RSS
 

Kisi-Kisi UTS `14 MSDM Strategik

09 Apr
  1. Menjelasan ringkas tentang Manajemen Sumberdaya Manusia Stratejik dan berikan penjelasan pula keterkaitannya dengan  manajemen.
  2. MSDM stratejik harus menyajikan suatu kerangka yang mempersatukan hal yang luas sekali, berdasarkan pada kemungkinan dan bersifat integratif antara MSDM Stratejik dan bisnis Stratejik  “(Dyer dan Holder, 1988). Silakan saudara untuk menjelaskan pernyataan tersebut.
  3. Menjelasan ringkas, keterkaitan antara MSDM stratejik dengan performance organisasi, commitment, dan karakteristik organisasi.
  4. Apa sebenarnya fungsi dan peran MSDM Strategi bagi perkembangan organisasi?
  5. Memberikan komentar dari empat peran SDM sebagai rekanan bisnis seperti didefinisikan olel Morton (1999)berikut ini:

(1). Rekanan stratejik, mengelola sumber daya manusia stratejik, menggabungkan strategi SDM dan bisnis. (2). Agen perubahan, mengelola transformasi dan perubahan, menciptakan organisasi yang diperbaruhi. (3) Ahli adminitratif, mengelola infrastruktur perusahaan, rekayasa proses organisasi. (4) Pejuang karyawan, mengelola kontribusi karyawan, meningkatkan komitmen dan kapabilitas karyawan.

6. Memberikan pokok-pokok pikiran tugas kelompok

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Ariesta Carmelita

    September 26, 2014 at 11:15 am

    NAMA: Ariesta Carmelita
    NIM: 125030200111004
    MATA KULIAH: Hubungan Industrial kelas A

    RESUME HUBUNGAN INDUSTRIAL Pertemuan 1-3
    Pengantar
    Hubungan industrial dapat didefinisikan sebagai suatu hubungan formal antara kelompok manajemen dengan kelompok pekerja di dalam suatu organisasi, dengan menekankan konsep kesetaraan di dalamnya. Hubungan ini disebut formal jika hubungan tersebut terikat dalam suatu kontrak kerja secara tertulis.
    Sedangkan menurut UU tentang ketenagakerjaan, hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang/jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh dan pemerintah yang berdasarkan pada nilai-nilai pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
    Adanya istilah hubungan industrial didorong oleh beberapa perubahan politik, yang secara historis memiliki istilah yang berbeda-beda. Istilah tersebut antara lain:
    1. Hubungan perburuhan. Istilah ini hadir ketika teori sosial klasik masih didominasi oleh kekuatan pada pemegang modal, atau kapitalis. Pada masa ini, Hubungan perburuhan menggambarkan hubungan yang mekanistik antara majikan dan buruh.
    2. Hubungan kerja. Istilah hubungan kerja dapat digambarkan seperti hubungan antar kelompok manajemen yang masih dibatasi oleh tingkat kerja, yaitu antara manajer dengan karyawannya.
    3. Hubungan industrial. Istilah ini mengambarkan hubungan antar partner kerja di dalam lingkup organisasi industri. Sampai saat ini, para pakar politik masih membuat pembaharuan yang terkait dengan kesetaraan hubungan kerja yang dapat diciptakan dengan istilah-istilah yang lebih halus.

    Teori sosial klasik:
    1. Teori birokrasi oleh Max Weber,
    2. Teori pembagian kerja oleh Emile Durkeheim,
    3. Teori tentang Dialegtika, Kapitalisme, Proletarisme oleh Karl Marx.

    Istilah-istilah ketiga hubungan di atas didasari karena adanya organisasi serikat pekerja di tiap organisasi bisnis. Munculnya serikat pekerja tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa faktor:
    1. Dampak revolusi
    2. Perubahan sistim feodalisme statis menjadi hubungan emosional yang dinamis,
    3. Adanya gerakan pengembangan kemanusiaan/human movement,
    4. Perubahan produksi barang dan jasa dari perorangan manjadi/berpindah tangan ke industri
    Fungsi serikat pekerja yaitu untuk mewakili kebutuhan-kebutuhan pekerja untuk memenuhi haknya yang substansial, yaitu untuk turut sertamenumbuhkembangkan organisasi.

    Sarana Hubungan Industrial
    Di Indonesia, hubungan industrial dihubungkan dengan aspek pancasila. Hal tersebut bertujuan untuk:
    1. Mensukseskan pembangunan dalam rangka mengemban cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil dan makmur,
    2. Ikut berperan dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,
    3. Menciptakan ketenangan, ketentraman dan ketertiban kerja serta ketenangan usaha,
    4. Meningkatkan produksi dan produktivitas kerja, serta
    5. Meningkatkan kesejahteraan pekerja serta derajatnya sesuai dengan martabat manusia.

    Untuk menciptakan atau merealisasikan tujuan tersebut, maka diperlukanlah sarana-sarana hubungan industrial sebagai sarana utama terlaksananya hubungan industrial pancasila:
    1. Lembaga Kerjasama Bipartit
    Yaitu hubungan kerjasama antara pengusaha dengan para pekerja. Lembaga kerjasama bipartit dikembangkan dalam perusahaan agar komunikasi antara pihak pekerja dan pihak pengusaha selalu berjalan dengan lancar.
    2. Lembaga Kerjasama Tripartit
    Yaitu hubungan kerjasama/komunikasi antara pengusaha, pekerja dan pemerintah. Hubungan dengan pemerintah juga merupakan hal penting karena berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang akan mempengaruhi kepentingan satu sama lain, sehingga hubungan antara ketiganya perlu dikembangkan.
    3. Kesepakatan kerja bersama
    Merupakan sarana yang penting untuk mewujudkan suatu kesepakatan kerja secara bersama-sama mekalui proses musyawarah dan mufakat.
    4. Kelembagaan Penyelesaian Perselisihan Industrial
    Yaitu lembaga yang diberikan wewenang untuk menyelesaikan konflik industrial. Lembaga penyelesaian perselisihan industrisl yang baik akan dapat menyelesaikan perselisihan dengan cepat, adil, terarah dan efisien.
    5. Peraturan Perundangan Ketenagakerjaan
    Berfungsi melindungi pihak pekerja dari kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh pihak lainnya. Hal ini mencakup ketentuan sebelum bekerja, selama bekerja dan sesudah bekerja. Peraturan selama bekerja mencakup ketentuan jam kerja dan istirahat, pengupahan, perlindungan, penyelesaian perselisihan industrial dan lain-lain.