RSS
 

Artikel-Artikel

29 Mar

“KAJIAN AWAL TENTANG MEMBANGUN SUMBERDAYA MANUSIA BERBASIS BAKAT”

“MEMBANGUN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DALAM ORGANISASI”

“KEPEMIMPINAN, BAGAIMANA SEHARUSNYA?”

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Nadiyah Muhana Sabitah

    September 23, 2015 at 7:38 am

    Nama : NadiyahMuhanaSabitah
    Nim : 135030207113009
    Kelas : Kepemimpinan / E

    Dalam artikel yang Bapak buat saya mendapatkan wawasan serta pengetahuan baru mengenai arti pemimpin yang seharusnya bisa diterapkan dalam pola organisasi secara umum. Sehingga pemikiran saya menjadi terbuka bahwa pemimpin sejati adalah pemimpin yang baik untuk dirinya dan manusia yang dipimpinnya.

    Dewasa ini keberadaan pemimpin yang berakarakter sangat dibutuhkan, ini karena karakte rmerupakan hal mendasar yang menjadi cirri khas serta perilaku yang menunjukkan tabiat seorang manusia.Dalam artikel yang bapak sampaikan saya tertarik dengan bahasan mengenai pola kepemimpinan di Negara religi. Dimana karakter religus pemimpinnya dapat terbentuk.Pemimpin religious berarti mampu menjaga kepemimpinannya sebagai amanah yang Tuhan berikan untuk di pertanggung jawabakan, sehingga tidak memandang jabatannya sebagai pencapaian yang hakiki atau kepentingan yang harus diperjuangkan.

    Religus yang saya tangkap disini berarti mampu mengaplikasikan ajaran-ajaran Tuhan sebagai pedoman gaya kepemimpinan seorang pemimpin.Ada beberapa kalimat yang saya kira menarik dalam artikel Bapak“sebagaimana fithrah manusia yang dicipta oleh Yang MahaKuasa sebagai khalifah di muka bumi,maka manusia sudah di stempel oleh Pencipta sebagai pemimpin di mukabumi, ia berarti siap mengorbankan apa saja demi fithrahnya. Sebagai khalifah ia memiliki peran memelihara, memanfaatkan dan memakmurkan isi semesta, termasuk manusia itu sendiri. “

    Dari kalmiat tersebut saya dapat menarik pemikirian bahwa pemimpin yang berpandangan bahwa dirinya khalifah atas fitrahnya sebagai seorang manusia mampu menjaga amanahnya dalam memakmurkan isi alam semesta,.Sehingga tidak ada kepentingan mengenai kemakmuran golongan tertentu, karena pemimpin religious mampu merangkul dan menumbuhkan kedamaian di lingkungannya tanpa merugikan pihak lain. Pun demikian, sebagai dasar terbentukknya seorang pemipin telah diciptakan dalam diri manusia yaitu amanah dalam fitrahnya menjadi khalifah di muka bumi.

     
  2. Fadhlir Rahman

    September 23, 2015 at 7:56 am

    apabila membicarakan tentang sosok pemimpin. maka kita dapat melihat terlebih dahulu apa permasalahan yang akan di hadapi. setelah itu kita dapat menentukan kriteria yang dibutuhkan oleh sosok pemimpin tersebut. di sisi lain pemimpin juga harus mengetahui sumber daya manusia yang dimiliki, karena dengan mengetahui semua itu pemimpin dapat memilih apa gaya kepemimpinan yang cocok untuk digunakan.

    dari semua gaya kepemimpinan saya menyarankan untuk memilih gaya kepemimpinan yang situasional. dikarenakan sebuah masalah ada yang dapat diprediksi dan ada pula yang tiba-tiba dapat bertambah kompleks.
    sehingga tidak semua permasalahan dapat dilimpahkan begitu saja terhadap yang dipimpin. karena ditakutkan akan merugikan organisasi tersebut sehingga tidak dapat mencapai tujuan organisasi yang sesungguhnya.

    selain itu turut andil dari orang-orang yang dipimpin itu sangat dibutuhkan, karena setiap permasalahan akan menjadi lebih mudah apabila dikerjakan secara bersama. maksud dari kata “bersama” di sini bukan berarti setiap tugas di kerjakan dengan banyak orang. melainkan setiap orang memiliki tugas pokok masing-masing sehingga di setiap lini permasalahan cepat terselesaikan.

    Nama : Fadhlir Rahman
    Nim : 135030218114010
    kelas : Kepemimpinan (kelas E) 2015

     
  3. Naufal Yafi Najy

    September 23, 2015 at 7:58 am

    kepemimpinan yang seharusnya adalah dapat memberikan arahan dan dorongan kepada bawahannya guna menyelarasan tujuan kelompok serta tidakan yang perlu diambil pemimpin dengan mendengar usulan atau ide-ide dari bawahan. Lalu dalam mengambil keputusan pemimpin harus memahami situsi serta kondisi dari kelompok serta lingkungan kelompok, hal tersebut berpengaruh terhadap keputusan yang diambil apakah akan melibatkan bawahan atau sepenuhnya dari pemimpin(otoriter). Dan yang terakhir adalah pemimpin lebih bisa memahai pekerjaan dari bawahannya sehingga dalam memberikan instruksi dan kebijakan yang diambil menyesuaikan kapasitas bawahan dan meberikan solusi atas masalah yang ada dalam kelompok. Sehingga pemimpin tidak hanya mengutamakan hasil capaiannya tetapi juga proses.
    Nama : Naufal Yafi’ Najy
    NIM : 135030218114019
    Mata kuliah : Kepemimpinan (kelas E)

     
  4. Noventy Ardiani

    September 23, 2015 at 8:00 am

    Nama : Noventy Ardiani
    NIM :135030201111070
    Kepemimpinan Kelas E Ilmu Administrasi Bisnis
    Setelah membaca artikel Kepemimpinan, Bagaimana Seharusnya? Saya mengambil kesimpulan bahwa pemimpin yang baik adalah seseorang yang memiliki jiwa pemimpin didalam dirinya tanpa orang lain / yang dipimpin tidak sadar bahwa dia pemimpin anggotanya. Hal seperti ini dapat dijalankan dengan cara bersikap rendah hati, tidak merasa atau mengganggap bahwa dirinya seorang pemimpinan yang berkuasa, tidak membedakan anggota-anggotanya, tidak bersikap/ berkata kasar jika anggotanya melakukan kesalahan, memiliki sikap idealis tetapi idealis yang elastis. Karena sikap idealis perlu dalam kepemimpinan, tetapi juga tidak baik jika seorang pemimpin terlalu bersikap idealis dan tidak menghiraukan orang lain.
    Selain itu pemimpin juga harus memiliki sifat percaya diri yang tinggi, sehingga dia bisa memberi contoh dan menyakinkan kepada anggotanya bahwa dia dapat memimpin dengan baik. Yang paling penting seorang pemimpin harus memiliki visi dan misi yang jelas untuk bekal mencapai tujuan kedepannya. Dan kepemimpinan seseorang bukan hanya karena dia menang dalam pemilihan pemimpin, bukan juga tentang jabatan, tetapi kepemimpinan yang sesungguhnya adalah cara memperlakukan anggota yang dipimpinnya dengan baik, dengan memanusiakan manusia bukan dengan bentakan, cacian jika dia bersalah.

     
  5. Putri Boogi Romadoni

    September 23, 2015 at 8:10 am

    Putri Boogi Romadoni
    135030207111061
    Kepemimpinan Kelas E
    Ilmu Administrasi Bisnis

    Seorang pemimpin bisa dikatakan berhasil apabila orang-orang yang dipimpinnya itu merasa senang dipimpin dan melaksanakan tugasnya dengan sukarela karna dengan begitu berarti dia seorang pemimpin berhasil membuat orang-orang bekerja dengan tanpa paksaan sama sekali.

     
  6. Ortin+Krisdianto

    September 23, 2015 at 8:32 am

    kelas : Kepemimpinan / E

    Dalam artikel yang sudah saya baca ketika saya mendapatkan wawasan serta pengetahuan untuk mengenal arti sebuah kepemimpin yang seharusnya sudah berpola dalam organisasi maupun di dalam perusahaan itu sendiri pemimpin iitu harus bisa menjadi seorang yang berkarakter tinggi berkarakter jiwa yang tegas dalam hal itu pemimpin yang baik untuk dirinya dan manusia yang dimpimpinnya

    kepemimpinan yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

     
  7. Alwin Fauzi Hermawan

    September 23, 2015 at 8:34 am

    Nama : Alwin Fauzi Hermawan
    NIM : 135030201111059
    kelas : Kepemimpinan / E

    Dalam artikel yang sudah saya baca ketika saya mendapatkan wawasan serta pengetahuan untuk mengenal arti sebuah kepemimpin yang seharusnya sudah berpola dalam organisasi maupun di dalam perusahaan itu sendiri pemimpin iitu harus bisa menjadi seorang yang berkarakter tinggi berkarakter jiwa yang tegas dalam hal itu pemimpin yang baik untuk dirinya dan manusia yang dimpimpinnya

    kepemimpinan yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

     
  8. Rolenta Arditya Hendrian N.

    September 23, 2015 at 8:44 am

    Nama : Rolenta Arditya Hendrian N.
    NIM : 135030201111149
    Kelas : Kepemimpinan / E

    Pada dasarnya semua orang mempunyain jiwa seorang pemimpin, akan tetapi tidak semua orang menyadari hal itu maka dari itu kebanyakan orang bergantung terhadap orang lain dan tidak mau mengambil resiko untuk menjadi pemimpin.
    Maka dari itu pendidikan karakter dan kepemimpinan sangatlah penting, harapannya melalui pendidikan ini banyak tercetak seorang pemimpin yang sungguh luar biasa. Terimakasih artikel ini sangat membantu dalam penambahan wawasan dalam kepemimpinan. Tuhan memberati.

     
    • Rolenta+Arditya+Hendrian+N.

      September 23, 2015 at 8:46 am

      Tuhan memberkati

       
  9. Achmad Yahya Zakariyya

    September 23, 2015 at 10:22 am

    Nama : A Yahya Zakariyya
    NIM : 135030200111068
    Kelas : Kepemimpinan / E

    Setelah saya membaca artikel “KEPEMIMPINAN, BAGAIMANA SEHARUSNYA?” , saya sangat tertarik dengan kepempinan menurut budaya jawa yang telah bapak tulis dalam artikel diatas. dari sana saya mendapat pengetahuan tentang kepemimpinan bagaimana seharusnya seseorang berperilaku, tidak hanya berkharisma dan percaya diri, namun juga memiliki character yg beretika, tidak adanya diskriminasi dan menjunjung tinggi persaudaraan dalam suatu bangsa.
    Selain itu, melihat banyak sekali perbedaan gaya kepemimpinan sekuler dengan kepemimpinan religius. Memberikan contoh kepemimpinan penerus bangsa arab sebagai khalifah, begitu rendah hatinya para sahabat nabi saling memberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin (khalifah) pada sahabat nabi yang lain. Tidak saling berebut untuk menjadi penguasa, melainkan saling memberikan kesempatan bagi yang lebih pantas.

    Kesimpulan saya, untuk menjadi seorang pemimpin harus lebih mengutamakan kesejahteraan bersama dibanding pribadi, selain itu memiliki sifat yg tulus dalam membantu sesama, rendah hati, merakyat, melayani, character yang beretika, dan tidak ada lagi penghargaan yang lebih berarti dibanding pujian dari orang yang dipimpinnya