RSS
 

Pengantar Administrasi Bisnis, UTS susulan

24 Jun

Bagi mahasiswa yang mendapat rekomendasi untuk Ujian Tengah Semester susulan mata kuliah Pemgantar Administrasi Bisnis dosen Drs. Heru Susilo, MA. dipersilakan untuk melakukan UTS susulan dengan merangkum seluruh materi kuliah dari materi pertama sampai materi pokok bahasan sebelum UTS, ditambah dengan ide kreatif bisnis dengan mempertimbangkan aspek fianacial, aspek sosial, aspek pasar, aspek sumberdaya manusia, aspek lingkungan, dan aspek-aspek lain yang dipandang perlu. Hasil rangkuman tersebut dikumpulkan paling lambat  tanggal 02 Juli 2013 dan diposting dalam blog ini di kolom commets, dengan menyebutkan nama lengkap, nim, dan program studi.

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. kevin yudhistira alloni

    June 29, 2013 at 12:48 am

    Nama : Kevin Yudhistira Alloni
    NIM : 125030200111131
    Ilmu Administrasi Bisnis

    BAB 1 KONSEP DASAR DAN ELEMEN BISNIS
    Pengertian Bisnis
    aktivitas usaha memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen guna mendapatkan laba.
    Bidang Usaha Bisnis
    Usaha Jasa : menjual jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan dengan pengorbanan dalam bentuk jasa untukt memperoleh laba atau keuntungan yang ditetapkan.
    Usaha Industri :mengolah bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi, yang memiliki nilai tambah dengan tujuan mendapatkan keuntungan
    Usaha Perdagangan : Aktivitas jual beli barang dan atau jasa yang dilakukan secara terus menerus dengan tujuan perpindahan hak atas barang dan atau jasa dengan diliputi imbalan atau kompensasi
    Tujuan Bisnis
    memuaskan semua pemangku kepentingan (Stakehlders) secara terus menerus dengan laba , kelangsungan hidup, dan pertumbuhan
    Kepuasan Pelanggan
    Kepuasan pelanggan, kemampuan suatu barang atau jasa memenuhi atau melebihi kebutuhan dan harapan pembeli.
    Penawaran dan Permintaan
    Penawaran : kemampuan penjual dalam menyediakan barang dan jasa untuk dijual
    Permintaan : kemampuan pembeli untuk membeli barang dan jasa.
    Dimensi Bisnis
    Dimensi Ekonomi.
    Dimensi Hukum
    Dimensi Etis.
    Dimensi Sosial
    Dimensi Spiritual
    Fungsi Bisnis
    Fungsi Produksi
    Fungsi Pemasaran
    Fungsi Keuangan
    Fungsi SDM
    Fungsi Informa
    BAB 2 WIRAUSAHA,MANAJER,dan KARYAWAN
    PENGUSAHA
    (Entrepreneur)
    Pengusaha adalah Orang yang merencanakan dan mengelola bisnisnya dengan mempertaruhkan waktu,uang dan resiko demi meraih keuntungan.
    PEMILIK BISNIS KECIL BUKAN PENGUSAHA
    Boone & Kurtz (2002:217),”menyamakan antara pemilik bisnis kecil dengan pengusaha adalah tidak tepat, dimana yg pertama mencari laba, sedangkan yang kedua bermaksud membuat perusahaan dapat memberikan kesejahteraan bagi si pengusaha dan investor”.
    Kategori bisnis kecil
    Sektor informal: usaha kecil yang tidak memiliki tempat operasi secara permanen.
    Sektor marginal: usaha kecil yang bersifat individual yang tidak mengharapkan tumbuh menjadi usaha besar.
    Usaha professional: usaha kecil yang beroperasi secara perorangan.
    Usaha potensi tumbuh: usaha kecil yang memiliki potensi tumbuh.

    PENGUSAHA VS MANAJER
    Manajer adalah karyawan yang mengarahkan para bawahannya agar sasaran perusahaan tercapai. Pengusaha adalah pemilik perusahaan dan memilki sasaran sendiri, di luar sasaran perusahaan.
    Manajer menggunkan sumber daya perusahaan, seperti karyawan, uang, peralatan, dan fasilitas. Pengusaha mencari dan mengelola berbagai sumber daya yang dibutuhkan dalam memulai suatu bisnis.
    UNSUR KEWIRAUSAHAAN
    (kognitif), unsur ini mencerminkan tingkat penalaran, pemikiran yang menjadi sumber dan awal temuan kreatif seseorang.
    (psikomotoriki). Keterampilan merupakan tindakan raga untuk melakukan suatu kerja misalnya keterampilan dalam mengelola keuangan, operasi, pemasaran dsb.
    (afektif). Sikap mental pada hakekatnya buah dari suatu keyakinan untuk maju. Misalnya langsung dikerjakan, tanggap, jujur dan bertanggung jawab, disiplin teliti, pantang menyerah
    Unsur kewaspadaan atau intuisi. Intuisi juga dikenal feeling adalah sesuatu yang abstrak, sulit digambarkan namun acapkali menjadi kenyaan bila dirasakan serta diyakini benar dan lalu diusahakan.

    ALASAN MENJADI PENGUSAHA
    Boone & Kurtz (2002:217) alasan memilih bidang kewirausahaan sebagai jalur karir:
    1.Keinginan untuk menjadi bos bagi diri sendiri
    2.Kesuksesan keuangan, sulit untuk menjadi kaya bila bekerja dengan orang lain.
    3.Rasa aman dalam bekerja, bebas dari ketakutan ancaman PHK.
    4.Kualitas hidup yang lebih baik.
    Nickels et. al. (2009:6) Kualitas hidup merujuk pada kesejah-teraan masyarakat secara umum dalam hal kebebasan, ling-kungan hidup alami, pendidikan, kesehatan, keamanan, waktu luang, dan segala sesuatu yang menuju pada kepuasan dan kesenangan
    PELUANG UNTUK PENGUSAHA
    Peluang untuk pengusaha dari aspek-aspek

    1.Globalisasi
    Dapat memasarkan produknya ke luar negeri
    Menjalin kerjasama dg pengusaha lain di luar negeri.

    2.Demografi dan Economic Trends
    Kecenderungan demografi dan perekonomian.
    menciptakan peluang bagi pengusaha utk memasarkan produk dan jasa mereka

    3.Edukasi
    Pendikan kewiraswastaan terus berkembang.
    Kewiraswastaan menjadi kuriulum di perguruan tinggi
    Kursus kewiraswastaan muncul dalam berbagai pola

    4.Informasi dan teknologi
    Teknologi Informasi.membantu pengusaha untuk bekerja dengan cepat dan efisien.
    Memberikan pelayanan konsumen yang seutuhnya
    Meningkatkan citra profesional

    TAHAP-TAHAP KEWIRAUSAHAAN
    Tahap memulai, tahap ini di diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan
    Tahap melaksanakan usaha, yaitu tahap wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, seperti: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, dsb.
    Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindak lanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
    Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

    PENGARUH PENGUSAHA TERHADAP PEREKONOMIAN
    Pengusaha menciptakan produk baru, membangun industri baru, dan membawa napas segar bagi industri lama
    Pengusaha merupakan sumber lapangan kerja baru yang sangat penting
    Kewirausahaan menawarkan peluang bagi kaum wanita dan golonganminoritas, dimana mereka seringkali tersisihkan darikesempatan mendapatkan keduduka

    MEMULAI USAHA BARU
    Memilih ide bisnis.
    1.Menemukan sesuatu yang sangat disukai dan baik untuk dilaksanakan
    2.Menentukan apakah ide yang ada memenuhi kebutuhan pasar
    Membeli bisnis yang telah berjalan,
    Keuntungannya: karyawan sdh terbiasa melayani bergam konsumen dan berhubungan dengan pemasok yang telah dikenal, produk dan jasa sdh dikenal, serta ijin dan pendaftan sudah ada.
    Membeli hak waralaba
    Franchise harus menganilisis kondisi franchisor secara hati-hati dan kemaqmpuan memberikan dukungan.

    TINGKATAN MANAJER
    Manajemen puncak (top managerment – TM)
    Merupakan kelompok kecil yang berposisi sebagai pemimpin perusahaan dan bertanggungjawab atas keseluruhan organisasi. Mereka membuat desain dan menjamin kebijaksanaan dasar serta mewakili perusahaan dalam berhubungan dengan perusahaan lain, menetapkan visi, misi, kebijakan operasional dan menuntun interaksi organisasi dengan lingkungannya
    Contoh : Eksekutif (CEO), Direktur, Presiden dsb.
    Manajemen menengah (middle management – MM)
    Mereka yang melaksanakan perencanaan dan kebijaksanaan yang dibuat dan ditetapkan oleh manajer puncak . dalam menjalankan tugasnaya mereka mengawasi manajer tingkat bawah
    Contoh : manajer departemen, kepala pengawas (superintendents)
    Manajer tingkat bawah (lower manager – LM)
    Tingkatan yang terendah dalam hierarkhi organisasi dengan jumlah paling banyak yang langsung membawahkan (mengepalai) tenaga/karyawan operasional. Bertanggung jawab pada sumber daya perusahaan , porsi terbesar dari waktu mereka yang digunakan untuk memimpin , memotivasi , dan mengawasi karyawan.
    Conotoh : supervisor, mandor, penyelia, Kepala Sub Bagian.

    JENIS KETERAMPILAN MARGINAL
    (Managerial Skills)
    Ketrampilan tekhnis (technical skills – TS)
    Pengetahuan dan kemampuan khusus yang dimiliki seseorang dalam bidang pekerjaan
    Contoh : menyusun laporan keuangan , memrogram komputer .
    Ketrampilan hubungan manusiawi (human skills – HS)
    Ketrampilan ini digunakan dalam bekerja dengan orang lain untuk mencapai tujuan perusahaan .
    Ketrampilan konseptual (Conceptual skill – CS)
    Kecakapan memandang suatu organisasi secara utuh , memahami saling keterkaitan antarbagian, dan melihat hubungan dengan organisasi atau perusahaan lain
    Contoh : mendiagnosis situasi, menciptakan solusi permasalahan , dan mengambil keputusan

    BAB 3 LINGKUNGAN BISNIS
    A. LINGKUNGAN BISNIS
    Pengertian: Faktor-faktor yang berada diluar jangkauan perusahaan yang dapat menimbulkan suatu peluang atau ancaman. Jadi, Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan.
    Jenis-jenis:
    1. Umum:
    POLITIK,HUKUM,SOSIAL DAN BUDAYA , EKONOMI,PEMERINTAH,ALAM,TEKNOLOGI,dan DEMOGRAFI.
    2. Khusus:
    PEMASOK,PELANGGAN, PERANTARA,PESAING,PENYEDIA,TENAGA KERJA
    B. LINGKUP LINGKUNGAN BISNIS
    1.SOSIAL
    2. INDUSTRI
    3. EKONOMI
    4. GLOBAL

    C. HUBUNGAN LINGKUNGAN DENGAN PERUSAHAAN
    Perusahaan tidak dapat lepas dari keberadaan faktor-faktor lingkungan yang mendukung maupun menghambat tujuan bisnis yang ingin dicapai. Dilain pihak lingkungan bisnis merupakan faktor yang dapat berpengaruh secara langsung ataupun tidak terhadap perusahaan. Oleh karena itu interaksi antara perusahaan dan lingkungannya menjadi sangat penting bagi kegiatan perusahaan dan masyarakat.
    D. PENGARUH LINGKUNGAN DENGAN OPERASIONAL PERUSAHAAN
    Para pelaku bisnis harus dapat mengantisipasi dan menanggapi apa yang terjadi di lingkungan bisnis. Mereka harus memusatkan usahanya pada aspek-aspek kunci dari lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan / bisnis. Penelitian terhadap lingkungan bisnis tersebut dapat dilakukan untuk memperjelas perkembangan yang terjadi di lingkungan bisnis tersebut. Ini dilakukan agar perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar sehingga tujuan perusahaannya tercapai

    BAB 4
    ETIKA BISNIS DAN LINGKUNGAN LEGAL BISNIS
    Pengertian
    etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis
    Kaitan Etika dan Hukum
    Etika melampaui sekedar kepatuhan pada hukum.Itu juga melibatkan diturutinya standar moral yang diterima oleh masyarakat.
    Dilema Etis di Tempat Kerja
    kadang kala di tempat kerja seringkali dihadapi oleh keputusan yang membuat pemimpin perusahaan dibuat dilema . Ada beberapa dilema etis di tempat kerja
    Konflik Kepentingan : keputusan terpengaruh oleh potensi keuntungan pribadi (suap)
    Kejujuran & Integritas : mengemukakan fakta & menjunjung prinsip –prisnip etika bisnis
    Loyalitas vs Kebenaran :pelaku bisnis mengharap-kan para karyawannya untuk loyal sekaligus benar
    Whistleblowing : pengukapan karyawan kepada publik / media atas praktek- praktek yang melanggar etika
    Bagaimana Organisasi Membentuk Perilaku Etis
    Kesadaran Etis (Ethical Awareness)
    bagaimana organisasi berharap dan menuntut karyawan untuk menyelesaikan masalah-masalah etik.
    Pertimbangan Etis (Ethical Reasoning)
    Tidakselalu dilema etis memiliki jawabanyang pasti. Banyak yang berada di wilayah netral sehingga perlu diseleksi dan dipilih kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi.
    Tindakan Etis (Ethical Action)
    Perusahaan memberikanbantuan denagan penguatan terhadap tindakan etis oleh karyawan dan meminimalisir peluang tindakan tidak etis.
    Kepemimpinan Etis (Ethical Leadership)
    Eksekutif harus bisa dijadikan teladan oleh karywannya dengan menunjukkan keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang etis dan rasional.

    Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)
    Corporate Social Responsibility adalah suatu konsep bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap konsumen , karyawan , pemegang saham , dan para stakeholder lainnya.
    Dibawah ini adalah beberapa tanggung jawab sosial perusahaan
    Tanggung Jawab terhadap Masyarakat Umum

    • Masalah Kesehatan Masyarakat
    • Melindungi Lingkungan
    • Mengembangkan Kualitas Tenaga kerja
    • Filantropi Perusahaan

    Tanggung Jawab Pada Pelanggan

    • Hak mendapat keamanan
    • Hak mendapat informasi
    • Hak untuk memilih
    • Hak untuk didengar

    Tanggung Jawab pada Karyawan
    • Keamanan dan Keselamatan Kerja
    • Masalah Kualitas Hidup
    • Menjamin Kesempatan Kerja yang sama
    • Perlindungan terhadap pelecehan seksua

    Tanggung Jawab terhadap Investor
    • bersikap etis dan legal dalam mengelola keuangan
    • jujur dalam mengungkakpkan potensi yang ada

    BAB 5 KEPEMIMPINAN , PENGARUH DAN KOMUNIKASI DALAM BISNIS
    Pengertian Kepemimpinan
    kemampuan mempengaruhi dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan khusus perusahaan .
    Sumber Kekuasaan
    Reward power
    kekuasaan yang bersumber pada kemampuan mengontrol sumnberdaya dan memberikan imbalan yang dipandang bernilai oleh orang lain
    Coercive power
    kekuasaan yang bersumber pada kemampuan menciptakan rasa takut terha-dap akibat negatif yang mungkin terjadi bila ia tidak patuh.Aplikasi kekuasaan ini dengan menggunakan ancaman dan hukuman
    Legitimate power.
    kekuasaan yg bersumber pada hak atau wewenang resmi dalam organisasi
    Expert power
    kekuasaan yang bersumber pada kemampuan spesifik (pengetahuan atau keterampilan) dalam bidang tertentu.
    Referent power
    kekuasaan yang bersumber pada sifat atau ciri khas pribadi yang menyenangkan dari seseorang.
    Gaya Kepemimpinan
    Kepemimpinan otokratis
    Gaya kepemimpinan dimana segala kegiatan yang akan dilakukan diputuskan oleh pimpinan semata tanpa melibatkan karyawan
    Kepemimpinan Demokratis
    Gaya kepemimpinan dimana bawahan dilibatkan dalam pengambilan keputusan
    Kepemimpinan free-rein
    Gaya kepemimpinan yang percaya pada supervisi minimal, dan menyerahkan sebagian keputusan kepada bawaha
    Pengaruh Komunikasi dalam bisnis
    Manajer harus mampu menjalin kmunikasi bawahan dan dengan orang lain untuk menyampaikan ide dan pengarahan . menerima informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputausan merupakan salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan oleh manajer
    Komunikasi dapat berupa komunikasi formal atau informal . komunikasi formal meliputi penyampain pesan dalam rapat , surat , dan laporan . Komunikasi informal dilakukan dalam percakapan antar teman sejawat .

    BAB 6 MOTIVASI , PENGELOLAAN INDIVIDU DAN KELOMPOK DALAM
    ORGANISASI BISNIS

    Motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu (bekerja). Kekuatan motivasi untuk menjadi daya pendorong bergantung pada insentif (baik secara moneter maupun non moneter)Untuk mendapat hasil yang maksimum, manajer harus menjamin bahwa karyawan akan dipuaskan kebutuhannya.

    A. Teori Hirarkhi Kebutuhan Maslow
    Maslow mempelajari kebutuhan untuk memperoleh pemahaman bagaimana perusahaan memotivasi karyawannya. Dia mengembangkan daftar mengenai berbagai kebutuhan manusia berdasarkn asumsi-asumsi penting berikut:
    I. Motivasi berasal dari kebutuhan
    II. Orang termotivasi untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi; kebutuhan yang telah terpenuhi tidak lagi memberikan motivasi.
    III. Kebutuhan manusia disusun menurut hirarkhi kepentingan; setelah mereka memenuhi satu kebutuhan, muncullah kebutuhan lain dengan tingkat yang lebih tinggi dan memotivasi seseorang untuk memenuhi
    IV. Maslow mengusulkan agar semua orang memenuhi kebutuhan dasarnya sebelum melangkah pada kebutuhan yang lebih tinggi

    B. Teori Dua Faktor Herzberg
    Dari semua faktor yang dikendalikan oleh manajer, faktor manakah yang paling efektif dalam menghasilkan usaha keras yang antusias?
    Herzberg mengelompokkan faktor-faktor dimaksud ke dalam dua kelompok yaitu:
    I. Faktor pemeliharaan (Hygiene factor), yaitu faktor-faktor yang dapat menyebabkan ketidakpuasan apabila tidak ada, namun tidak selalu memotivasi para karyawan, bila ditingkatkan. Faktor-faktor ini banyak berhubungan dengan lingkungan pekerjaan.
    II. Motivator nyata (Real motivators), faktor-faktor yang dapat digunakan untuk memotivasi para karyawan, dalam arti dapat membuat para karyawan lebih produktif dan memberi mereka banyak kepuasan. Faktor-faktor ini sebagian besar berkaitan dengan kadar pekerjaan.

    C. Teori X dan Y McGregor

    McGregor, seorang murid Mayo, mempelajari motivasi dari perpektif bagaimana manajer memandang karyawannya.
    Sikap yang ditunjukan oleh manajer terhadap karyawan juga mempengaruhi motivasi karyawan.
    Nickels et.al (2009:348) sikap para manajer pada umumnya termasuk dalam salah satu dari dua kumpulan asumsi manajerial yang berbeda, yang disebut Teori X dan Teori Y.

    a. Manajer Teori X cenderung akan mengawasi pekerjaan bawahan , mengarahkan, dan memotivasi karyawan melalui hukuman dibanding penghargaan.
    b. Manajer Teori Y cenderung menekankan suasana manajerial yang rileks, memberi ruang pada karyawan untuk berkreasi melaui pemberdayaan

    Asumsi manajemen teori X adalah:

    I. Orang biasa tidak menyukai pekerjaan dan akan menghindari bila mungkin
    II. Karena ketidaksukaan ini, para pekerja harus dipaksa, dikendalikan, diarahkan, atau diancam dengan hukuman untuk membuat mereka mengerahkan usaha guna mencapai tujuan organisasi.
    III. Pekerja biasa memilih untuk diarahkan, berharap menghindari tanggung jawab, memilki ambisi yang relatif kecil, dan menginginkan keamanan.
    IV. Motivator utama adalah rasa takut dan uang.

    Teori Y memberikan asumsi yang sama sekali berbeda tentang orang-orang:

    I. Sebagian besar orang suka bekerja; ini sama alaminya dengan bermain
    II. Sebagian besar orang dengan sendirinya berusaha mencapai tujuan yang talah menjadi komitmen mereka.
    III. Dalamnya komitmen seseorang terhadap tujuan tergantung pada penghargaan yang diterima karena telah mencapai tujuan tersebut.
    IV. Dalam kondisi tertentu sebagian besar orang tidak hanya menerima, tetapi juga mencari tanggung jawab
    V. Orang orang mampu menggunakan tingkat imajinasi, kreativitas, dan kecerdasan untuk menyelesaikan masalah.
    VI. Orang-orang termotivasi oleh berbagai penghargaan. Setiap pekerja terstimulai oleh penghargaan yang unik bagi para pekerja itu (waktu istirahat, uang, pengakuan, dll.)

    D. Teori Harapan

    Menurut Victor Vroom, harapan karyawan dapat mempengaruhi motivasi satu individu. Karena itu tingkat upaya seseorang dalam melaksanakan tugas tergantung pada harapannya akan hasil.Harapan antar individu berbeda-beda. Karena itu, karyawan membangun pandangan mereka sendiri dalam hal kesulitan tugas dan nilai penghargaan.
    Edward Lawyer mengubah teori vroom dan mengusulkan bahwa para manajer sebaikknya mengikuti lima langkah untuk meningkatkan kinerja karyawan
    a. Menentukan penghargaan yang dihargai karyawan
    b. Menentukan standar kinerja yang dapat dicapai
    c. Memastikan bahwa standar kinerja dapat dicapai
    d. Menjamin penghargaan terikat dengan kinerja
    e. Yakin bahwa penghargaan dianggap memadai.

    E. Teori Penguatan

    Teori Penguatan didasarkan pada pemikiran penguat positif dan negatif memotivasi seseorang untuk berperilaku dalam cara-cara tertentu. Jadi motivasi adalah hasil dari pendekatan penghargaan daan hukuman. Individu-individu bertindak untuk mendapatkan penghargaan dan menghindari hukuman.Penguatan positip adalah penghargaan, seperti pujian, pengakuan, dan kenaikan bayaran.
    Penguatan negatip meliputi teguran, bayaran yang dikurangi, pemberhentian sementara dan pemecatan.

    IDE KREATIF (T-Able)
    Konsep ide kreatif (T-portable) yang saya gunakan disini menggabungkan konsep power bank dan konsep cable roll . power bank yang sifatnya portable atau mobile akan digabungkan dengan sifat cable roll yang bisa menyuplai tenaga listrik sehingga dapat menghidupkan teknologi (laptop, handphone ,camera ,dll) tersebut tanpa mencari lagi sumber tenaga itu. Alat tersebut pastinya portable , tahan lama , bertenaga besar , aman digunakan , dan ramah lingkungan .
    Aspek finansial : kisaran harga power bank ini antar Rp 250.000 sampai Rp 600.000 dan membutuhkan modal yang cukup besar berhubung ini adalah produk teknologi dengan kisaran max 1 juta untuk membuat 3 varian power bank . untuk modal nantinya bisa mengajukan konsep ini ke beberapa vendor produsen power bank .
    Aspek pemasaran : disini saya akan mencoba memasarkannya di web dan menggunakan media sosial seperti twitter , kaskus, dan facebook .
    Aspek SDM : tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tenaga kerja yang membutuhkan keahlian khusus terutama keahlian dalam bidang elektro
    Aspek sosial : kita mengetahui bahwa sekarang adalah zaman globalisasi dan kemajuan teknologi lewat era digital yang sangat membutuhkan teknologi ini . tentunya masyarakat sangat antusisas dengan adanya teknologi ini karena t-able ini adalah suatu terobosan baru bagi varian power bank dan bisa memenuhi semua teknologi yang dibutuhkan .
    Aspek lingkungan : power bank ini dilengkapi dengan teknologi charging management protection (cmp) yang biasa digunakan semua power bank untuk melindungi tegangan listrik yang tidak stabil dan menghentikan circuit recharging secara otomatis jika kita lupa mencabut charger power bank itu sehingga menghindari keborosan listrik akibat lupa mencabut charger .
    Gambar : http://tinypic.com/r/30ac0pf/5
    1. LED indicator : penunjuk agar pengguna mengetahui sisa tenaga yang akan digunakan
    2.Supply Box : tempat penyimpanan tenaga / listrik yang nanti digunakan berkapasitas yang bervariasi yaitu dari 15.000 , 10000 , dan 7000 mAH
    3.Saklar on/off : menyalakan dan mematikan alat
    4.Kontak : mengisi kembali supply box dengan listrik
    5.Stop Kontak : nantinya diisi dengan alat kontak teknologi(laptop, handphone ,kamera digital , dll) yang membutuhkan tenaga listrik