RSS
 

KEPEMIMPINAN BERDASARKAN KECERDASAN EMOSI

03 Dec

ANATOMI-NEUROLOGI KEPEMIMPINAN

Pertimbangkan dampak anatomi persarafan kepemimpinan pada suatu saat genting rapat manajemen puncak sebuah perusahaan eceran besar. Berdasarkan data riset pemasaran, wakil presiden bagian pemasaran membuat keputusan yang buruk mengenai iklan berbiaya tinggi. Penggunaan humor dengan cerdas merupakan ciri khas kepemimpinan yang efektif. Ini tidak berarti bahwa Anda harus selalu menghindari konflik atau ketidaksepakatan. Tetapi pemimpin-pemimpin besar bisa mengira-ira kapan mengutarakan kekecewaan akan bermanfaat atau tidak bermanfaat. Jadi, pemimpin yang efektif  akan menggunakan humor dengan bebas, bahkan pada saat-saat menegangkan, dan mengirim pesan-pesan positif yang mengubah nada emosi yang melatar-belakangi suatu interaksi.

Empat Dimensi Kecerdasan Emosi

  • Kesadaran Diri

Kesadaran diri memiliki pengertian yang mendalam akan emosi diri, juga kekuatan dan keterbatasan diri, serta nilai-nilai dan motif-motif diri. Orang-orang yang memiliki kesadaran diri yang kuat adalah orang-orang yang realistis ia tidak terlalu mengkritik ataupun penuh harapan terhadap dirinya sendiri. Dan mereka jujurtentang dirinya sendiri kepada dirinya sendiri, bahkan bisa menertawakan kekurangan mereka sendiri.

Pemimpin yang sadar diri juga mengerti nilai, tujuan, dan impiannya. Mereka tahu ke mana arah mereka dan mengapa. Orang yang kurang memiliki kesadaran diri akan cenderung membuat keputusan yang memicu kekacauan di dalam dirinya dengan menginjak-injak nilai-nilai yang dipendamnya. Berikut adalah kemampuan bagaimana mengelola kesadaran diri:

selengkapnya: KEPEMIMPINAN BERDASARKAN KECERDASAN EMOSI

 
 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Eva Soraya Agustina P.

    December 23, 2015 at 5:40 am

    Nama : Eva Soraya Agustina P.
    NIM : 135030200111086
    Kelas : Kepemimpinan / E

    seorang pemimpin yang baik perlu mengerti tentang kecerdasan emosi karena dalam memimpin membutuhkan kematangan secara emosi. karena seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi oarng lain (bawahannya) dan dituntut untuk mampu mengendalikan diri, lingkungan, dan menanggapi masalah yang ada. setiap individu seharusnya memiliki jiwa kepemimpinan, karena paling tidak ia akan memimpin dirinya sendiri. untuk dapat mengembangkan kecerdasan emosi dan mengasah jiwa kepemimpinannya, dapat dipelajari dengan mengikuti organisasi-organisasi.