RSS
 

Archive for the ‘Leadership’ Category

KONSEP KEPEMIMPINAN

07 Oct

Sebuah Konsep Kepemimpinan salah satu hal penting untuk dipelajari dalam materi kepemimpinan . Dimana kita akan mempelajari konsep dasar dari kepemimpinan itu sendiri .

Dalam mempelajari konsep kepemimpinan kita akan mempelajari dan mengerti serta memahami sebuah arti atau definisi kepemimpinan dalam konteks organisasi . Bukan dalam hal itu saja , di dalam konsep kepemimpinan kita dapat mempelajari juga perbedaan leader dan manager .

Selain itu kita juga akan mengetahui , memahami , dan mengerti tentang fungsi pemimpin itu sendiri . Dimana dalam kehidupan sehari haripun kita seharusnya mengetahui fungsi dari pemimpin itu sendiri .

Dan yang terakhir mempelajari dan mengetahui tentang bagaimana membangun visi dan intuisi seorang pemimpin . Jadi kita mengetahui bagaimana cara membangun itu semua .

Jadi sangat penting dan berguna kita mempelajari , mengerti dan memahami konsep kepemimpinan itu sendiri yang meliputi membahas definisi kepemimpinan dan pemimpin dalam konteks organisasi , perbedaan perbedaan leader dan manager , fungsi dari pemimpin , dan bagaimana membangun visi dan intuisi pemimpin .

selengkapnya: KEPEMIMPINA N KELOMPOK 1 (1)

 
 

PENDEKATAN SITUASIONAL TERHADAP PERILAKU PEMIMPIN

07 Oct

Kepemimpinan, apa itu kepemimpinan ? kepemimpinan adalah sebuah kata yang sering kita ucapkan. Namun apakah pengetian dari kepemimpinan yang sebenarnya ? banyak orang menganggap pemimpin sama dengan manajer yang ada di perusahaan besar. Namun ternyata hal tersebut kurang tepat, karena kepemimpinan merupakan suatu sikap yang dipilih oleh orang yang mau merubah kepribadiannya menjadi sosok pemimpin untuk para pengikutnya. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan hasil dari proses perubahan karakter atau dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Kepemimpinan sejati didapatkan dengan proses yang cukup panjang. Menurut Tjiptono (2006:161) gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya.

Banyak orang mengatakan bahwa seorang pemimpin hanya lahir dari seorang pemimpin, namun seiring dengan perkembangan jaman, pemimpin tidak hanya dilahirkan, namun dibentuk, dibuat dan siapapun memiliki hak yang sama untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang baik sangat dibutuhkan bangsa kita saat ini. Oleh karena itu dalam pokok bahasan ini akan dibahas mengenai pendekatan situasional terhadap perilaku pemimpin. Dengan harapan nantinya akan diketahui bagaimana pendekatan situasional berpengaruh terhadap perilaku pemimpin.

selengkapnya: KEPEMIMPINAN SITUASIONAL

 
 

Konsep Kepemimpinan

28 Sep

 Latar Belakang

Jika berbicara tentang kepemimpinan, pertanyaan yang muncul pada umumnya adalah “apa yang membuat seorang pemimpin menjadi efektif?” Kemungkinan akan dijawab bahwa pemimpin yang efektif karena memiliki bakat atau kualitas tertentu yang diharapkan, misalnya kharisma, visioner, daya persuasi, dan intesitas. Kendati demikian, ratusan hasil peneliti tentang pemimpinan dan kepemimpinan gagal menbuktikan bahwa setiap bakat atau kualitas secara konsisten nberhubungan dengan kepemimpinan  yang efektif. Hasil-hasil penelitian tersebut belum banyak memberikan pengetahuan tentang apa yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang efektif dan apa yang dilakukan oleh pemimpin yang efektif.

Para pemimpin memainkan peranan yang sangat penting dalam membantu kelompok, organisasi, dan masyarakat dalam mencapai tujuan. Kemampuan kepemimpinan dan keterampilan dalam mengarahkan merupakan faktor penting dalam efektivitas manajer. Banyak organisasi yang tampaknya akan bangkrut seakan mendapatkan tenaga baru ketika direkturnya diganti. Jika dapat mengenali kualitas yang berkaitan dengan kepemimpinan, maka kemampuan untuk memilih pemimpin yang efektif bertambah.

selengkapnya: KONSEP KEPEMIMPINAN KELOMPOK 1

 
 

GAYA KEPEMIMPINAN DAN TINGKAT KEMATANGAN BAWAHAN

26 May

1.1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara berkembang yang mempunyai banyak pulau dan kaya akan sumber daya alam. Negara ini juga mempunyai beragam suku, budaya dan agama, bahkan penduduk yang padat. Seharusnya kekayaan akan sumber daya alam dan sumber daya manusia dapat membuat negara ini menjadi terdepan atau dapat digolongkan negara maju.

            Modern ini, Indonesia bukan lagi negara yang kaya akan sumber daya alam tetapi kebalikannya Indonesia menjadi ketergantungan dengan negara lain dalam hal mengeksplor sumber daya alam. Negara ini menyadari sumber daya manusia yang kurang memadai pendidikannya menjadi salah satu faktor penyebab kehilangannya sumber daya alam negara yang berkelimpahan. Tidak hanya itu, sumber daya manusia yang berpendidikan tidak semua membantu mempertahankan kemakmuran negara ini, kebanyakan lebih mementingkan keegoannya sendiri dengan mengeksplorasi alam ini. Untuk itu, negara ini sangat memerlukan pemimpin yang bertanggungjawab untuk mengubah negara ini.

selengkapnya: GAYA KEPEMIMPINAN DAN TINGKAT KEMATANGAN BAWAHAN

 

KEKUASAAN DAN PENGARUH

21 May

A. Pengertian Kekuasaan

  • Nord(1978:675),  kekuasaan adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran, energy dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.
  • Hikcs dan gulle (1996:373),kekuasaana dalah kemampuan untuk melaksanakan suatu hal.
  • Roger dan Thoha (2004 : 93), kekuasaan adalah suatu potensi diri dari suatu pengaruh. Kekuasaan itu suatu kewenangan untuk bertindak bagi pemimpin dalam menggerakkan orang lain agar menerima dengan ikhlas kehendaknya.
  • Stoner (1996:161) kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh ,artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok.
  • Gibson (1996: 480) kekuasaan adalah kemampuan untuk mendapatkan orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan oleh pihak lainnya.

Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan kepemimpinan mempengaruhi aktifits-aktifitas individu atau kelompok dalam usahanya dalam mencapai tujuan dalam situasi tertentu.

selengkapnya : Kekuasaan dan Pengaruh

 
Comments Off

Posted in Kepemimpinan

 

Pendekatan Kepemimpinan

01 Apr

Teori pendekatan sifat (trait approach theory) disebut sebagai greath man theory merupakan pendekatan teori kepemimpinan awal.Teori ini menganggap pemimpin itu dilahirkan (given), bukan karena faktor pendidikan dan pelatihan. Teori ini didefinisikan sebagai pola terpadu dari karakteristi pribadi yang mencerminkan berbagai perbedaan Individual dan efektivitas kepemimpin yang konsisten di berbagai kelompok dan situasi organisasi (Zaccaro,Kemp, & Bader,2004). Konsep kepemimpinan dalam teori orang besar adalah atribut tertentu yang melekat pada diri pemimpin, atau sifat personal, yang membedakan pemimpin dari pengikutnya.

Teori ini secara garis besar merupakan penjelasan tentang orang besar atau pahlawan dengan pengaruh individualnya berupa karisma, intelegensi, kebijaksanaan, atau dalam bidang politik tentang pengaruh kekusaannya yang berdampak terhadap sejarah. Jika kita melihat para pemimpin besar dari masa lalu seperti Alexander Agung, Hannibal Barca, Napoleon, Jenghis Khan dan Abraham Lincoln, kita akan menemukan bahwa mereka tampaknya berbeda dari manusia biasa dalam beberapa aspek.

selengkapnya : pendekatan Kepemimpinan Kelompok 3

 
 

Tingkat Kematangan Bawahan

24 Dec

Di dalam kepemimpinan tidak hanya bagaimana seseorang dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam praktiknya, seorang pemimpin juga dituntut untuk dapat melihat situasi yang terjadi terhadap bawahannya, bukan hanya mengenai tugas yang diberikan melainkan juga tingkat kematangan bawahan di dalam suatu kepemimpinan perlu mendapatkan perhatian dari seorang pemimpin. Seperti yang telah dijelaskan di dalam salah satu teori mengenai model kepemimpinan yakni teori kepemimpinan Situasional yang dikembangkan dikembangkan oleh Hersey dan Blanchard di mana keduanya menjelaskan dan menekankan lebih pada bagaimana kematangan bawahan berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan. Di dalam teori tersebut seorang pemimpin menilai bagaimana tingkat kematangan bawahannya yang selanjutnya dapat menggunakan gaya kepemimpinan sesuai dengan tingkat kematangannya tersebut. Dengan demikian akan diperoleh kepemimpinan yang efektif dan tujuan organisasi dapat lebih mudah dicapai. Hersey dan Blanchard telah mengidentifikasi jenis-jenis kematangan bawahan di mana akan dijelaskan lebih dalam di bab selanjutnya.

Makalah selengkapnya bisa dilihat di sini:Tingkat Kematangan Bawahan – Kepemimpinan kel 5

 
 

Peran Kepemimpinan

22 Dec

Dalam kenyataan sehari-hari, peran pemimpin tidak pernah lepas dari pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi, mulai dari fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi, mulai dari organisasi Planning termasuk budgeting, Organizing, Staffing, Actuating or Leadership, Coordinating dan Controlling atau Evaluation. Akan tetapi, setiap perjalanan operasional suatu organisasi akan menemui kendala atau masalah akibat dinamika lingkungan Internal dan Eksternal organisasi. Untuk menyiasati situasi dan kondisi tersebut maka diperlukan seni memimpin yang cerdas untuk mencapai efektivitas kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif bagi pemimpin dalam melaksanakan peran pengendalian organisasi memiliki kontribusi besar bagi keberhasilan orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Seperti yang diajarkan oleh Sun-Tzu dan dijabarkan oleh Roger T. Ames (Ames, 2002 : 87) sebagai berikut.

“Komandan yang utuh mampu mencapai dan memelihara kendali terhadap situasi militer dengan cara analogis dengan kendali seorang penguasa yang handal terhadap situasi sipil dengan kendali seorang petani terhadap panennya : dengan pemahaman yang tuntas akan kondisi-kondisi yang menentukan situasinya dan memanipulasi terhadap keadaan-keadaan ini demi tujuannya : ia yang mengenal musuhnya dan dirinya sendiri tak akan pernah beresiko dalam status pertempuran”

Read the rest of this entry »

 
 

Gaya Kepemimpinan

22 Dec

Gaya kepemimpinan menunjuk pada perilaku yang ditampilkan oleh seorang pemimpin di hadapan orang orang yang di pimpin. Seperti akan dilihat pada uraian-uraian berikutnya, perilaku tersebut dapat berkaitan dengan perilaku komunikasi, pengambilan keputusan dan perilaku penggunakan power atau perilaku dalam mempengaruhiorang lain.

Sedangkan arti penting daripada gaya kepemimpinan dapat dilihat dari beberapa sudut. Misalnya dalam teori teori kepribadian, gaya atau perilaku akan menimbulkan citra. Etos adalah persepsi orang lain tentang seseorang (pemimpin) dalam mempengaruhi orang lain. Dalam teori komunikasi dikatakan bahwa etos merupakan alat persuasi yang paling ampuh (Ethos is strongest tool for persuasion).

Selanjutnya apabila memimpin (to lead) diartikan sebagai mempengaruhi orang lain (enfluence-ability) sangat dipengaruhi oleh “composite image” yang ditimbulkan oleh pelaku pemimpin. Berdasar uraian singkat dapat diambil kesimpulan tentang arti penting gaya kepemimpinan dalam khazanah kepemimpinan. Tentang hal ini tidak terdapat pemerintahan. Akan tetapi manakala ditanyakan “ Bagaimana kita harus bergaya sebagai pemimpin”, maka mulai kita berhadapan dengan beraneka ragam penjelasan. Sebagian berikut akan mencoba melihat beberapa di antara penjelasan tersebut.

Makalah selengkapnya bisa dilihat di sini : Gaya Kepemimpinan

 
 

INSTRUMENTASI PEMIMPIN DAN JENDELA JOHARI

22 Dec

Setiap pemimpin tentunya memiliki karakteristik tertentu agar dapat memimpin bawahannya dengan baik. Jangan lupa sebagai seorang pemimpin, komunikasi harus bisa menciptakan keselarasan interaksi antara seorang pemimpin dengan para bawahannya. Tim senantiasa mencerminkan pemimpinnya. Jangan lupa bahwa komunikasi yang baik bukanlah komunikasi satu arah. Komunikasi tidak boleh bersifat top-down atau bergaya diktator. Pemimpin terbaik akan mendengarkan,            mengajak, dan mendorong partisipasi anggota

Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self- awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita. Model yang diciptakan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955 ini berguna untuk        mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi. Joseph Luft dan Harrington Ingham, mengembangkan konsep Johari Window sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain   yang digambarkan sebagai sebuah jendela.

Read the rest of this entry »