RSS
 

Kekuasaan dan Pengaruh Kel. 5

22 Oct

Teori yang dikemukakan oleh French dan Raven (1959) menyatakan bahwa kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam satu kelompok atau organisasi. Dengan perkataan lain, seseorang atau orang-orang yang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam suatu kelompok atau organisasi tertentu akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu.

Pengaruh merupakan bagian terpenting dalam pelaksanaan kepemimpinan, dan konsep kepemimpinan ini selalu berhubungan dalam sebuah organisasi. Karena jika tidak ada suatu organisasi maka sudah pasti tidak ada yang namanya pemimpi. Jadi dalam hal ini kepemimpinan, pengaruh dan politik saling berhubungan. Dapat dikatakan kalau politik merupakan bagian dari perjalanan suatu konsep kepemimpinan. Politik dalam suatu organisasi merupakan sesuatu yang sulit dihindarkan tatkala organisasi terdiri dari 2 atau lebih

Politik tidak sama dengan kekuasaan dan pengaruh. Kekuasaan mengekspresikan kapasitas individu untuk secara sengaja menimbulkan dampak pada orang lain, pengaruh adalah kemampuan membuat orang menuruti kehendak pemberi pengaruh. Sedangkan politik mendasarkan pada kekuasaan, dan kekuasaan tidak mendistribusikan secara merata dalam organisasi

Makalah selengkapnya bisa dibaca di sini: Kekuasaan dan Pengaruh Kel. 5

 

 
 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Susi+karyani

    October 22, 2014 at 10:58 pm

    Susi karyani
    125030807111010
    Bisnis Pariwisata B (kepemimpinan)

    Kekuasaan merupakan kondisi dinamis yang dapat berubah sesuai perubahan kondisi dan tindakan-tindakan individu atau kelompok. Ada dua teori yang dapat menjelaskan bagaimana kekuasaan diperoleh, dipertahankan atau hilang dalam organisasi. Teori tersebut adalah

    * Social Exchange Theory, menjelaskan bagaimana kekuasaan diperoleh dan hilang selagi proses mempengaruhi yang timbal balik terjadi selama beberapa waktu antara pemimpin dan pengikut. Fokus dari teori ini mengenai expert power dan kewenangan.

    * Strategic Contingencies Theory, menjelaskan bahwa kekuasaan dari suatu subunit organisasi tergantung pada faktor keahlian dalam menangani masalah penting, sentralisasi unit kerja dalam arus kerja, dan tingkat keahlian dari subunit tersebut.

    Para pemimpin membutuhkan kekuasaan tertentu untuk dapat efektif, namun hal itu tidak berarti bahwa lebih banyak kekuasaan akan lebih baik. Jumlah keseluruhan kekuasaan yang diperlukan bagi kepemimpinan yang efektif tergantung pada sifat organisasi, tugas, para bawahan, dan situasi. Pemimpin yang mempunyai position power yang cukup, sering tergoda untuk membuat banyak orang tergantung padanya daripada mengembangkan dan menggunakan expert power dan referent power. Sejarah telah menunjukkan bahwa pemimpin yang mempunyai position power yang terlalu kuat cenderung menggunakannya untuk mendominasi dan mengeksploatasi pengikut. Sebaliknya, seorang pemimpin yang tidak mempunyai position power yang cukup akan mengalami kesukaran dalam mengembangkan kelompok yang berkinerja tinggi dalam organisasi. Pada umumnya, mungkin lebih baik bagi seorang pemimpin untuk mempunyai position power yang sedang saja jumlahnya, meskipun jumlah yang optimal akan bervariasi tergantung situasi.
    Pilihan mengenai perilaku mempengaruhi tergantung pada position power dan personal power yang dimiliki pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya pada situasi tertentu. Perilaku mempengaruhi seorang pemimpin secara langsung mempengaruhi sikap dan perilaku orang yang dipimpin baik berupa komitmen, kepatuhan maupun perlawanan. Hasil dari proses mempengaruhi, juga mempunyai efek umpan balik terhadap perilaku pemimpin.Selain itu, dampak kekuasaan pemimpin pada dasarnya tergantung pada apa yang dilakukan pemimpin dalam mempengaruhi orang yang dipimpin.Dengan demikian, hasil dari usaha mempengaruhi merupakan akumulasi dari keterampilan mempengaruhi, perilaku mempengaruhi, dan kekuasaan pemimpin.

     
  2. bhirawa manggala

    October 23, 2014 at 2:50 pm

    Nama: BHIRAWA MANGGALA
    125030801111003
    Bispar B
    Kekuasaan dan pengaruh
    Kekuasaan
    Konsepsi mengenai kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari kemampuan, kewibawaan, dan kekuasaan. Seorang pemimpin, karena status dan tugas-tugasnya pasti mempunyai kekuasaan. Kekuasaan merupakan kapasitas untuk mempengaruhi secara unilateral sikap dan perilaku orang ke arah yang diinginkan (Gary Yukl,1996: 183).

    Konsepsi mengenai sumber kekuasaan yang telah diterima secara luas adalah dikotomi antara “position power” (kekuasaan karena kedudukan) dan “personal power” (kekuasaan pribadi). Menurut konsep tersebut, kekuasaan sebagian diperoleh dari peluang yang melekat pada posisi seseorang dalam organisasi dan sebagian lagi disebabkan oleh atribut-atribut pemimpin tersebut serta dari hubungan pemimpin – pengikut. Termasuk dalam position power adalah kewenangan formal, kontrol terhadap sumber daya dan imbalan, kontrol terhadap hukuman, kontrol terhadap informasi, kontrol ekologis. Sedangkan personal power berasal dari keahlian dalam tugas, persahabatan, kesetiaan, kemampuan persuasif dan karismatik dari seorang pemimpin (Gary Yukl,1996:167-175).
    Pengaruh

    Sebagai esensi dari kepemimpinan, pengaruh diperlukan untuk menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan.

    Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi dan proses-proses mempengaruhi yang timbal balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan.

    Jenis-jenis spesifik perilaku yang digunakan untuk mempengaruhi dapat dijadikan jembatan bagi pendekatan kekuasaan dan pendekatan perilaku mengenai kepemimpinan. Sejumlah studi telah mengidentifikasi kategori perilaku mempengaruhi yang proaktif yang disebut sebagai taktik mempengaruhi, antara lain :

    * Persuasi Rasional:

    Pemimpin menggunakan argumentasi logis dan bukti faktual untuk mempersuasi pengikut bahwa suatu usulan adalah masuk akal dan kemungkinan dapat mencapai sasaran.

    * Permintaan Inspirasional:

    Pemimpin membuat usulan yang membangkitkan entusiasme pada pengikut dengan menunjuk pada nilai-nilai, ide dan aspirasi pengikut atau dengan meningkatkan rasa percaya diri dari pengikut.

    * Konsultasi:

    Pemimpin mengajak partisipasi pengikut dalam merencanakan sasaran, aktivitas atau perubahan yang untuk itu diperlukan dukungan dan bantuan pengikut atau pemimpin bersedia memodifikasi usulan untuk menanggapi perhatian dan saran dari pengikut.

    * Menjilat:

    Pemimpin menggunakan pujian, rayuan, perilaku ramah-tamah, atau perilaku yang membantu agar pengikut berada dalam keadaan yang menyenangkan atau mempunyai pikiran yang menguntungkan pemimpin tersebut sebelum meminta sesuatu.

    * Permintaan Pribadi:

    Pemimpin menggunakan perasaan pengikut mengenai kesetiaan dan persahabatan terhadap dirinya ketika meminta sesuatu.

    * Pertukaran:

    Pemimpin menawarkan suatu pertukaran budi baik, memberi indikasi kesediaan untuk membalasnya pada suatu saat nanti, atau menjanjikan bagian dari manfaat bila pengikut membantu pencapaian tugas.

    * Taktik Koalisi:

    Pemimpin mencari bantuan dari orang lain untuk mempersuasi pengikut agar melakukan sesuatu atau menggunakan dukungan orang lain sebagai suatu alasan bagi pengikut untuk juga menyetujuinya.

    * Taktik Mengesahkan:

    Pemimpin mencoba untuk menetapkan validitas permintaan dengan menyatakan kewenangan atau hak untuk membuatnya atau dengan membuktikan bahwa hal itu adalah konsisten dengan kebijakan, peraturan, praktik atau tradisi organisasi.

    * Menekan:

    Pemimpin menggunakan permintaan, ancaman, seringnya pemeriksaan, atau peringatan-peringatan terus menerus untuk mempengaruhi pengikut melakukan apa yang diinginkan.

     
  3. Rizky Redita

    October 23, 2014 at 3:00 pm

    Nama :Rizky Redita
    NIM :125030800111030
    Kelas : Bisnis Pariwisata / B (Kepemimpinan)

    Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa menurut Kartini Kartono (1994:140) mengungkapkan bahwa sumber kekuasaan seorang pemimpin dapat berasal dari : Kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain; Sifat dan sikapnya yang unggul, sehingga mempunyai kewibawaan terhadap pengikutnya; Memiliki informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang luas; Memiliki kemahiran human relation yang baik, kepandaian bergaul dan berkomunikasi. Pemimpin yang mempunyai position power yang cukup, sering tergoda untuk membuat banyak orang tergantung padanya daripada mengembangkan dan menggunakan expert power dan referent power. position power dibagi menjadi 4, yaitu: Legitimate Power (kewibawaan formal), Coersive Power, Reward Power, Rational Legal Authority. Sumber kekuasaan yang berasal dari diri pribadi dari seorang pemimpin aeperti personal power dibagi menjadi 6 yaitu: Expert Power, Referent Power, Information Power, Connection Power, Persuasive Power, Traditional Power. Kekuasaan yang timbul karena ada kekuatan politik. political power dibagi menjadi 2, yaitu: Decision Making, Coalisation. Power atau kekuasaan mengekspresikan kapasitas individu untuk secara sengaja menimbulkan dampak bagi orang lain. Pengaruh (influence) adalah kemampuan membuat orang menuruti kehendak seseorang yang memberi pengaruh. Politik berdasarkan pada kekuasaan, dan kekuasaan tidak mendistribusikan secara merata dalam suatu organisasi.

     
  4. Achmad Afandi

    October 23, 2014 at 4:51 pm

    Achmad Afandi
    125030802111003
    Bisnis pariwisata (kepemimpinan)
    23-10-2014

    Banyak model kekuasaan yang di gunakan seorang pemimpin,akan tetapi seorang pemimpin harusnya bisa menggunakan kekuasaaan yang baik,dari artikel di atas dijelaskan bahwa cara menggunakan kekuasaan yang baik yaitu
    1.Rational persuasion yaitu mempengaruhi orang dengan argumen-argumen yang logis
    2.Inspirations appeals tactics yaitu membangkitkan antusias dan semangat dari target personal
    3.consultation tactic yaitu ketika kita meminta target untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tugas
    4.Pessure tactics yaitu menekan seseorang dengan sebuah ancaman
    5.Legitimating tactics yaitu menggunakan otoritas atau kedudukan kita untuk mempengaruhi target personal
    6.personal appeals tactics yaitu mempengaruhi dengan hubungan secara personal,misalkan hubungan pertemanan atau persahabatan

     
  5. SEPTIOFERA+ERESUS+P.

    November 12, 2014 at 7:07 pm

    SEPTIOFERA ERESUS P.
    125030807111003
    BISNIS PARIWISATA (B). KEPEMIMPINAN.
    Dari makalah diatas dikatakan oleh Kartini Kartono bahwa sumber kekuasaan seorang pemimpin dapat berasal dari: (1) Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Menurut saya; jelas bahwa seorang pemimpin dapat dikatakan pemimpin apabila mampu mempengaruhi bawahannya dan harus memiliki jiwa kepemimpinan. Namun, yang bukan pemimpin bisa juga memiliki kepemimpinan. (2)Sifat dan sikap yang unggul. Menurut saya; seorang pemimpin apabila memiliki sifat dan sikap yang unggul akan disegani oleh orang lain sehingga kekuasaanpun dapat dikuasai oleh pemimpin tersebut. (3)Memiliki informasi, pengetahuan dan pengalaman luas. Menurut saya; penting bagi seorang yang ingin memiliki kekuasaan terhadap orang lain. dengan informasi dan wawasan yang luas maka seorang tersebut memiliki derajat ilmu lebih tinggi dibandingkan orang lain yang akan dikuasai. (4)Memiliki kemahiran human relation yang baik, kepandaian bergaul dan komunikasi. Menurut saya; hal ini, yang utama harus dimiliki oleh seorang yang ingin memiliki kekuasaan. Tanpa kepandaian berkomunikasi, bagaimana bisa seorang pemimpin mampu memimpin untuk kekuasaan.
    Power position, dimana orang lain akan bergantung seterusnya terhadap seorang yang memiliki power position, jadi tidak mengembangkan expert power dan referent power.
    Personal power lebih pada kemampuan karismatik dan persuasif dari seorang pemimpin.

     
  6. Fiki Nurrohman

    November 13, 2014 at 5:56 am

    Nama : Fiki Nurrohman Amin
    NIM : 125030801111002
    Kelas : Bisnis Pariwisata B ( Kepemimpinan )

    Dari penjelasan pada makalah mengenai kekuasan dan pengaruh di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis sumber kekuasan ada tiga jenis, yaitu Position power, Personal power, dan Political power.
    Position powersadalah kewenangan formal, kontrol terhadap sumber daya dan imbalan, kontrol terhadap hukuman, kontrol terhadap informasi, kontrol ekologis. Pemimpin yang mempunyai position power yang cukup, sering tergoda untuk membuat banyak orang tergantung padanya daripada mengembangkan dan menggunakan expert power dan referent power. Dalam hal ini position power dibagi menjadi 3, yaitu Legitimate Power, Coersive Power, dan Reward Power serta Rational Legal Authority/ suatu kekuasaan untuk memaksakan kepatuhan atas undang-undang. atau perarturan yang berlaku.
    Personal power merupakan sumber kekuasaan yang berasal dari diri pribadi dari seorang pemimpin. personal power dibagi menjadi 6 yaitu Expert Power, Referent Power, Information Power, Connection Power, Persuasive Power dan Traditional Power. Sedangkan, Politic power adalah kekuasaan yang timbul karena ada kekuatan politik. political power dibagi menjadi 2, yaitu: Decision Making dan Coalisation.
    Power atau kekuasaan mengekspresikan kapasitas individu untuk secara sengaja menimbulkan dampak bagi orang lain. Politik berdasarkan pada kekuasaan, dan kekuasaan tidak mendistribusikan secara merata dalam suatu organisasi. Politik penanaman pengaruh akan sangat aktif apabila dilakukan melalui komunikasi yang baik. Berikut ini beberapa cara penanaman pengaruh yang baik kepada orang lain:
    a. Rational persuation
    b. Inspiration appeals tactics
    c. Consultation tactics
    d. Pressure tactics
    e. Legitimizing tactics
    f. Personal appleals tactics

     
  7. Enne Molika

    November 23, 2014 at 11:02 pm

    Enne Molika
    125030807111004
    Bisnis Pariwisata B

    menurut Kartini Kartono mengungkapkan bahwa sumber kekuasaan seorang pemimpin dapat berasal dari Kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain, sifat dan sikapnya yang unggul, sehingga mempunyai kewibawaan terhadap pengikutnya, memiliki informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang luas, memiliki kemahiran human relation yang baik, kepandaian bergaul dan berkomunikasi. Selain itu sumber kekuasaan juga di pengaruhi oleh posisi, yaitu adanya :
    - Legimate Power
    - Coersive Power
    - Reward Power
    - Rational Legal Authority
    selain adanya kekuasaan yang di pengaruhi poisisi, kekuasaan juga bersumber dari diri pribadi yaitu dengan adanya expert power, referent power, information power, connection power, persuasive power, dan traditional power. kekuasaan juga bersumber dari politik diantaranya adalah decision making dan coalisation. Kekuasaan mengekspresikan kapasitas individu untuk secara sengaja menimbulkan dampak bagi orang lain. Pengaruh (influence) adalah kemampuan membuat orang menuruti kehendak seseorang yang memberi pengaruh. Politik berdasarkan pada kekuasaan, dan kekuasaan tidak mendistribusikan secara merata dalam suatu organisasi.

     
  8. Bayu+Catur+Abadi

    November 23, 2014 at 11:26 pm

    Nama : Bayu Catur Abadi
    Nim : 125030807111012
    kelas: Bisnis Pariwisata B (Kepemimpinan)

    Dari paparan diatas menurut Kartini Kartono (1994:140) mengungkapkan bahwa sumber kekuasaanseorang pemimpin dapat berasal dari Kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain, Sifat dan sikapnya yang unggul, sehingga mempunyai kewibawaan terhadap pengikutnya, Memiliki informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang luas, Memiliki kemahiran human relation yang baik, kepandaian bergauldan berkomunikasi. Dan terdapat Jenis sumber kekuasaan ada 3 macam yaitu: 1.Position Power : kewenangan formal, kontrol terhadap sumber daya dan imbalan, kontrol terhadap hukuman, kontrol terhadap informasi, kontrol ekologis.2. Personal Power : Personal power berasal dari keahlian dalam tugas, persahabatan, kesetiaan, kemampuan persuasif dan karismatik dari seorang pemimpin.3. Political Power : Kekuasaan yang timbul karena ada kekuatan politik. Politik tidak sama dengan kekuasaan dan pengaruh (influence). Ketiganya adalah konsep berbeda dan berdiri sendiri. Power atau kekuasaan mengekspresikan kapasitas individu untuk secara sengaja menimbulkan dampak bagi orang lain. Pengaruh (influence) adalah kemampuan membuat orang menuruti kehendak seseorang yang memberi pengaruh. Politik berdasarkan pada kekuasaan, dan kekuasaan tidak mendistribusikan secara merata dalam suatu organisasi.