RSS
 

Seminar Manajemen Sumberdaya Manusia, UAS,

09 Jun

UAS seminar msdm

 

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. winda kusuma wardhani

    June 13, 2013 at 11:52 pm

    nama : Winda Kusuma Wardhani
    nim : 105030204111015
    kelas A
    1. Keuntungan dalam tes penilaian seleksi “hari kerja”
    a. Dijelaskan dalam kasus bahwa para pelamar bekerja dalam sebuah simulasi cara menyusun/memasang bagian-bagian mesin selama empat jam dan kemudian menghabiskan waktu beberapa jam memeriksa suku cadang yang cacat. Sehingga para pelamar mendapatkan tes dalam bentuk situasi pekerjaan seperti yang sebenarnya. Sehingga perekrutan dapat berjalan dengan efisien dan optimal, karena kemampuan pelamar dapat diuji dalam hal pemecahan masalah keterampilan, kemampuan mereka untuk mengikuti instruksi sederhana, dan bagaimana mereka bekerja dengan tim. Selain itu dengan simulasi tersebut para pelamar dapat diuji ketangkasan manual dan keterampilan spasialnya.
    b. Peserta pelamar dapat berpartisipasi dalam sesi pemecahan masalah dan melakukan tes-tes tertulis. Dengan adanya tes tulis perusahaan dapat mengevaluasi dan menginformasi kesimpulan yang meliputi hal-hal apa saja pada tes tertulis tersebut, sehingga perusahaan mengetahui mana pelamar yang perlu dipertahankan dan layak diberikan kesempatan kerja.
    Kerugian dalam tes penilaian seleksi “hari kerja”
    a. Diterangkan dalam kasus bahwa tes ini merupakan bagian yang paling meletihkan dari proses perekrutan yang dapat memakan waktu berbulan-bulan, namun tidak adanya jaminan bahwa mereka akan mendapatkan pekerjaan di perusahaan itu, sehingga dapat membuang-buang waktu dan biaya.
    2. Ketika menggunakan tim untuk mewawancarai para pelamar, seperti yang dilakukan Carrier Corporation, problem-problem potensial yang dapat muncul dengan penggunaan prediktor yang tidak valid dan reabilitas interrater adalah :
    - Dengan menggunakan teknik wawancara perusahaan belum tentu menerima karyawan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan, karena denagn proses wawancara jawaban dari pelamar tersebut belum tentu sesuai dengan kemampuannya.
    - Karena tidak sesuainya tenaga kerja yang diterima menyebabkan proses rekruitment yang tidak berhasil dan memungkinkan terjadinya rekruitment ulang
    Dengan pernyataan adanya enam minggu kursus bahkan sebelum dipertimbangkan untuk bekerja serta proses seleksi yang membuang 15 dari setiap 16 orang pelamar maka terdapat kemungkinan terjadinya konflik antara calon pelamar dengan perusahaan akan menimbulkan problem bagi perusahaan maupun karyawan. Karena belum adanya kepastian apabila pelamar itu akan diterima dalam perusahaan itu, sedangkan mereka telah merelakan kursus selama 6 minggu dan kesempatan mereka hanya sedikit, hanya 1 dari 16 peserta yang akan diterima, hal tersebut berarti bahwa para pelamar harus menyita waktu, tenaga dan biaya lebih banyak namun belum adanya kepastian bahwa mereka akan diterima dalam perusahaan tersebut atau tidak.

     
  2. RIZKY JANUARISTA

    June 14, 2013 at 12:11 am

    Nama : Rizky Januarista
    NIM : 105030201111051
    Mata kuliah/kelas : Seminar MSDM/Kelas A
    Pertanyaan :
    1. Berikan keuntungan-keuntungan dan kerugian-kerugian sehubungan dengan pendekatan “Hari Kerja” Toyota
    2. Ketika menggunakan tim untuk mewawancarai para pelamar, seperti yang dilakukan Carrier Corporation, problem-problem potensial apa yang dapat muncul dengan penggunaan prediktor yang tidak valid dan reabilitas interrater?
    Jawaban :
    1. –Keuntungan yang sehubungan dengan pendekatan “Hari Kerja” Toyota :
    a. Perusahaan dapat memilih secara detail pelamar-pelamar yang dibutuhkan.
    b. Para pelamar dapat memperoleh pelatihan kerja dalam pendekatan “Hari Kerja” Toyota.
    c. Para pelamar dapat membantu kinerja perusahaan dalam pendekatan ini.
    d. Perusahaan dapat mengerti secara langsung kinerja pelamar itu sendiri, agar mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
    –Kerugian yang diperoleh dari pendekatan “Hari Kerja” Toyota :
    a. Prosesnya memerlukan banyak waktu.
    b. Prosesi tes penilaian seleksi yang sangat meletihkan.
    c. Tes penilaian yang membutuhkan banyak dana juga didalamnya.
    d. Tidak adanya keseimbangan sosial didalam prosesi ini dikarenakan tidak adanya upah/gaji kepada pelamar akan kerja yang mereka lakukan dalam tes penilaian ini.

    2. Problem-problem potensial yang muncul dengan penggunaan prediktor yang tidak valid dan reabilitas interrater adalah sebagai berikut :
    Tim manager belum mengetahui pasti kemampuan yang dimiliki oleh pelamar, karena pelamar sejatinya masih dalam proses kursus dalam tahap ini. Kursus yang dilakukan oleh Carrier Corporation merupakan suatu predictor yang masih belum valid, karena proses ini masih merupakan tahap pembelajaran dan pengenalan akan sistematika kinerja di Carrier Corporation, Sehingga kemampuan yang dimiliki oleh pelamar masih sulit diterka oleh Tim Manager, meskipun di akhir tes terdapat prosesi wawancara. Akibatnya hasil dari perekrutan tenaga kerja akan tidak tepat sasaran karena adanya penggunaan predictor yang masih belum valid tersebut.

     
  3. ARNOLD JASSEN WIJAYA 105030200111032

    June 14, 2013 at 12:36 am

    Nama : Arnold Jassen Wijaya
    NIM : 105030200111032
    Matkul : Seminar MSDM
    Kelas : A

    Jawaban :
    1.Keuntungan :
    •Toyota akan mendapatkan tenaga kerja yang benar-benar berkualitas karena proses seleksi yang sangat ketat dan selektif.
    Kerugian :
    •Toyota akan menghabiskan banyak dana dan waktu karena proses seleksi yang cukup lama.

    2.Problem yang dihadapi dengan penggunaan prediktor yang tidak valid dan reabilitas interrater:
    •Proses perekrutan tidak dapat berjalan dengan maksimal karena penggunaan predictor yang tidak valid ini sehingga pelamar yang didapat belum sesuai kriteria perusahaan.
    •Pelamar harus mengambil enam minggu kursus yang terdiri dari lima malam seminggu selama tiga jam, dengan beberapa ekstra pada Hari Sabtu tetapi tidak menjamin mereka akan diterima kerja.

     
  4. Nama : Cintya Windriya Wanodya NIM : 105030201111111 Seminar MSDM kelas A

    June 14, 2013 at 1:13 am

    1. Keuntungan-keuntungan dan kerugian-kerugian sehubungan dengan pendekatan “Hari Kerja” Toyota

    Keuntungan :

    - Dengan proses rekrutitmen yang selektif, perusahaan toyota memperoleh tenaga kerja dengan kualitas terbaik

    - Dengan berpartisipasi dalam sesi pemecahan masalah dan melakukan tes-tes tertulis perusahaan dapat menguji kemampuan akademiknya

    - Dengan adanya simulasi cara menyusun/memasang bagian-bagian mesin selama empat jam dan kemudian menghabiskan waktu beberapa jam memeriksa suku cadang yang cacat perusahaan dapat mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

    - Perusahaan melakukan penilian kepada calon pekerja yang disiplin dengan cara melihat ketepatan waktu pekerja dalam menyelesaikan tugas perusahaan

    - Setelah pelamar yang telah diterima perusahaan tidak perlu mendapatkan pelatihan kembali untuk memasang/menyusun atau bagaimana memeriksa suku cadang yang cacat

    Kerugian :

    - Proses perekrutan yang di lakukan membutuhkan waktu berbulan – bulan

    - Proses seleksi yang lama tentunya dapat berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam sebuah simulasi cara menyusun atau memasang bagian-bagian mesin yang membutuhkan berbagai macam jumlah alat dan waktu yang dipakai hanya untuk proses seleksi bukan untuk bekerja.

    - Para pelamar telah melakukan prosedur atau pekerjaan, tetapi tidak ada jaminan bahwa mereka akan mendapatkan pekerjaan di Carrier Corporation

    - Kegiatan para pelamar dapat mengganggu karyawan lainnya saat melakukan simulasi

    - Para pelamar yang telah memiliki ilmu yang telah di bekali saat simulasi, dapat mengaplikasikannya di perusahaan lain

    2. Problem-problem potensial yang dapat muncul dengan penggunaan prediktor yang tidak valid dan reabilitas interrate

    a. Jumlah karyawan yang diterima hanya satu dari 16 pendaftar yang telah terpilih tersebut tidak bisa menjadi jaminan bahwa ia akan bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan
    b. Para pelamar yang belum di rekrut tidak di bayar dan tidak memiliki jaminan akan di rekrut
    c. Kemungkinan terjadi rekruitmen ulang karena tenaga kerja tidak sesuai degan standart perusahaan

     
  5. silfia febrianti

    June 14, 2013 at 1:21 am

    NAMA: Silfia febrianti
    NIM: 105030201111076
    kelas: Seminar MSDM Kelas A

    1.Kasus pada pabrik Toyota di Kentucky dan Viriginia Barat, mereka melakukan penilaian seleksi dengan istilah “hari kerja”. Kegiatan tersebut didesain untuk merekrut orang-orang yang nantinya akan dipekerjakan sebagai pekerja di Toyota. Seleksi ini merupakan tes seleksi yang sangat meletihkan bagi pekerja karena hari kerja dilakukan secara teratur. Mulai dari pagi para pelamar bekerja dalam sebuah simulasi cara menyusun/memasang bagian-bagian mesin selama empat jam dan kemudian menghabiskan waktu beberapa jam memeriksa suku cadang yang cacat. Mereka juga berpartisipasi dalam sesi pemecahan masalah dan melakukan tes-tes tertulis.
    Menurut teori yang dikemukakan oleh Simamora (1997:332) dan Rivai (2002:170) dalam Meldona (2009:157), seleksi adalah proses dengannya perusahaan dapat memilih dari sekelompok pelamar yang paling memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada saat ini. Prosesnya dimulai ketika pelamar melamar kerja dan diakhiri dengan keputusan penerimaan. Toyota melakukan seleksi dengan memilih para pelamar yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh perusahaan dengan tujuan mendapatkan sumber daya manusia yang kompeten melalui seleksi “Hari Kerja” tersebut. Dalam seleksi tersebut juga terdapat beberapa keuntungan dan kerugiannya, keuntungan dari seleksi tersebut antara lain:
    •perusahaan akan mendapatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas,
    •Tidak terlalu membutuhkan biaya untuk mengadakan pelatihan kembali bagi pekerja karena para pekerja telah dianggap mampu setelah melalui tahap simulasi kerja tersebut.
    •Bagi pekerja memudahkan mereka dalam bekerja kerena sebelumnya mereka telah mendapatkan bekal kemampuan dan pengalaman, disamping itu para pekerja dapat dengan mudah menyesuaikan kondisi lingkungan kerja dan budaya organisasinya kerena mereka telah beradaptasi sebelumnya melalui tahap seleksi tersebut. Sedangkan kerugiannya dari seleksi ini antara lain:
    •Bagi perusahaan yakni memakan waktu lama dan biaya yang tidak murah apabila dalam seleksi tersebut tidak mendapatkan Sumber Daya Manusia yang dikriteriakan maka akan berdampak pada kerugian perusahaan
    •Bagi para pekerja secara tidak langsung tenaga dan pikiran calon karyawan tereksploitasi dengan kegiatan yang padat sedangkan mereka tidak diberikan kepastian dalam penerimaan tersebut.

    2.Menurut simamora (1996:262) dalam Meldona, SE., MM., Ak. (2009:183) menjelaskan bahwa untuk menyusun sistem seleksi yang efektif dengan memilih tahap-tahap tes tertentu dapat mempertimbangkan pada: validitas, keandalan (reliabilitas), biaya, dan kemudahan pelaksanaan. Validitas adalah tingkat di mana alat ukur dapat mengukur apa yang ingin diukur, atau tingkat di mana prediktor mempunyai korelasi dengan kriteria. Prediktor disini sebagai jenis informasi yang dikumpulkan dalam proses seleksi, seperti data lamaran kerja, data wawancara, nila tes, dan data pemeriksaan fisik. Terdapat lima cara untuk mengevaluasi validitas teknik seleksi:
    •Validitas prediktif (prediktive validity)
    •Validitas bersamaan (concurent validity)
    •Validitas isi (content validity)
    •Validitas gagasan (construct validity)
    •Validitas sintetik (synthetic validity)
    Dalam Carrier Corporation, jika seseorang menginginkan pekerjaan disana, maka orang tersebut harus melengkapi enam minggu kursus sebagai pertimbangan guna mendapatkan tenaga kerja yang memiliki kualitas terbaik. Dalam tahap seleksi tersebut para pelamar diwawancarai oleh para manajer dan bagi pelamar yang memiliki hasil wawancara yang memuaskan mengambil enam minggu kursus yang terdiri dari lima malam seminggu selama tiga jam, dengan beberapa ekstra pada Hari Sabtu. Para perserta akan mendapatkan pelatihan dari pihak Carrier Corporation serta ikut serta dalam pemecahan masalah. Pada akhir kursus tersebut, para pelamar belum direkrut (atau dibayar) dan tidak memiliki jaminan bahwa mereka akan direkrut. Namun tidak berlaku pada Lincoln Electronic mereka masih memiliki posisi-posisi yang kosong yang perlu diisi. Sangat sedikit dari mereka yang melamar pada Lincoln Electronic.

    Dalam kasus Carrier Corporation perusahaan menggunakan validitas prediktif dimana dalam evaluasinya menggunakan skor-skor yang diperoleh dari sampel pelamar. Yang diambil dari beberapa pelamar yang dijadikan sampel dianalisa tingkat korelasinya dengan ukuran-ukran kinerja yang bersangkutan melalui kursus yang diadakan oleh Carrier Corporation. Dalam hal ini ada proses menunggu, dari sampel karyawan diterima, bekerja dan menunjukkan kinerjanya sehingga para pelamar tidak langsung diterima sebagai karyawan. Dalam proses wawancara terdapat beberapa problem-problem potensial yang muncul dengan penggunaan prediktor yang tidak valid dan reabilitas interrater yakni
    • Penggunaan predator yang tidak valid akan mempengaruhi hasil akhir atau tujuan perusahaan. Perusahaan tidak mendapatkan pekerja yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan sehingga berpengaruh terhadap kekosongan posisi akibatnya banyak posisi yang tidak terisi dan akhirnya terjadi kekurangan pekerja. Bukti dari hal ini masih banyaknya kekosongan posisi di Lincoln Electronic yang menunjukkan ketidak validan dalam tim Prediktor carrier Corporation.
    •Dalam pencapaian tujuan supaya hasil akhir valid maka perlu di lakukan Uji interrater reliability yang merupakan jenis uji yang digunakan untuk menyamakan persepsi yakni antara peneliti (Carrier Corporation) dan si pegumpul data (Lincoln Electronic). Pengukuran ini akan memberikan hasil yang stabil dan konsisten dengan pengecekan melalui fluktuasi waktu, peranan yang dimainkan oleh pemeriksa ataupun prosedur pemeriksaan yang berbeda serta pemilihan item-item tes yang lebih berbobot dan berkualitas.

     
    • M ZAKKI IBRAHIM

      June 14, 2013 at 8:12 am

      Muhammad Zakki Ibrahim
      105030200111102

      1. Keuntungan : Dalam proses seleksi yang dinamakan “Hari Kerja” para pelamar terjun secara langsung dalam kegiatan kerja, perusahaan sangatlah diuntungkan dengan adanya hal ini karena pihak manager personalia sebagai penilai pelamar dapat mengamati dan menilai secara langsung kepribadian, kemampuan, soft skill, dan intelektual para pelamar.
      Kerugian : Menurut saya kerugian yang harus ditanggung oleh pihak perusahaan dalam proses seleksinya yang dinamakan “Hari Kerja” adalah biaya dan waktu, perusahaan harusnlah mengeluarkan sejumlah biaya untuk program program yang berhubungan dengan kegiatan calon pelamar yang memakan waktu berbulan-bulan.
      2. Problem yang muncul ketika menggunakan prediktor yang tidak valid adalah kurang akuratnya data yang didapat dari penilaian seorang calon pelamar dikarenakan pelamar menunjukkan sikap yang tidak sesuai dengan kenyataanya karena tidak konsistennya pihak penilai (reabilitas inter ater)

       
  6. Poppy Nikita Yudha

    June 14, 2013 at 1:44 am

    Nama: Poppy Nikita Yudha
    NIM: 105030200111060
    Kelas: A

    1. Keuntungan yang didapat perusahaan Toyota dengan pendekatan “Hari Kerja” adalah :
    • Karyawan yang akan dipekerjakan akan lebih familiar dengan perusahaan, baik dari segi latar belakang pewrusahaan, visi dan misi perusahaan, dan budaya-budaya yang ada pada perusahaan, karena diperlakukan seperti hari kerja pada perusahaan itu sendiri.
    • Karyawan yang akan dipekerjakan juga lebih memahami apa yang akan menjadi tugasnya (memahami job descripotion dan job specification). Selain itu calon karyawan juga akan memahami dan mempelajari masalah0-masalh atau tantangan-tantangan yang akan dihadapi apabila telah bekerja nanti dan bagaimana cara menyeleseikannyta. Karena Toyota juga mengikutsertakan mereka dalam sesi pemecahan masalah.
    • Meningkatkan motivasi karyawan karena telah mengetahui dan terbiasa melakukan pekerjaan yang akan dihadapi maka calon karyawan tersebut dengan sendirinya akan termotivasi untuk bekerja dengan baik serta meningkatkan kemampuannya agar dapat memberikan kinerja yang maksimal sehingga dapat dipekerjakan di Toyota.
    • Biaya rekruitmen dan pelatihan akan lebih renda karena proses rekruitmen tidak dilakukan diluar kegiatan perusahaan melainkan calon karyawan diterjunkan langsung kedalam kegiatan perusahaan itu sendiri sehingga tidak mengganggu kegiatan perusahaan itu sendiri.
    • Perusahaan tidak perlu melakukan pelatihan lagi setelah karyawan diterima karena perusahaan dapat melihat langsung kemampuan dan keahlian calon karyawan. Dengan demikian maka Toyota dapat menghemat waktu dan biaya namun dapat melakukan penilaian kemampuan dan keahlian dengan lebih tepat.

    Kerugian yang dialami Toyota adalah :
    • Kaerna tidak adanya proses wawancara maka perusahaan akan kesulitan menilai sejauh mana wawasan calon karyawan, dari segi psikologi perusahaan juga akan menemui kesulitan dalam penilaian karena yang lebih dilihat adalah skill dan ability calon karyawan, sedangkan hal-hal seperti kejujuran, kesetiaan (loyal) pada perusahaan tidak terlihat. Selain itu aspek kesehatan juga tidak dinilai secara maksimal karena tidak adanya tes kesehatan sedangkan pekerjaan di Toyota tergolong pekerjaan berat.
    • Apabila tidak siap menghadapi pekerjaan secara langsung maka akan banyak calon karyawan yang gagal, karena tidak memungkiri beberapa orang memerlukan pelatihan terlebih dahulu untuk memahami dan menguasai pekerjaannya.
    • Toyota juga akan menghadapi resiko adanya kesalahan-kesalahan teknis pada pengerjaan mesin dan suku cadang karena mempekerjakan orang-orang baru yang belum menjadi karyawannya.
    • Tidak dapat selalu memberikan prespektif baru di perusahaan karena proses seleksi dilakukan dengan cara yang sama secara terus-menerus sehingga meminimalkan perusahaan untuk mendapatkan bakat-bakat baru yang mungkin dapat memberi keuntungan bagi perusahaan.

    2. Problem-problem potensial yang dapat muncul dengan penggunaan Prediktor yang tidak valid dan Reabilitas Interrater :
    • Pewawancara akan kesulitan menentukan standart yang dibebankan kepada calon karuyawan yang akan diwawancara secara sama rata.
    • Keefektifan wawancara rendah karena seringkali pewawancara tidak pernah mempelajari bagaimana teknik-teknik dan aturan dalam mewawancara.
    • Adanya kemungkinan ketidakterbukaan pelamar (pelamar berusaha menutupi hal-hal tertentu) atau pelamar akan menjawab pertanyaan sesuai apa yang dibutuhkan oleh pewawancara namun tanpa berdasarkan kenyataan.
    • Muncul kemungkinan peewawancara hanya menilai berdasarkan penampilan luarnya saja, sedangkan pada umumnya pelamar tentu lebih mempersiapkan penampilan luarnya sebelum wawancara. Dengan hal ini maka pengetahuan dan kemampuan pelamar yang menjadi hal paling utama akan terabaikan.
    • Tentu saja pada akhirnya perusahaan memperoleh karyawan yang tidak memiliki kemampuan sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan, yang pada akhirnya akan menghambat perusahaan dalam mencapai tujuan dan merugikan perusahaan itu sendiri.

     
  7. RIZKI AMANDA PUSPITASARI

    June 14, 2013 at 7:02 am

    NAMA :RIZKI AMANDA P
    NIM : 105030200111055

    1. KEUNTUNGAN – KEUNTUNGAN, SEHUBUNGAN DENGAN PENDEKATAN “ HARI KERJA “ TOYOTA
    a. karyawan yang terpilih nantinya memiliki kemampuan dan kualitas kerja yang mumpuni serta dapat dipercaya oleh perusahaan.
    b. pelamar memiliki perbekalan ilmu yang bermanfaat jika nantinya diterima di perusahaan.
    c. perusahaan dapat mengetahui potensi yang ada pada diri pelamar dari segi wawasan dilihat dari hasil tes tulis serta sesi pemecahan masalah.
    d. perusahaan benar – benar dapat mendeteksi kemampuan masing – masing pelamar secara detail dan akurat dilihat dari hasil proses rekruitmen yang panjang dan bertahap.
    e. karyawan yang terpilih menjadi lebih percaya diri ketika mulai bekerja di perusahaan.

    KERUGIAN – KERUGIAN, SEHUBUNGAN DENGAN PENDEKATAN “ HARI KERJA “ TOYOTA
    a. Pendekatan “ Hari Kerja “ memakan waktu yang lama dan memakan biaya yang banyak.
    b. kemungkinan pelamar yang tidak terekrut dapat membocorkan informasi mengenai TOYOTA ke pihak kompetitor
    c. pendekatan seperti ini dirasa kurang tepat sasaran, apabila dalam penerapanya lowongan yang ada di perusahaan, apa pun itu jabatanya harus melalui proses yang sama, sedangkan setiap jabatan belum tentu berkaitan dengan mesin.
    d. proses rekruitmen yang memakan waktu ber bulan – bulan, sedangkan posisi yang kosong di perusahaan harus segera di isi membuat perusahaan menjadi kurang stabil.
    e. pendekatan seperti ini dapat menurunkan motivasi pelamar secara signifikan, dikarenakan waktu yang lama dan belum ada jaminan dari perusahaan untuk merekrut mereka.

    2. PROBLEM – PROBLEM POTENSIAL, SEHUBUNGAN DENGAN CARRIER CORPORATION
    a. Dalam proses wawancara akan banyak perbedaan perspektif dan dapat menimbulkan selisih paham antara prediktor dengan orang – orang yang reabilitas interrater.
    b. Hasil wawancara yang nantinya diperoleh tidak valid dan perusahaan berkemungkinan untuk mendapatkan karyawan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
    c. waktu yang dibutuhkan untuk wawancara menjadi lebih panjang.
    d. kemungkinan besar akan terjadi diskriminatif terhadap pelamar oleh beberapa pihak.