RSS
 

Soal UAS Seminar Manajemen Sumberdaya Manusia

16 Jan

Pilih salah satu soal studi kasus berikut. Silakan dikerjakan dengan ketentuan, jawaban soft copy diposting di blog ini lewat comment dan hard copy dikumpulkan di Bag Akademik gedung A lantai 1,  Sabtu tanggal 18 Januari 2014 jam 9.00. wib. tepat dengan menanda tangani presensi daftar hadir yang disediakan oleh petugas.

soal uas seminar msdm

soal uas seminar msdm 2

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Muhammad Dicky Afifi

    January 18, 2014 at 12:57 am

    NAMA : Muhammad Dicky Afifi
    NIM : 105030200111093
    UAS SEMINAR SDM
    KELAS : A

    Studi Kasus
    PARA MANAJER YANG MENGGUNAKAN HUKUMAN
    Sebagai seorang manajer penjualan untuk sebuah dealer mobil di New Jersey, Charles Park kadang kadang mengandalkan hukuman untuk mencoba meningkatkan kerja karyawannya. Misalnya, sekali waktu ia pernah berurusan dengan seorang tenaga penjual yang menghadapi bulan buruk. Park berbicara kepada karyawan tersebut mengenai apa yang dapat ia lakukan untuk membantunya menjual lebih banyak mobil. Tetapi setelah satu minggu berlalu tanpa penjualan dan terdapat penurunan sikap dari karyawan tersebut, Park berbicara secara langsung kepada karyawan tersebut. Ia berteriak pada karyawan tersebut, mengatakan padanya bahwa kinerjanya tidak dapat diterima, kemudian melemparkan sebuah penjepit buku padanya. Kata Park, “Saya telah berbicara kepadanya sebelumnya, mengatakan bahwa saya akan membantunya, tetapi ternyata kita harus melakukan sesuatu terhadap angka-angkanya. Pada hari saat saya melemparkan penjepit buku saya kepadanya, ia benar-benar menjual beberapa buah mobil.” Dan Park tidak menyesal mengenai perilakunya.”Saya selalu bersikap
    keras terhadap semua tenaga penjual saya, tetapi mereka tahu bahwa alasannnya adalah bahwa saya ingin mereka untuk melakukan lebih baik. Apakah saya berpikir hal tersebut selalu efektif? Tidak. Tetapi jika Anda melakukannya sekali-kali, ini berhasil.”
    Tampaknya Charles Park tidaklah sendiri. Ketika tekanan untuk mencapai angka-angka dan tenggat waktu yang sangat tinggi, beberapa manajer mengandalkan hukuman untuk mencoba memotivasi karyawan. Aubrey Daniels, seorang konsultan motivasi, mengatakan bahwa bila seorang manajer menghindari untuk mengatakan kepada karyawan bahwa terdapat konsekuensi-konsekuensi negative untuk kinerja yang buruk, hal tersebut dapat berbalik merugikan diri sendiri. “Penegasan positif adalah sesuatu yang harus didapatkan karyawan,” kata Daniels. Misalnya, Daniels menunjuk pada kasus-kasus di mana seorang tenaga penjual yang berkinerja tinggi menolak untuk melakukan pekerjaan administrasinya tetapi tetap mendapatkan banyak pujian dari atasannya karena angka-angkanya bagus. Banyak manajer masih mengandalkan ancaman untuk memotivasi karyawan: “ Lakukan atau Anda akan
    dipecat!” Terhadap beberapa karyawan, hal tersebut tampaknya berhasil. Rick Moyer, seorang manajer penjualan TuWay Wireless di Pennsylvania, menyatakan bahwa hukuman kadang-kadang dapat memberikan tendangan di pantat yang banyak dibutuhkan untuk para tenaga penjual yang kendur atau tidak sadar akan kinerja mereka yang buruk. Misalnya, ia memasang hasil-hasil individu pada pertemuan penjualannya meskipun ia tahu hal tersebut dapat memalukan bagi mereka yang memiliki angka rendah. Bagi beberapa orang, dipermalukan di depan publik dapat berhasil. Ia pernah mendapati satu dari perkawilan penjualnnya datang padanya dan mengatakan, “Saya merasa malu untuk datang ke pertemuan karena saya selalu berada di paling bawah. “ Karyawan mengajukan diri bahwa ia akan bekerja ekstra keras untuk memperbaiki rankingnya. Ia pun berhasil.

    Pertanyaan
    1. Kondisi-kondisi apakah, jika ada, yang menurut Anda membenarkan penggunaan hukuman?
    2. Apakah menurut Anda kebanyakan manajer menggunakan hukuman? Jika ya, mengapa?
    3. Apakah aspek negatif dari penggunaan hukuman? Dari penggunaan penegasan positif?
    4. Pernahkah Anda bekerja untuk seorang atasan yang menggunakan hukuman ? apakah respons perilaku Anda?

    Jawaban

    1.Menurut saya penggunaan hukuman yang tepat pada saat karyawan mengalami penurunan penjualan yang berlarut larut dan juga penurunan semangat kerja pada karyawan itu sendiri.Dengan memberikan hukuman di waktu tersebut maka akan membuat karyawan termotivasi untuk memberikan hasil yang maksimal dalam pekerjaan.Sehingga dapat menguntungkan perusahaan maupun pribadi karyawan tersebut.

    2.Iya,karena dengan hukuman bisa membuat dampak positif bagi kinerja karyawan itu.Tetapi pemberian hukuman harus melihat situasi dan kondisi yang ada.Apabila di depan publik atau di lihat banyak orang,harusnya dengan sedikit teguran agar tidak mempermalukan karyawan.Sebaiknya pemberian hukuman dilakukan di ruang yang tertutup dan tidak terdapat banyak orang,karena hukuman dapat mempengaruhi mental karyawan.Dan telah di sebut dalam kasus di atas bahwa karyawan yang mengalami hukuman berhasil bangkit dan dia mendapat ranking atas dalam pekerjaanya.

    3.Aspek negatif dari hukuman yang sering bisa menimbulkan pemberontakan dan menghancurkan hubungan antara manajer dengan karyawan. Karyawan akan menghindar dari manajer mereka. Mereka tidak akan memperoleh pelajaran tentang apa yang seharusnya mereka lakukan untuk menghindari masalah sejenis di kemudian hari. Serta dapat mempengaruhi pola pikir karyawan tentang diri mereka sendiri. Mereka tidak nyaman dengan diri sendiri setelah mendapat hukuman seperti dihina, diteriaki, atau dipukul oleh manajer.

    4.Belum pernah.Tetapi jika saya mendapat hukuman seperti itu saya akan melihat dari sisi positif dari pemberian hukuman tersebut dengan respon yang positif pula.

     
  2. LUCAS YOGA PRADYSTA

    January 18, 2014 at 1:53 am

    LUCAS YOGA PRADYSTA
    105030201111077
    KELAS A
    1. Kondisi-kondisi dimana karyawan tidak melakukan pekerjaan dengan baik, tidak sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ditetapkan dan juga disepakati sehingga dapat merugikan perusahan.
    2. Kebanyakan sih iya meskipun tidak selalu digunakan karena kebanyakan seseorang itu akan dapat bekerja semaksimal mungkin saat mendapat tekanan sehingga dia akan mengeluarkan semua kemampuan yang dia punya untuk mencapai apa yang dia inginkan atau untuk mempertahankan suatu hal yang dia harapkan. Tapi meskipun begitu kebanyakan pemimpin tidak langsung memberikan hukuman langsung tapi terlebih dahulu memberikan peringatan atau pun motivasi dalam meningkatkan kinerja karyawannya.
    3. Dampak negatif dari pemberian hukuman yaitu adanya tekanan pada diri karyawan, rasa malu, benci atau bisa jadi munculnya rasa dendam jika pada diri seseorang yang menerima hukuman tersebut jika seseorang tersebut tidak bisa menerima segi positifnya dalam pemberian hukuman tersebut. Maka dari itu penegasan positif lebih baik karena dengan penegasan positif karyawan akan lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik dan menghilangkan perilaku atau tindakan yang tidak baik.
    4. Belum pernah bekerja.

     
  3. naufal Samhan Muzakki

    January 18, 2014 at 1:58 am

    NAMA : Naufal Samhan Muzakki
    NIM : 105030204111014
    UAS SEMINAR SDM
    KELAS : A

    Studi Kasus
    PARA MANAJER YANG MENGGUNAKAN HUKUMAN
    Sebagai seorang manajer penjualan untuk sebuah dealer mobil di New Jersey, Charles Park kadang kadang mengandalkan hukuman untuk mencoba meningkatkan kerja karyawannya. Misalnya, sekali waktu ia pernah berurusan dengan seorang tenaga penjual yang menghadapi bulan buruk. Park berbicara kepada karyawan tersebut mengenai apa yang dapat ia lakukan untuk membantunya menjual lebih banyak mobil. Tetapi setelah satu minggu berlalu tanpa penjualan dan terdapat penurunan sikap dari karyawan tersebut, Park berbicara secara langsung kepada karyawan tersebut. Ia berteriak pada karyawan tersebut, mengatakan padanya bahwa kinerjanya tidak dapat diterima, kemudian melemparkan sebuah penjepit buku padanya. Kata Park, “Saya telah berbicara kepadanya sebelumnya, mengatakan bahwa saya akan membantunya, tetapi ternyata kita harus melakukan sesuatu terhadap angka-angkanya. Pada hari saat saya melemparkan penjepit buku saya kepadanya, ia benar-benar menjual beberapa buah mobil.” Dan Park tidak menyesal mengenai perilakunya.”Saya selalu bersikap
    keras terhadap semua tenaga penjual saya, tetapi mereka tahu bahwa alasannnya adalah bahwa saya ingin mereka untuk melakukan lebih baik. Apakah saya berpikir hal tersebut selalu efektif? Tidak. Tetapi jika Anda melakukannya sekali-kali, ini berhasil.”
    Tampaknya Charles Park tidaklah sendiri. Ketika tekanan untuk mencapai angka-angka dan tenggat waktu yang sangat tinggi, beberapa manajer mengandalkan hukuman untuk mencoba memotivasi karyawan. Aubrey Daniels, seorang konsultan motivasi, mengatakan bahwa bila seorang manajer menghindari untuk mengatakan kepada karyawan bahwa terdapat konsekuensi-konsekuensi negative untuk kinerja yang buruk, hal tersebut dapat berbalik merugikan diri sendiri. “Penegasan positif adalah sesuatu yang harus didapatkan karyawan,” kata Daniels. Misalnya, Daniels menunjuk pada kasus-kasus di mana seorang tenaga penjual yang berkinerja tinggi menolak untuk melakukan pekerjaan administrasinya tetapi tetap mendapatkan banyak pujian dari atasannya karena angka-angkanya bagus. Banyak manajer masih mengandalkan ancaman untuk memotivasi karyawan: “ Lakukan atau Anda akan dipecat!” Terhadap beberapa karyawan, hal tersebut tampaknya berhasil. Rick Moyer, seorang manajer penjualan TuWay Wireless di Pennsylvania, menyatakan bahwa hukuman kadang-kadang dapat memberikan tendangan di pantat yang banyak dibutuhkan untuk para tenaga penjual yang kendur atau tidak sadar akan kinerja mereka yang buruk. Misalnya, ia memasang hasil-hasil individu pada pertemuan penjualannya meskipun ia tahu hal tersebut dapat memalukan bagi mereka yang memiliki angka rendah. Bagi beberapa orang, dipermalukan di depan publik dapat berhasil. Ia pernah mendapati satu dari perkawilan penjualnnya datang padanya dan mengatakan, “Saya merasa malu untuk datang ke pertemuan karena saya selalu berada di paling bawah. “ Karyawan mengajukan diri bahwa ia akan bekerja ekstra keras untuk memperbaiki rankingnya. Ia pun berhasil.

    Pertanyaan
    1. Kondisi-kondisi apakah, jika ada, yang menurut Anda membenarkan penggunaan hukuman?
    2. Apakah menurut Anda kebanyakan manajer menggunakan hukuman? Jika ya, mengapa?
    3. Apakah aspek negatif dari penggunaan hukuman? Dari penggunaan penegasan positif?
    4. Pernahkah Anda bekerja untuk seorang atasan yang menggunakan hukuman ? apakah respons perilaku Anda?

    Jawaban

    1.Menurut pendapat saya penggunaan hukuman yang tepat itu dilaksanakan pada saat karyawan mengalami penurunan penjualan yang drastis dalam memasarkan produk perusahaan dia bekerja dan juga penurunan semangat kerja pada karyawan itu sendiri.Dengan memberikan hukuman di waktu tersebut maka akan membuat karyawan termotivasi untuk memberikan hasil yang maksimal dalam pekerjaan.Sehingga dapat menguntungkan perusahaan maupun pribadi karyawan tersebut. Maka dari itu perusahaan harus mampu memfasilitasi para karyawannya sebaik mungkin seperti memberi penghargaan apabila bekerja dengan baik ini akan meminimalis karyawan melanggar peraturan di suatu perusahaan.

    2.Iya,karena dengan hukuman bisa membuat dampak positif bagi kinerja karyawan itu.Tetapi pemberian hukuman harus melihat situasi dan kondisi yang ada.Apabila di depan publik atau di lihat banyak orang,harusnya dengan sedikit teguran agar tidak mempermalukan karyawan dan perusahaan itu sendiri.Sebaiknya pemberian hukuman dilakukan di ruang yang tertutup dan tidak terdapat banyak orang,karena hukuman dapat mempengaruhi mental karyawan.Dan telah disebut dalam kasus di atas bahwa karyawan yang mengalami hukuman berhasil bangkit dan dia mendapat ranking atas dalam pekerjaanya.

    3.Aspek negatif dari hukuman yang sering bisa menimbulkan pemberontakan dan menghancurkan hubungan antara manajer dengan karyawan. Karyawan akan menghindar dari manajer mereka. Mereka tidak akan memperoleh pelajaran tentang apa yang seharusnya mereka lakukan untuk menghindari masalah sejenis di kemudian hari. Serta dapat mempengaruhi pola pikir karyawan tentang diri mereka sendiri. Mereka tidak nyaman dengan diri sendiri setelah mendapat hukuman seperti dihina, diteriaki, atau dipukul oleh manajer.

    4.Belum pernah.Tetapi jika menurut pendapat saya seorang atasan di suatu perusahaan harus menegakkan tindakan tegas seperti hukuman ini disebabkan agar dalam bekerja karyawan tidak se enaknya sendiri dalam bekerja. Dengan menegakkan hukuman seperti ini karyawan akan bekerja sungguh – sungguh agar tidak terkena hukuman seperti contoh dipecat oleh atasannya agar kinerjanya tidak memenuhi target perusahaan itu

     
  4. Kenda Shaylendra

    January 18, 2014 at 4:17 am

    Nama: Kenda Laksa Shaylendra
    NIM : 105030205111003
    “Menggabungkan Budaya Organisasi yang Berbeda”
    1.Coba gambarkan bagaimana masalah analisis sumber daya manusia seharusnya dilakukan jauh sebelum dilakukan merger Apria.
    Jawab:
    Sebelum perusahaan Homedco dan Abbey Healthcare melakukan merger dengan menciptakan perusahaan besar bernama Apria Healthcare Group, seharusnya mereka menganalisis terlebih dahulu sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan tersebut. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi konflik yang mungkin terjadi setelah adanya merger. Selain itu mereka juga harus memikirkan adanya perbedaan budaya organisasi di kedua perusahaan tersebut. Tampak nyata dari semula bahwa kedua perusahaan tersebut memiliki budaya organisasi yang berbeda. Homedco memiliki struktur yang lebih formal dengan pembuatan keputusan yang lebih terpusat, sedangkan Abbey Healthcare pembuatan keputusan bersifat desentralisasi dan manajer cabang mempunyai wewenang yang sangat besar
    Dalam kasus tersebut analisis yang mungkin dapat dilakukan oleh perusahan Homedco maupun Abbey Healthcare adalah dengan menempatkan Uji Tuntas Budaya (cultural due diligence) sebagai salah satu perangkat uji kelayakan dalam proses merger. Uji Tuntas Budaya akan membantu masing-masing pihak untuk melihat berbagai persoalan berkaitan pengelolaan sumber daya manusia dan potensi benturan-benturan yang mungkin terjadi pada saat merger.

    2.Dengan adanya masalah yang dialami baik Key Corp. maupun Apria, tindakan apa yang dapat diambil untuk mulai menciptakan budaya organisasi yang baik?
    Jawab :
    Menciptakan budaya organisasi adalah dengan upaya penanaman nilai-nilai budaya dalam manajemen atau administrasi. Dari masalah yang dialami oleh key Corp. maupun Apria, tindakan yang diambil untuk memulai menciptakan budaya organisasi yang lebih baik adalah dengan cara antara lain:
    1. Merubah struktur organisasi yang benar sesuai dengan tuntutan/tujuan dan sebagai strategi.
    2. Melakukan manajemen secara horisontal, lebih banyak yang bersifat kerjasama/koordinasi.
    3. Memberikan pelayanan atas dasar strategi yang baik.
    4. Interaksi atau pergaulan atas dasar silih asih, asah dan asuh.
    5. Membuang budaya yang negatif dan memasukan nilai-nilai baru.
    6. Orientasi kerja pada peningkatan kualitas.
    7. Mengembangkan upaya kemitraan/partnership.
    8. Melakukan gaya kepemimpinan dengan keteladanan
    9. Manajemen/administrasi dengan melakukan penyempurnaan terus menerus.

     
  5. Fahmi Zulfa Lailatul F.

    January 18, 2014 at 6:07 am

    Nama : Fahmi Zulfa Lailatul F.
    Nim : 105030207111075

    1.Kondisi-kondisi apakah, jika ada yang membenarkan menggunakan penggunaan hukuman?
    Ketika seorang karyawan melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan perusahaan dan karyawan tersebut telah mendapatkan peringatan namun karyawan itu tidak menghiraukan peringatan yang diberikan perusahaan, dan tetap melanggar peraturan.Karyawan yang seperti itu berhak mendapatkan hukuman, agar jera dan tidak akan mengulanginya lagi. Kondisi kedua ketika terjadi penurunan karyawan yang sangat a merugikan perusahaan, karyawan ini perlu mendapat hukuman untuk meningkatkan motivasinya. Dan kondisi ketiga ketika karyawan terlibat kasus kriminal atau kasus yang berurusan dengan hukum, Jika seorang karyawan yang terlibat dengan hukum, perusahaan harus member hukuman yang tegas pula pada karyawan tersebut, hal itu selain untuk memberikan efek jera juga berguna untuk menjaga nama baik perusahaan.

    2.Apakah menurut anda kebanyakan manajer menggunakan hukuman?jika ya, mengapa?
    Menurut saya iya kebanyakan manajer menggunakan hukuman namun dalam kondisi-kondisi tertentu. Kondisi ketika seorang karyawan pantas diberi hukuman, dan ada kriteria tertentu untuk karyawan yang diberi hukuman. Hukuman tidak diberikan kepada karyawan yang melakukan kesalahan kecil. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi terjadinya pelanggaran peraturan perusahaan. Selain itu hukuman juga berfungsi sebagai motivasi bagi karyawan.

    3.Apakah aspek negatiif dari penggunaan hukuman? Dari penegasan positif?
    Aspek negatif dari penggunaan hukuman yaitu karyawan akan merasa tertekan ketika seorang manajer terlalu sering memberi hukuman. Karyawan yang bekerja di bawah tekanan tidak dapat bekerja dengan maksimal, sehingga dapat berpengaruh terhadap kinerjanya. Sedangakan aspek negative dari penegasan positif yaitu karyawan akan meremehkan pekerjaannya, karena terlalu sering mendapatkan pujian.

    4.Pernahkah anda bekerja untuk seorang atasan yang menggunakan hukuman?Apakah respons perilaku anda?
    Tidak pernah, Andai saya bekerja dengan seorang atasan yang menggunakan hukuman mungkin saya akan mengikuti peraturan dari manajer tersebut agar tidak mendapatkan hukuman. Namun apabila manajer tersebut terlalu sering menggunakan hukuman saya akan melakukan protes atau memberontak.

     
  6. HUSIN

    January 18, 2014 at 6:51 am

    NAMA : HUSIN
    NIM : 105030200111120
    KELAS : A

    KASUS 2
    1.Kondisi kondisi apakah,jika ada yang menurut anda membenarkan penggunaan hukum ?
    menurut saya kondisi yang dibenarkan untuk menggunakan hukuman adalah kondisi dimana apabila ada seorang karyawan yang melakukan sesuatu dan dari sesuatu itu mempunyai dampak negatif yang besar bagi perusahaan.misalnya ada karyawan yang ceroboh dalam bekerja dan dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
    2.apakah menurut anda kebanyakan manager menggunakan hukuman ? jika iya mengapa ?
    menurut saya tidak,karena manager yang baik adalah yang bisa menyelesaikan masalah tanpa perlu hukuman.jikalau ada pasti karyawan yang diberi hukuman itu adalah karyawan yang telah melakukan kesalahan besar karena jika kesalahannya masih bisa ditolerir maka tidak perlu hukuman hanya perlu peringatan saja
    3.apakah aspek negatif dari penggunaan hukuman ?
    aspek negatif dari penggunaan hukuman adalah ditakutkan karyawan yang menerima hukuman merasa tersinggung dan apabila karyawan tersebut tersinggung,maka bukan peningkatan kinerja yang didapat perusahaan,malah kinerjanya akan semakin menurun karena si karyawan merasa tersinggung.
    4.pernahkah anda bekerja untuk seorang atasan yang menggunakan hukuman ? apa respons perilaku anda?
    tidak pernah pak

     
  7. Fajar Setiawan

    January 18, 2014 at 7:25 am

    Fajar Setiawan
    105030207111029
    Kelas A
    Kasus 2

    1.Kondisi-kondisi apakah, jika ada, yang menurut anda membenarkan penggunaan hukuman?
    Ketika karyawan melakukan sebuah kesalahan atau melakukan pelanggaran dalam bekerja yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Hukuman merupakan indicator untuk mengontrol suatu kinerja karyawan agar karyawan dapat termotivasi dan mampu untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan demikian tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai dengan maksimal. Dan tidak terjadi banyak kesalahan dan masalah-masalah yang timbul. Banyak faktor yang mebuat hukuman itu diterapkan yaitu, kinerja karyawan tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan, karyawan tidak disiplin dalam bekerja seperti sering tidak tepat waktu dalam bekerja, lalai akan tugas-tugas yang sudah disusun dan direncanakan.

    2.Apakah menurut anda kebanyakan manajer menggunakan hukuman? Jika ya, mengapa?
    Seperti yang telah disebutkan pada soal pertama bahwa hukuman merupakan indicator untuk mengontrol suatu kinerja karyawan, jadi memang benar kebanyakan manajer menggunakan hukuman, karena hal ini dirasa paling efektif dan sangat berpengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan, karena karyawan akan termotivasi agar tidak terkena hukuman dan saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik agar tidak tidak terlihat rendah oleh yang lain. Itulah kenapa manajer mengandalkan hukuman sebagai alat untuk mengukur keefektifan kinerja

    3.Apakah aspek negative dari penggunaan hukuman? Dari penggunaan penegasan positif?
    Hukuman memberikan dampak positif juga dampak negative. Pada aspek negatifnya yaitu membuat hubungan antara manajer dan karyawan menjadi kurang harmonis, karyawan merasa tertekan dalam bekerja, motivasi kerjanya pun menjadi menurun, misal banyak absen kerja. Namun aspek positifnya yaitu karyawan menjadi lebih berhati-hati dalam bekerja, mereka lebih focus apa yang dihadapi agar terhindar dari sebuah kesalahan, memiliki kesadaran dan kedisiplinan sangat tinggi,

    4.Pernakah anda bekerja untuk seorang atasan yang menggunakan hukuman? Apakah respons perilaku anda?
    Belum pernah, tetapi misal saya bekerja untuk seorang atasan yang menggunakan hukuman maka pasti sedikit kesal dan tertekan namun kembali lagi pada pokok permasalahan, dari situ aku lebih terpacu dan lebih berhati-hati dalam bekerja agar tidak terkena hukuman, selain itu hukuman sepenuhnya bukan ancaman namun hanyalah sebuah indicator untuk mengontrol kesalahan-kesalahan saya agar kinerja lebih sempurna.

     
  8. Bagus wahyu heryanto

    January 18, 2014 at 7:35 am

    NAMA : Bagus Wahyu Heryanto
    NIM : 105030207111086
    KELAS : A
    KASUS : 2
    1. Hukuman dapat diberlakukan jika seorang pegawai melanggar peraturan tidak jujur, datang terlambat, membuat kerusuhan di kantor maka pemimpin harus memberikan tindakan hukuman untuk pegawai tersebut. Jadi pegawai tersebut harus dihukum untuk menghindari perilaku yg sama. Oleh karena itu penggunakan hukuman di kantor dapat membantu pemimpin perusahaan biasa memperkecil pelanggaran di dalam perusahaan.
    2. Menurut saya manajer memamng bias memberikan hukuman bagi karyawan yg melanggar peraturan yang sudah di buat dan berfungsi sebagai alat pengendali agar suatu kinerja dalam organisasi dapat berjalan dengan baik. Karena dengan manajer memberikan hukuman secara langsung kinerja karyawan akan meningkat.
    3. Penggunaan hukuman pada karyawan biasanya merasa tertuntut dan termotivasi agar lebih bersemangat dan lebih baik melaksanakannya namun dalam menggunakan penegasan negative kondisi lain karyawan justru kadang merasa tertekan, dan membuat semakin tidak fokus dalam melakukan pekerjaanya.
    4. Tidak pernah

     
  9. Akmal Nur Giriyanto

    February 24, 2014 at 8:38 am

    Kelompok 1 MSDM G Senin 6.30