RSS
 

Tugas Individu Hubungan Industrial

23 Oct

Tugas Individu Hubungan Industrial

peran pancasila,kapitalis,sosialis_asgaf narandra

peran pancasila,kapitalis,sosialis_ABIGAIL

peran pancasila,kapitalis,sosialis_novita

peran pancasila,kapitalis,sosialis_iqbal tawakkal

peran pancasila,kapitalis,sosialis_ariesta

peran pancasila,kapitalis,sosialis_agnes yosephine

peran pancasila,kapitalis,sosialis_rizqi anuari

peran pancasila,kapitalis,sosialis_joehairi

peran pancasila,kapitalis,sosialis_alfredo slamet

peran pancasila,kapitalis,sosialis_allisya puspita

peran pancasila,kapitalis,sosialis_okky sandy

peran pancasila,kapitalis,sosialis_moh. intan siri

peran pancasila,kapitalis,sosialis_rizky dwi setyawan

peran pancasila,kapitalis,sosialis_chyntia

peran pancasila,kapitalis,sosialis_muh. iqbal azhari

peran pancasila,kapitalis,sosialis_ahmad seno

peran pancasila,kapitalis,sosialis_tri atmadi nugroho

 

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. iqbal+tawaqal

    October 24, 2014 at 2:45 pm

    NAMA : IQBAL TAWAQAL
    NIM :115030207111108
    Resume Industrial Pergerakan Buruh
    Sepanjang sejarahnya, gerakan buruh telah mengalami pasang-surut yang tiada hentinya. Setiap kali gerakan buruh mengalami pasang, itu pasti karena pengorganisiran yang militan di basis-basis, dan disertai dengan semangat berpolitik. Dan setiap kali gerakan buruh mengalami pukulan balik, itu niscaya disebabkan oleh ketergesa-gesaan, oleh mengendurnya militansi di basis-basis atau oleh keterlenaan akibat politik parlementarisme.

    Gerakan buruh berlandaskan pada kolektivisme, pada pengorganisiran, pada propaganda yang sabar dan pendidikan yang tidak kenal menyerah, dan penggabungan antara perlawanan sosial-ekonomi dengan perlawanan politik untuk berkuasa. Jika gerakan buruh mengingat ini, dan konsisten melaksanakannya, dia akan kuat dan bugar. Tapi, jika dilupakan, maka gerakan buruh akan letih-lesu, dan akan tercengkeram oleh politiknya kaum pemodal.

     
  2. ervanda+wildam+P+115030205111001

    November 3, 2014 at 8:55 am

    Nama : Ervanda Wildam P
    Kelas : A
    Mata Kuliah : Hubungan Industral
    Tugas Individual

    1. PERAN KAPITALIS
    Kapitalisme sendiri didefinisikan sebagai sistem sosial yang didasarkan pada pengakuan hak –
    hak individu. Dalam ranah ekonomi, kapitalisme memisahkan intervensi Negara dengan perekonomian,
    seperti halnya ada sekuler yang memisahkan agama dengan negaranya. Dalam perekonomian
    kapitalisme menekankan peran capital yakni kekayaan dalam segala jenisnya termasuk barang – barang
    yang digunakan dalam produksi barang lainnya.
    Dalam perjalanannya kapitalisme telah memberikan efek buruk bagi perekonomian dan
    kesenjangan sosial yang semakin menganga, terjadinya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Itu
    semua dampak dari kejamnya kapitalisme yang terjadi di beberapa Negara berkembang termasuk
    Indonesia. Negara Indonesia merupakan Negara Demokrasi dan menurut Karl Marx Negara demokrasi
    adalah Negara kapitalis, karena Negara dikontrol oleh logika ekonomi kapitalis yang mendiktekan bahwa
    kebanyakan kepputusan politik harus menguntungkan kepentingan kapitalis. Dalam hal ini yang
    diuntungkan adalah para pemilik modal sedangkan masyarakat kecil tetap berada dalam bingkai
    kemiskinan akibat kapitalisme.
    2. Sosialisme
    Sosialis adalah dilandasi pada kegiatan kapitalisyang dipelopori oleh Karl Marx. Menurut Marx
    keuntungan oleh perusahaan seharusnya dinikmati oleh seluruh anggota organisasi, akan tetapi pada
    kenyataanya tidak. Keuntungan hanya dinikmati oleh pihak‐pihak yang berkepentingan. Akhirnya dari
    masalah tersebut muncul pertentangan politik dalam organisasi sehingga menjadi pertentangan diluar
    organiasi. Pada kenyataanya meskipun sudah turun ke jalan buruh tetap tidak bisa merubah nasibnya,
    karena polisi (aparat) dan birokrasi (pemerintah) dibayar oleh perusahaan.
    Dalam penerapanya negara sosialis seperti china, korea, dan rusia banyak yang kapitalis.
    Sistem politiknya Sosialis akan tetapi sistem ekonominya Kapitalis. Peran Sosialis adalah lebih mudah
    untuk mengendalikan masalah‐masalah ekonomi seperti inflasi, pengangguran, dan lain sebagainya
    karena pemerintah berperan besar dalam mengendalikan seluruh kegiatan Negara maupun
    masyarakat. Lancarnya kegiatan pasar barang, pembentukan harga pasar atas ikut campurnya
    pemerintah, dan jarangnya krisis ekonomi yang terjadi.
    Sistem ekonomi sosialis :
     Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi
     Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian
     Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
     Campur tangan pemerintah sangat tinggi
     Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat
     USSR
    3. Pancasila
    Hubungan industrial pacasila adalah hubungan antara para pelaku dalam proses produksi
    barang dan jasa (pekerja ,pengusaha dan pemerintah ) didasarkan atas nilai yang merupakan
    manifesrasi dari keseluruhan sila-sila dari pancasila dan undang-undang dasar 1945 yang
    tumbuh dan berkembang diatas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.
    Sistem ekonomi pancasila merupakan sistem ekonomi campuran yang mengandung pada
    dirinya ciri-ciri positif dari kedua system (ekstrim) yang kita kenal (kapitalis-liberalis dan
    sosialis-komunis). Yang menjadi masalah adalah dimana titik ideal yang kita anggap paling
    tepat. Dengan kata lain kita harus mampu menempatkan peranan negara pada posisi
    sedemikian rupa, sehingga ia mampu mengendalikan kegiatan ekonomi tanpa sampai pada
    posisi komando.
    Masalah peranan mekanisme harga atau mekanisme pasar dalam system ekonomi
    pancasila. Ada yang berpendapat bahwa dalam system ekonomi pancasila, mekanisme pasar
    diperbolehkan tetapi harus dikendalikan oleh perencanaan yang bekerja aktif mengarahkan
    perkembangan ekonomi sesuai dengan urutan prioritas dalam perencanaan.
    Sebenarnya sisten ekonomi pancasila yang memberikan tempat yang tinggi pada peranan
    perencanaan sentral, namun member keleluasan pada bekerjanya mekanisme pasar
    memerlukan persyaratan yang berat. Salah satu syarat yang tidak mudah dipenuhi adalah
    bahwa perusahaan negara yang diharapkan mampu menempati posisi komando, harus mampu
    bekerja efisien. Ia harus mampu melaksanakan sendiri berbagai program dan proyek yang
    ingin didorong perkembangan secara langsung dan membimbing satuan-satuan ekonomi
    individu untuk menirunya.
    Sistem ekonomi pancasila ada 4 yaitu :
    Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah.
    Peran negara adalahpenting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak
    swastayang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi
    system ekonomi liberal maupun komando.
    Masyarakat adalah bagian yang penting dimana kegiatan produksi dilakukan oleh semua
    untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
    Modal ataupun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas
    kekeluargaan antar sesame manusia.
    Dalam system ekonomi pancasila perekonomian liberal maupun komando harus dijauhkan
    karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas
    yang potensial. Persaingan usahapun harus selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar
    tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan.
    Tumbuh kembang pemikiran ekonomi pancasila tidak pernah meninggalkan pelajaran
    sejarahnya, dan mengikuti suatu proses pemahaman akan fenomena ekonomi di Indonesia
    yang pada gilirannya akan menghasilkan, memperbaiki dan melengkapi struktur analitik dari
    ekonomi pancasila dengan cara beruntun tanpa akhir.
    Satu tugas dari pemikiran ekonomi pancasila adalah untuk mengetahui bagaimana dan
    mengapa perilaku ekonomi masyarakat Indonesia tumbuh dan berkembang. Ekonomi
    pancasila memahami dinamika perubahan yang terjadi.Selama lingkungan ekonomi selalu
    berubah, implikasi langsung yang timbul adalah bahwa perilaku ekonomi harus
    menyesuaikan diri pada perubahan situasi dan perubahan kebutuhan yang terjadi jika ingin
    tetap mereflesikan kenyataan. Oleh karenanya pemikiran ekonomi pancasila secara konstan
    dipaksa untuk melakukan modifikasi dari teori-teori ekonomi yang ada untuk mencari
    kebenaran ilmiah dari ekonomi pancasila dalam rangka memperoleh pemahaman yang lebih
    baik dan mampu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap struktur social masyarakat
    Indonesia.