RSS
 

Archive for December, 2014

Tingkat Kematangan Bawahan

24 Dec

Di dalam kepemimpinan tidak hanya bagaimana seseorang dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam praktiknya, seorang pemimpin juga dituntut untuk dapat melihat situasi yang terjadi terhadap bawahannya, bukan hanya mengenai tugas yang diberikan melainkan juga tingkat kematangan bawahan di dalam suatu kepemimpinan perlu mendapatkan perhatian dari seorang pemimpin. Seperti yang telah dijelaskan di dalam salah satu teori mengenai model kepemimpinan yakni teori kepemimpinan Situasional yang dikembangkan dikembangkan oleh Hersey dan Blanchard di mana keduanya menjelaskan dan menekankan lebih pada bagaimana kematangan bawahan berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan. Di dalam teori tersebut seorang pemimpin menilai bagaimana tingkat kematangan bawahannya yang selanjutnya dapat menggunakan gaya kepemimpinan sesuai dengan tingkat kematangannya tersebut. Dengan demikian akan diperoleh kepemimpinan yang efektif dan tujuan organisasi dapat lebih mudah dicapai. Hersey dan Blanchard telah mengidentifikasi jenis-jenis kematangan bawahan di mana akan dijelaskan lebih dalam di bab selanjutnya.

Makalah selengkapnya bisa dilihat di sini:Tingkat Kematangan Bawahan – Kepemimpinan kel 5

 
 

Pemogokan Dan Penutupan Perusahaan

23 Dec

Perkembangan industrialisasi dewasa ini telah mengakibatkan timbulnya revolusi sosial ekonomi. Di satu pihak perkembangan industrialisasi menimbulkan kemajuan ekonomi yang luar biasa, namun di lain pihak menimbulkan berbagai masalah baik di bidang sosial. Persaingan antar pengusaha untuk mendapatkan keuntungan yang besar telah menimbulkan kecenderungan bagi pengusaha untuk menekan buruh. Sebaliknya buruh sebagai pihak yang menggantungkan hidup pada upah berusaha untuk mendapatkan upah yang tinggi untuk memperjuangkan perbaikan kesejahteraan baik bagi diri si buruh sendiri, maupun bagi keluarganya. Permasalahan klasik, bahwa diantara dua pihak, pengusaha dan buruh, sejak awal memang terdapat perbedaan kepentingan yang sangat berbeda. Di pihak pengusaha yang ingin mendapatkan keuntungan sebesar- besarnya, namun dilain pihak buruh juga mempunyai tuntutan yaitu kesejahteraan. . Perbedaan kepentingan ini sangat berpotensi menjadi pemicu terjadinya perselisihan kepentingan  yang kadang-kadang terpaksa harus dituntut melalui pemogokan atau mogok kerja. Pemogokan dilakukan oleh pekerja untuk memperjuangkan tuntutannya kepada pengusaha. Pemogokan tidak hanya terjadi antara pekerja dan pengusaha, namun pemogokan pun bisa terjadi antara rakyat yang menuntut suatu keadilan terhadap pemerintah. Pemogokan menjadi suatu masalah sosial karena   pemogokan itu sendiri diawali oleh sebuah masalah yaitu perbedaan kepentingan dari dua pihak ataupun lebih, selain itu dengan adanya pemogokan tidak hanya berimbas pada pihak buruh dan pengusaha saja, namun masyarakat luas juga ikut merasakan dampak dari suatu pemogokan.

Makalah selengkapnya bisa dilihat di sini: Makalah Pemogokan dan Penutupan Perusahaan

 

Peran Kepemimpinan

22 Dec

Dalam kenyataan sehari-hari, peran pemimpin tidak pernah lepas dari pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi, mulai dari fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi, mulai dari organisasi Planning termasuk budgeting, Organizing, Staffing, Actuating or Leadership, Coordinating dan Controlling atau Evaluation. Akan tetapi, setiap perjalanan operasional suatu organisasi akan menemui kendala atau masalah akibat dinamika lingkungan Internal dan Eksternal organisasi. Untuk menyiasati situasi dan kondisi tersebut maka diperlukan seni memimpin yang cerdas untuk mencapai efektivitas kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif bagi pemimpin dalam melaksanakan peran pengendalian organisasi memiliki kontribusi besar bagi keberhasilan orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Seperti yang diajarkan oleh Sun-Tzu dan dijabarkan oleh Roger T. Ames (Ames, 2002 : 87) sebagai berikut.

“Komandan yang utuh mampu mencapai dan memelihara kendali terhadap situasi militer dengan cara analogis dengan kendali seorang penguasa yang handal terhadap situasi sipil dengan kendali seorang petani terhadap panennya : dengan pemahaman yang tuntas akan kondisi-kondisi yang menentukan situasinya dan memanipulasi terhadap keadaan-keadaan ini demi tujuannya : ia yang mengenal musuhnya dan dirinya sendiri tak akan pernah beresiko dalam status pertempuran”

Read the rest of this entry »

 
 

Gaya Kepemimpinan

22 Dec

Gaya kepemimpinan menunjuk pada perilaku yang ditampilkan oleh seorang pemimpin di hadapan orang orang yang di pimpin. Seperti akan dilihat pada uraian-uraian berikutnya, perilaku tersebut dapat berkaitan dengan perilaku komunikasi, pengambilan keputusan dan perilaku penggunakan power atau perilaku dalam mempengaruhiorang lain.

Sedangkan arti penting daripada gaya kepemimpinan dapat dilihat dari beberapa sudut. Misalnya dalam teori teori kepribadian, gaya atau perilaku akan menimbulkan citra. Etos adalah persepsi orang lain tentang seseorang (pemimpin) dalam mempengaruhi orang lain. Dalam teori komunikasi dikatakan bahwa etos merupakan alat persuasi yang paling ampuh (Ethos is strongest tool for persuasion).

Selanjutnya apabila memimpin (to lead) diartikan sebagai mempengaruhi orang lain (enfluence-ability) sangat dipengaruhi oleh “composite image” yang ditimbulkan oleh pelaku pemimpin. Berdasar uraian singkat dapat diambil kesimpulan tentang arti penting gaya kepemimpinan dalam khazanah kepemimpinan. Tentang hal ini tidak terdapat pemerintahan. Akan tetapi manakala ditanyakan “ Bagaimana kita harus bergaya sebagai pemimpin”, maka mulai kita berhadapan dengan beraneka ragam penjelasan. Sebagian berikut akan mencoba melihat beberapa di antara penjelasan tersebut.

Makalah selengkapnya bisa dilihat di sini : Gaya Kepemimpinan

 
 

INSTRUMENTASI PEMIMPIN DAN JENDELA JOHARI

22 Dec

Setiap pemimpin tentunya memiliki karakteristik tertentu agar dapat memimpin bawahannya dengan baik. Jangan lupa sebagai seorang pemimpin, komunikasi harus bisa menciptakan keselarasan interaksi antara seorang pemimpin dengan para bawahannya. Tim senantiasa mencerminkan pemimpinnya. Jangan lupa bahwa komunikasi yang baik bukanlah komunikasi satu arah. Komunikasi tidak boleh bersifat top-down atau bergaya diktator. Pemimpin terbaik akan mendengarkan,            mengajak, dan mendorong partisipasi anggota

Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self- awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita. Model yang diciptakan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955 ini berguna untuk        mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi. Joseph Luft dan Harrington Ingham, mengembangkan konsep Johari Window sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain   yang digambarkan sebagai sebuah jendela.

Read the rest of this entry »

 
 

Pelatihan

17 Dec

Pelatihan dan pengembangan sering kita dengar dalam dunia kerja di perusahaan, organisasi, lembaga, atau bahkan dalam instansi kesehatan. Hal ini dapat diasumsikan bahwa pelatihan dan pengembangan sangat penting bagi tenaga kerja untuk bekerja lebih menguasai dan lebih baik terhadap pekerjaan yang dijabat atau akan dijabat kedepan. Tidak terlalu jauh dalam instansi kesehatan, pelatihan dan pengembangan sering dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja para tenaga kesehatan yang dianggap belum mampu untuk mengemban pekerjaannya karena faktor perkembangan kebutuhan masyarakat dalarn kesehatan. Secara deskripsi tertentu potensi para pekerja kesehatan mungkin sudah memenuhi syarat administarasi pada pekerjaannya, tapi secara aktual para pekerja kesehatan harus mengikuti atau mengimbangi perkembangan dunia kesehatan sesuai dengan tugas yang dijabat atau yang akan dijabatnya. Hal ini yang mendorong pihak instansi kesehatan untuk memfasilitasi pelatihan dan pengembangan karir para tenaga kesehatan guna mendapatkan hasil kinerja yang baik, efektif dan efisien.

Makalah selengkapnya bisa dilihat di sini: PELATIHAN (I), KELOMPOK 2

 

 

Kepemimpinan dan Karakteristik Pekerjaan Manajerial

17 Dec

Seorang pemimpin yang menjalankan peran kepemimpinannya dalam berbagai lembaga pada dasarnya adalah seorang manajer. Ketika berposisi sebagai seorang manajer, ia dituntut untuk mampu mengelola dinamika kegiatan lembaga yang dipimpinnya dengan baik guna menunjang pencapaian tujuan. Dalam dinamika perannya selaku seorang manajer, ia dituntut untuk memahami dan lebih penting lagi melaksanakan pekerjaan manajerial, tak terkecuali tuntutan peran yang disyaratkan olehnya. Jika mengkaji masalah pekerjaan manajerial serta tuntutan peran yang harus dipenuhi di dalamnya, pemahaman tentang pola atau karakteristik khas yang ditampilkan perlu dimiliki. Bagi mereka yang mempunyai keinginan untuk menjadi seorang pemimpin dimana peran selaku seorang manajer melekat padanya, pemahaman tentang hal tersebut membantunya mempersiapkan diri untuk dapat memenuhi tuntutan peran yang disyaratkan nantinya.

Makalah selengkapnya bisa dilihat di sini: Kepemimpinan dan Karakteristik Pekerjaan Manajerial

 
 

Allah Menyembunyikan 6 hal dalam 6 Pekara

14 Dec

6 hal dalam 6 perkara

 
1 Comment

Posted in Pengajian

 

Kurikulum

12 Dec

Kurikulum

 

YAQIN

08 Dec

Yaqin…