungan

 

selengkapnya: GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI UNTUK BERUBAH

 
 

KEKUASAAN & PENGARUH

03 Dec

Pengertian Kekuasaan dan Pengaruh

A. Pengertian Kekuasaan

Pengertian Kekuasaan Menurut para Ahli

  • Max Weber, kekuasaan itu dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan yang membuat seorang actor didalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatanuntuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan.
  • Walter Nord, kekuasaan itu sebagai suatu kemampuan untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.
  • Miriam Budiardjo, kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk  mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku
  • Ramlan Surbakti, kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi.

 

Dengan demikian kita dapat membuat kesimpulan bahwa kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.

selengkapnya: KEPEMIMPINAN

 
 

Tingkat Kematangan Bawahan

25 Nov
  1.  Memahami Kematangan Bawahan

hhhhhfMenurut Hersey dan Blanchard kematangan bawahan adalah kemampuan dan kemauan pegawai dalam memikul tugas pekerjaan yang menjadi wewenang dan ditanggung jawabkan untuk mengarahkan perilakunya sendiri.

Kematangan pegawai terkait dengan dua aspek, yaitu :

-          Kemampuan Kerja Pegawai

Kematangan kerja pegawai yang tercakup dalam aspek kemampuan kerja pegawai

meliputi dua ranah yaitu ranah pengetahuan dan ranah keterampilan. Artinya, pegawai yang memiliki kematangan kerja yang tinggi dalam bidang tugas pekerjaan tertentu memiliki pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman untuk melaksanakan tugas pekerjaannya tersebut tanpa arahan orang lain (Blanchard, 1996: 56). Kemampuan kerja pegawai meliputi dua ranah, yaitu :

selengkapnya: Tingkat Kematangan Bawahan

 
 

PENDEKATAN DALAM STUDI KEPEMIMPINAN

19 Nov

PENDEKATAN DALAM STUDI KEPEMIMPINAN

Menurut Rost (1993), dikutip dari Safaria (2004), Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi di antara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya. Proses kepemimpinan juga melibatkan keinginan dan niat, keterlibatan yang aktif antara pemimpin dan pengikut untuk mancapai tujuan yang diinginkan bersama. Dengan demikian, baik pemimpin ataupun pengikut mengambil  tanggung  jawab  (personal responsibility)  pribadi  untuk  mencapai tujuan  bersama.  Sedangkan  menurut  Ivancevich,  Konopaske,  dan  Matteson (2006), menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk memfasilitasi pencapaian tujuan organisasi yang relevan menampilkan kepemimpinan tidak mengharuskan seseorang berada pada posisi pemimpin formal.

 

  1. C.    Pendekatan Perilaku

Pendekatan perilaku adalah perhatian utama dalam mengidentifikasi perilaku kepemimpinan yang efektif. Pendekatan ini muncul setelah pendekatan berdasarkan ciri ini menekankan pada sifat pemimpin seperti kepribadian, motivasi nilai, dan keterampilan mengalami kegagalan. Pendekatan perilaku pemimpin  menggunakan  waktunya  dan  pola  aktivitas,  tanggung  jawab  dan fungsi spesifik dari pekerjaan manajerial dan bagaimana para manajer menanggulangi permintaan, keterbatasan dan konflik peran dalam pekerjaan mereka yang berkombinasi menjadi konsep perilaku pemimpin yang merupakan deskripsi dari perilaku pemimpin  (Yukl, 2005).

selengkapnya: PENDEKATAN DALAM STUDI KEPEMIMPINAN

 
 

PENDEKATAN DALAM STUDI KEPEMIMPINAN

19 Oct

PENDEKATAN DALAM STUDI KEPEMIMPINAN

C. Pendekatan Perilaku

Menurut Rewansyah (2011: 126) pendekatan ini menitik beratkan kepada apa yang dikerjakan oleh seseorang pemimpin, atau mempelajari tingkah lakunya dalam menyikapi tuntutan situasi, termasuk harapan bawahan, pandangannya sendiri dan harapan pribadinya serta dengan cara menggunakan kepandaiannya dan pengalamannya .

Studi kepemimpinan dari lowa (Ronald Lippit & Ralp K. White) meneliti tingkah laku pemimpin dan mendapatkan tiga jenis tingkah laku yaitu (Rewansyah, 2011: 126):

  1. Tingkah laku otokrasi (Autocratic) yang lebih menekankan kepada tugas tanpa memandang manusiannya.
  2. Tingkah laku demokratis (Democratic) lebih cenderung kepada hubungan antar manusia.
  3. Tingkah laku tanpa kendali (Leizefires) yang cenderung memberi kebebasan kepada karyawan tanpa batas untuk melakukan apa yang diinginkan. Tidak ada kebijakan atas prosedur yang di tetapkan. Tidak seorangpun berusaha mempengaruhi orang lain,  sehingga tidak tampak suasana formal.

selngkapnya: Pendekatan dalam studi kepemimpinan (perilaku,situasional)