RSS
 

Kisi-kisi UAS Media Pembelajaran dan Evaluasi Belajar Progsus 2014

10 Jul
1. Memberikan pertimbangan agar evaluasi Belajar dapat efektif sesuai dengan Satuan Acara Perkuliahan.
2. Memberikan penjelasan dan  pembeda masing-masing, tentang muatan kognitif, afektif, dan psikomotorik, 
3. Tingkat kesulitan dalam membuat soal dapat dipengaruhi oleh muatan pembelajarannya, 
   berikan korelasi antara tingkat kesulitan soal dengan muatan pembelajaran tersebut. 
4. Menjelaskan pembeda pokok dalam membuat soal dan evaluasi yang mengandung muatan kognitif, afektif dan psikomotorik.
5. Pokok-pokok pikiran tugas kelompok

 

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Muhamad Iqbal Azhari

    October 12, 2014 at 7:43 pm

    Nama: Muhamad Iqbal Azhari
    NIM: 115030207111120
    hubungan industrial

    resume materi hubungan industrial

    PENGERTIAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
    Pengertian hubungan industrial dalam UU no. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 1 nomor 16 disebutkan bahwa yang dimaksud hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
    Hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi atau pelayanan jasa di suatu perusahaan. Pihak yang paling berkepentingan atas keberhasilan perusahaan dan berhubungan langsung sehari-hari adalah pengusaha atau manajemen dan pekerja. Disamping itu masyarakat juga mempunyai kepentingan, baik sebagai pemasok faktor produksi yaitu barang dan jasa kebutuhan perusahaan, maupun sebagai masyarakat konsumen atau pengguna hasil-hasil perusahaan tersebut. Pemerintah juga mempunyai kepentingan langsung dan tidak langsung atas pertumbuhan perusahaan, antara lain sebagai sumber penerimaan pajak. Jadi hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang berkepentingan tersebut. Dalam pengertian sempit, hubungan industrial diartikan sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau Management-Employees Relationship.
    PRINSIP HUBUNGAN INDUSTRIAL
    Prinsip hubungan industrial didasarkan pada persamaan kepentingan semua unsur atas keberhasilan dan selangsungan perusahaan. Dengan demikian, hubungan industrial mengandung prinsip-prinsip berikut ini:
    • Pengusaha dan pekerja, demikian Pemerintah dan masyarakat pada umumnya, sama-sama mempunyai kepentingan atas keberhasilan dan kelangsungan perusahaan.
    • Perusahaan merupakan sumber penghasilan bagi banyak orang.
    • Pengusaha dan pekerja mempunyai hubungan fungsional dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dalam pembagian kerja atau pembagian tugas.
    • Pengusaha dan pekerja merupakan anggota keluarga perusahaan.
    • Tujuan pembinaan hubungan industrial adalah menciptakan ketenangan berusahan dan ketentraman bekerja supaya dengan demikian dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.
    • Peningkatan produktivitas perusahaan harus dapat meningkatkan kesejahteraan bersama, yaitu kesejahteraan pengusaha dan kesejahteraan pekerja.
    TUJUAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
    Tujuan Hubungan Industrial adalah mewujudkan Hubungan Industrial yang harmonis, Dinamis, kondusif dan berkeadilan di perusahaan.
    Ada tiga unsur yang mendukung tercapainya tujuan hubungan industrial, yaitu :
    a. Hak dan kewajiban terjamin dan dilaksanakan
    b. Apabila timbul perselisihan dapat diselesaikan secara internal/bipartit
    c. Mogok kerja oleh pekerja serta penutupan perusahaan (lock out) oleh pengusaha, tidak perlu digunakan untuk memaksakan kehendak masing‐masing, karena perselisihan yang terjadi telah dapat diselesaikan dengan baik.
    Namun demikian Sikap mental dan sosial para pengusaha dan pekerja juga sangat berpengaruh dalam mencapai berhasilnya tujuan hubungan industrial yang kita karapkan. Sikap mental dan sosial yang mendukung tercapainya tujuan hubungan industrial tersebut adalah :
    1. Memperlakukan pekerja sebagai mitra, dan memperlakukan pengusaha sebagai investor
    2. Bersedia saling menerima dan meningkatkan hubungan kemitraan antara pengusaha dan pekerja secara terbuka
    3. Selalu tanggap terhadap kondisi sosial, upah, produktivitas dan kesejahteraan pekerja
    4. Saling mengembangkan forum komunikasi, musyawarah dan kekeluargaan.
    SARANA HUBUNGAN INDUSTRIAL
    Agar tertibnya kelangsungan dan suasana bekerja dalam hubungan industrial, maka perlu adanya peraturan‐peraturan yang mengatur hubungan kerja yang harmonis dan kondusif. Peraturan tersebut diharapkan mempunyai fungsi untuk mempercepat pembudayaan sikap mental dan sikap social Hubungan Industrial. Oleh karena itu setiap peraturan dalam hubungan kerja tersebut harus mencerminkan dan dijiwai oleh nilai‐nilai budaya dalam perusahaan, terutama dengan nilai‐nilai yang terdapat dalam Hubungan Industrial.
    Dengan demikian maka kehidupan dalam hubungan industrial berjalan sesuai dengan nilai‐nilai budaya perusahaan tersebut.
    Dengan adanya pengaturan mengenai hal‐hal yang harus dilaksanakan oleh pekerja dan pengusaha dalam melaksanakan hubungan industrial, maka diharapkan terjadi hubungan yang harmonis dan kondusif. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sarana sebagaimana dimaksud dalam pasal 103 UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 bahwa hubungan industrial dilaksanakan melalui sarana sebagai berikut:
    A. Lembaga kerja sama Bipartit
    B. Lembaga kerja sama Tripartit
    C. Organisasi Pekerja atau Serikat Pekerja/Buruh
    D. Organisasi Pengusaha
    E. Lembaga keluh kesah & penyelesaian perselisihan hubungan industrial
    F. Peraturan Perusahaan
    Perjanjian Kerja Bersama