RSS
 

D4 AKBID, WHN, BELAJAR MERANCANG GBPP, SAP

22 May

Dipersilakan saudara merancang GBPP atau SAP sesuai tugas kelompok masing-masing, untuk langkah awal saudara diprsilakan memulainya dengan membuat Instruksional Umum (TIU) dan Instruksional Khusus (TIK).

 
15 Comments

Posted in GBPP

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Rama,Rara,Tiar,Verika

    May 28, 2013 at 9:00 pm

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
    Program Studi : D IV Kebidanan
    Nama Sekolah : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
    Mata Kuliah : Teknologi Pendidikan
    Semester : II
    Tahun Ajaran : 2012/2013
    Pertemuan ke : 8
    Alokasi Waktu : 2 x 50 menit
    Dosen Pengampuh : Drs. Heru Susilo, MA dan tim
    Disusun oleh: – Ramadanti
    - Rara Martina
    - Tiar Esti
    - Verika Dian P

    A. Tujuan Instruksional
    a. Umum
    Pada akhir perkulian Teknologi pendidikan dengan materi Metode Interaksi Pembelajaran Khusus ini di harapakan mahasiswa memahami konsep Metode Interaksi Pembelajaran Khusus
    b. Khusus
    Pada akhir perkulian diharapkan mahasiswa mampu memahami:
    1. Metode Demonstrasi
    2. Metode Bate Side Teaching
    3. Pre dan Post Konference
    4. Metode Seminar
    5. Metode Praktek di lahan Klinik

    B. Pokok pembahasan
    • Metode Interaksi Pembelajaran khusus
    C. Sub pokok bahasan
    1. Metode Demonstrasi
    2. Metode Bate Side Teaching
    3. Pre dan Post Konference
    4. Metode Seminar
    5. Metode praktek dilahan Klinik

    D. Metode Pembelajaran
    CTJ (Ceramah, Tanya Jawab)

    E. Media dan Sumber Belajar
    a. Media
    LCD, Laptop dan White Board
    b. Sumber Belajar
    • Roymond H dan Simamora. 2008. Buku Ajar pendidikan dalam keperawatan. EGC: Jakarta
    • Surakhamad Winarno. 1986. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar, Bandung

    F. Langkah-langkah Pembelajaran
    No Tahapan Waktu (menit )
    1 Kegiatan pendahuluan
    • Membuka perkuliahan dengan sapa dan salam
    • Memperkenalkan diri pada mahasiswa
    • Mereview kembali pelajaran pada pertemuan yang ke 2
    • Membahas garis besar materi yang di pelajari pada hari ini
    10 menit
    2 Kegiatan Inti
    • Menjelaskan tentang pengertian Metode Demonstrasi
    • Menjelaskan tentang Menjelaskan tentang Metode Bate Side Teaching
    • Menjelasakan tentang Pre dan Post Konference
    • Menjelaskan tentang Metode Seminar
    • Menjelaskan tentang Metode Praktek di lahan Klinik
    • Melakukan Tanya jawab di sela-sela memberkan penjelasan
    80 menit
    3 Kegiatan penutup
    • Mereview kembali materi yang di jelaskan
    • Memberikan pertanyaan pada mahasiswa
    • Mengucapkan salam pada penutupan
    10 menit

    G. Penilaian
     Kognitif
    Pertanyaan:
    1. Menurut saudara apa yang di maksud Metode Pembelajaran ?
    2. Sebutkan langkah-langkah Metode Demonstrasi ?
    3. Jelaskan pengertian dan tujuan dari Metode Bed Site Teaching?
    4. Sebutkan syarat pelaksanaan Pre dan Post Konference ?
    5. Jelaskan kekurangan dan kelebihan dari Metode Seminar?
    Jawaban:
    1. Metode pembelajaran adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.
    2. Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan
    3. Bedside teaching adalah pembelajaran yang dilakukan langsung didepan pasien. Dengan bedside teaching mahasiswa bisa menerapkan ilmu pengetahuan, melaksanakan kemampuan komunikasi, keterampilan klinik dan profesionalisme, menemukan seni pengobatan, mempelajari bagaimana tingkah laku dan pendekatan dokter kepada pasien
    Tujuannya adalah
    a. Peserta didik mampu menguasai ketrampilan prosedural
    b. Menumbuhkan sikap professional
    c. Mempelajari perkembangan biologis/fisik
    d. Melakukan komunikasi dengan pengamatan langsung.
    4. Syaratnya yaitu
    a. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan keperawatan dan post conference dilakukan sesudah pemberian asuhan keperawatan.
    b. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit.
    c. Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana dan data-data yang perlu ditambahkan.
    d. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim dan anggota tim.
    5. Kelebihan metode seminar
    1. Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang diseminarkan
    2. Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya
    3. Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah
    4. Terpupuknya kerja sama antar peserta
    5. Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat
    Kelemahan Metode Seminar
    1. Memerlukan waktu yang lama
    2. Peserta menjadi kurang aktif
    3. Membutuhkan penataan ruang tersendiri

     Afektif
    No Dosen Pengampu Penilaian
    A B+ B C+ C
    1 Ramadanti
    2 Rara martina
    3 Tiar hesti herlina
    4 Verika Dian Pradana Y.Y

    Keterangan:
    A : 80-100
    B+ : 79-75
    B : 74-70
    C+ : 69-65
    C : < 65

    6. Lampiran
    2.1 Metode Demonstrasi
    2.1.1 Pengertian
    Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya (Syaiful, 2008:210).
    Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan” (Muhibbin Syah, 2000:22).
    Sementara menurut Syaiful Bahri Djamarah, (2000:2) bahwa “metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran”.
    Menurut Syaiful (2008:210) metode demonstrasi ini lebih sesuai untuk mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan, suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Dengan metode demonstrasi peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-kesimpulan yang diharapkan.
    2.1.2 Tujuan
    Tujuan pengajaran menggunakan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pengajarn kelas. Metode demonstrasi mempunyai beberapa kelebihan dan kelekurangan.
    2.1.3 Manfaat dan Keterbatasan Demonstrasi
    Manfaat psikologis dari metode demonstrasi adalah :
    1. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
    2. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
    3. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.

    2.1.4 Kelebihan dan Kekurangan
    Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008) kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi adalah sebagai berikut :
    Kelebihan metode demonstrasi
    1. Perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingg hal yang penting itu dapat diamati secara teliti. Di samping itu, perhatian siswa pun lebih mudah dipusatkan kepada proses belajar mengajar dan tidak kepada yang lainya.
    2. Dapat membimbing siswa ke arahberpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
    3. Ekonmis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu yang panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi dengan waktu yang pendek.
    4. Dapat mengurangi kesalahan-kesalahn bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan, karena murid mendapatkan gambaan yang jelas dari hasil pengamatannya.
    5. Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banysk
    6. Beberapa persoalan yang menimbulkan petanyaan atau keraguan dapat diperjelas waktu proses demonstrasi.
    Kekurangan metode demonstrasi
    1. Derajat visibilitasnya kurang, peserta didik tidak dapat melihat atau mengamati keseluruhan benda atau peristiwa yang didemonstrasikan kadang-kadang terjadiperubahan yang tidak terkontrol.
    2. Untuk mengadakan demonstrasi digunakan ala-alat yang khusus, kadang-kadang alat itu susah didapat. Demonstrasi merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati secara seksama.
    3. Dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang didemonstrasikan diperlukan pemusatan perhatian. Dalam hal ini banyak diabaikan leh peserta didik.
    4. Tidak semua hal dapatdidemonstrasikan di kelas.
    5. Memerlukan banyak waku sedangkan hasilnya kadang-kadang sangat minimum.
    6. Kadang-kadang hal yang didemonstrasikan di kelas akan berbeda jika proses itu didemonstrasikan dalam situasi nyata atau sebenarnya.
    2.1.5 Langkah-langkah Menggunakan Metode Demonstrasi
    1. Tahap Persiapan
    Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:
     Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
     Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
     Lakukan uji coba demonstrasi.
    2. Tahap Pelaksanaan
    a. Langkah pembukaan.Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
     Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
     Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
     Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
    b. Langkah pelaksanaan demonstrasi.
     Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
     Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
     Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
     Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
    c. Langkah mengakhiri demonstrasi.
    Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
    2.2 Metode Bed Site Teaching
    2.2.1 Pengertian
    Bed side teaching merupakan metode bimbingan kepada peserta didik yang dilakukan disamping tempat tidur klien meliputi kegiatan mempelajari kondisi klien dan asuhan keperawatan yang dibutuhkan klien.
    Bedside teaching adalah pembelajaran yang dilakukan langsung didepan pasien. Dengan bedside teaching mahasiswa bisa menerapkan ilmu pengetahuan, melaksanakan kemampuan komunikasi, keterampilan klinik dan profesionalisme, menemukan seni pengobatan, mempelajari bagaimana tingkah laku dan pendekatan dokter kepada pasien.
    Beside teaching merupakan pembelajaran kontekstual dan interaktif yang mendekatkan pembelajar pada real clinical setting. Beside teaching merupakan metode pembelajaran di mana pembelajar mengaplikasikan kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif secara terintegrasi.
    Sementara itu, dosen bertindak sebagai fasilitator dan mitra pembelajaran yang siap untuk memberikan bimbingan dan umpan balik kepada pembelajar. Di dalam proses beside teaching diperlukan kearifan fasilitator tentang kemungkinan timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan sebagai akibat dari interaksi antara pembelajar dan pasien.
    2.2.2 Tujuan
    e. Peserta didik mampu menguasai ketrampilan prosedural
    f. Menumbuhkan sikap professional
    g. Mempelajari perkembangan biologis/fisik
    h. Melakukan komunikasi dengan pengamatan langsung.
    2.2.3 Prinsip Pelaksanaan
    1. Adanya kesiapan fisik maupun psikologis dari pembimbing klinik peserta didik dan klien
    2. Jumlah peserta didik dibatasi idealnya 5-6 orang
    3. Diskusi di awal dan akhir demonstrasi didepan klien dilakukan seminimal mungkin
    4. Lanjutkan dengan redemonstrasi
    5. Kaji permasaahan peserta didik sesegera mungkin terhadap apa yang dilakukan
    6. Kegiatan yang didemonstrasikan adalah sesuatu yang belum pernah diperoleh peserta didik sebelumnya,atau apabila peserta didik menghadapi kesulitan penerapannya.

    2.2.4 Keuntungan Bed Site Teaching
    Beberapa keuntungan bedside teaching antara lain :
    1. Observasi langsung
    2. Menggunakan seluruh pikiran
    3. Klarifikasi dari anamnesa dan pemeriksaan fisik
    4. Kesempatan untuk membentuk keterampilan klinik mahasiswa
    5. Memperagakan fungsi perawatan dan keterampilan interaktif
    Bedsite teaching tidak hanya bias diterapkan di rumah sakit, keterampilan bedsite teaching juga dapat diterapkan dibeberapa situasi dimana ada pasien.
    2.2.5 Hamnbatan Bed Site Teaching
    Dalam pelaksanaan bedside teaching, ada beberapa hambatan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan bedside teaching :
    1. Gangguan (mis. Panggilan telpon)
    2. Waktu rawat inap yang singkat
    3. Ruangan yang kecil sehingga padat dan sesak
    4. Tidak ada papan tulis
    5. Tidak bias mengacu pada buku
    6. Pelajar lelah.
    Adapun beberapa hambatan dari pasien :
    1. Pasien merasa tidak nyaman
    2. Menyakiti pasien, terutama pada pasien yang kondisi fisiknya tidak stabil
    3. Pasien tidak ada ditempat
    4. Pasien salah pengertian dalam diskusi
    5. Pasien tidak terbuka
    6. Pasien tidak koorportf atau marah

    2.2.6 Pelaksanaan Bed Site Teaching
    Keterampilan bedside teaching dapat kita laksanakan namun sulit mencapai kesempurnaan oleh karena itu perlu perencanaan yang matang agar berhasil dan efektif.
    Persiapan sebelum pelaksanaan bedsite teaching :
    1. Tentukan tujuan dari setiap sesi pembelajaran
    2. Baca teori sebelum pelaksanaan
    3. Ingatkan mahasiswa akan tujuan pembeljaaran :
     Mendemonstrasikan pemeriksaan klinik
     Komunikasi dengan pasien
     Tingkah laku yang professional
     Persiapan Pasien
     Keadaan umum pasien baik
     Jelaskan pada pasien apa yang akan dilakukan
     Lingkungan/Keadaan
    4. Pastikan keadaan ruangan nyaman untuk belajar
     Tarik gorden
     Tutup pintu
     Mintalah pasien untuk mematikan televisinya.
    Pelaksanaan bedside teaching :
    1. Membuat peraturan dasar
     Pastikan setiap orang tahu apa yang diharapkan dari mereka
     Mencakup etika
     Batasi interupsi jika mungkin
     Batasi penggunaan istilah kedokteran saat didepan pasien
    2. Perkenalan
     Perkenalkan seluruh anggota tim
     Jelaskan maksud kunjungan
     Biarkan pasien menolak dengan sopan
     Anggota keluarga, diperkenalkan, boleh berada dalam ruangan jika dalam pasien mengizinkan
     Jelaskan pada pasien atau keluaraga bahwa banyak yang akan didiskusikan mungkin tidak diterapkan langsung pada pasien.
     Undang partisipasi pasien dan keluarga
     Posisikan pasien sewajarnya posisi tim disekitar tempat tidur.
    3. Anamnesa
     Hindari pertanyaan tentang jenis kelamin atau ras
     Hindari duduk diatas tempat tidur pasien
     Izinkan interupsi oleh pasien dan pelajar untuk menyoroti hal penting atau untuk memperjelas
     Jangan mempermalukan dokter yang merawat pasien
    4. Pemeriksaan fisik
     Minta pelajar untuk memeriksa pasien
     Izinkan pasien untuk berpartisipasi(mendengarkan bising meraba hepar, dll)
     Minta tim untuk mendemonstrasikan teknik yang tepat
     Berikan beberapa waktu agar pelajar dapat menilai hasil pemeriksaan yang baru pertama kali ditemukan
    5. Pemeriksaan Penunjang
     Jika mungkin tetap berada disamping tempat tidur
     Rongent, E C G bila mungkin
     Izinkan pasien untuk meninjau ulang dan berpartisipasi
    6. Diskusi
     Ingatkan pasien bahwa tidak semua yang didiskusikan akan dilaksanakan, biarkan pasien tahu kapan itu bisa dilaksanakan.
     Hati-hati memberikan pertanyaan yang tidak bisa dijawab kepada mahasiswa yang merawat pasien.
     Berikan pertanyaan pertama kali pada tim yan paling junior.
     “Saya tidak tahu” adalah jawaban yang tepat, setelah itu gunakan kesempatan untuk mencari jawaban.
     Hindari bicara yang tak perlu.
     Izinkna pasien untuk bertanya sebelum meninggalkan tempat tidur.
     Minta pasien untuk menanggapi bedsite teachingyang telah dilakukan.
     Ucapkan terima kasih pada pasien.
    2.3 Pre dan Post Konference
    2.3.1 Pengertian
    Conference adalah diskusi kelompok tentang beberapa aspek klinik dan kegiatan konsultasi. Conference dilakukan sebelum dan sesudah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien. Konferensi (conference) merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari. Konferensi dilakukan sebelum atau setelah melakukan operan dinas, sore atau malam sesuai dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan. konference sebaiknya dilakukan di tempat tersendiri sehingga dapat mengurangi gangguan dari luar. Konferensi terdiri dari pre conference dan post conference.
    Pre conference adalah diskusi tentang aspek klinik sebelum melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan pada pasien atau komunikasi katim dan perawat/bidan pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim. Jika yang dinas pada tim tersebut hanya satu orang, maka pre conference ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat/bidan(rencana harian), dan tambahan rencana dari katim dan PJ tim(Modul MPKP, 2006)
    2.3.2 Tujuan
    Secara umum tujuan konferensi adalah untuk menganalisa masalah-masalah secara kritis dan menjabarkan alternatif penyelesaian masalah, mendapatkan gambaran berbagai situasi lapangan yang dapat menjadi masukan untuk menyusun rencana antisipasi sehingga dapat meningkatkan kesiapan diri dalam pemberian asuhan keperawatan dan merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan non kognitif (McKeachie, 1962).
    Tujuan pre conference adalah:
    1. Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah pasien, merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil.
    2. Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui di lapangan
    3. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan pasien
    2.3.3 Syarat Pelaksanaan
    Syarat pelaksanaan:
    1. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan keperawatan dan post conference dilakukan sesudah pemberian asuhan keperawatan.
    2. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit.
    3. Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana dan data-data yang perlu ditambahkan.
    4. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim dan anggota tim.
    2.3.4 Pedoman Pelaksanaan
    Pedoman pelaksanaan conference
    1. Sebelum dimulai, tujuan conference harus dijelaskan.
    2. Diskusi harus mencerminkan proses dan dinamika kelompok
    3. Pemimpin mempunyai peran untuk menjaga fokus diskusi tanpa mendominasi dan memberi umpan balik
    4. Pemimpin harus merencanakan topik yang penting secara periodic
    5. Ciptakan suasana diskusi yang mendukung peran serta, keinginan mengambil tanggung jawab dan menerima pendekatan serta pendapat yang berbeda
    6. Raung diskusi diatur sehingga dapat tatap muka pada saat diskusi
    7. Pada saat menyimpulkan conference, ringkasan diberikan oleh pemimpin dan kesesuaiannya dengan situasi lapangan
    2.3.5 Pelaksanaan Conference
    1. Pre Conference
    Waktu : Setelah Operan
    Tempat : Meja asing – masing tim
    Penanggung jawab : Ketua tim atau Pj tim
    Kegiatan :
    1. Ketua tim atau Pj tim membuka acara
    2. Ketua tim atau pj tim menanjakan rencana harian masing – masing perawat pelaksana
    3. Ketua tim atau Pj tim memberikan masukan dan tindakan lanjut terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu.
    4. Ketua tim atau Pj tim memberikan reinforcement.
    5. Ketua tim atau Pj tim menutup acara
    2. Post Conference
    Waktu :Sebelum operan ke dinas berikutnya.
    Tempat : Meja masing – masing tim.
    Penanggung jawab : ketua tim atau Pj tim
    Kegiatan :
    1. Ketua tim atau PJ tim membuka acara.
    2. Ketua tim atau PJ tim menanyakan kendala dalam asuhan yang telah diberikan.
    3. Ketua tim atau PJ tim yang menanyakan tindakan lanjut asuhan klien yang harus dioperkan kepada perawat shift berikutnya.
    4. Ketua tim atau PJ menutup acara.
    2.4 Metode Seminar
    2.4.1 Pengertian
    Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas / mengupas masalah-masalah atau hal-hal tertentu dalam rangka mencari jalan memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya.
    2.4.1 Kelebihan dan Kekurangan Metode Seminar
    Kelebihan metode seminar
    6. Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang diseminarkan
    7. Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya
    8. Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah
    9. Terpupuknya kerja sama antar peserta
    10. Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat
    Kelemahan Metode Seminar
    4. Memerlukan waktu yang lama
    5. Peserta menjadi kurang aktif
    6. Membutuhkan penataan ruang tersendiri
    2.5 Metode Praktek di Lahan/Klinik
    2.5.1 Pengertian
    Pembelajaran klinik merupakanfokus pembelajaran dan pengajaran yang melibatkan klien secara langsung dan menjadi “jantung” dari pendidikan keperawatan. Pada metode ini, peserta didik dimungkinkan untuk memperoleh kesempatan praktik klinik sebanyak mungkin dan mengenal area klinik diawal pembelajaran. Untuk program spesialisasi, pembelajaran klinik merupakan inti dari pengembangan professional. Bagaimana cara pembimbing klinik meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran dalam praktik sehari-hari.
    2.5.2 Tujuan
    Tujuan Pembelajaran
    1. Mampu menjelaskan keunggulan, maslah, dan tantangan dalam pembelajaran klinik
    2. Mampu menjelaskan konsep pembelajaran berbasis kasus dan pengalaman
    3. Menejlaskan strategi belajar mengajar di lingkungan klinik
    2.5.3 Keuntungan dan Kelemahan
    Keuntungan Metode Praktek Lahan
    Belajar di lingkungan klinik memiliki banyak keunggulan. Pembelajaran klinis berfokus pada masalah nyata dalam konteks praktik profesional. Peserta didik termotivasi oleh kesesuaian kompetensi yang dilakukannmelalui partisipasi aktif pembelajaran klinik, sedangkan pemikiran, tindakan, dan sikap professional diperankan oleh pembimbing klinik. Lingkungan klinik merupakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar pemeriksaan fisik, argumentasi klinik, pengambilan keputusan , empati, serta profesionalisme yang diajarkan dan dipelajari sebagai satu kesatuan.
    Tantangan Pembelajaran Klinik
    1. Dibatasi oleh waktu
    2. Berorientasi pada tuntutan klinik
    3. Meningkatnya jumlah mahasiswa
    4. Jumlah klien yang sedikit
    5. Lingkungan klinik terkadang kurang kondusif bagi pembelajaran ( sarana dan prasarana )
    6. Reward yang diterima oleh pembimbing klinik kurang memenuhi standar
    Masalah/Kekurangan Pembelajaran Klinik
    1. Belum jelasnya tujuan yang ingin dicapai
    2. Kesempatan untuk berdiskusi masih kurang
    3. Kurangnya penghargaan terhadap privasi dan harga diri klien
    4. Supervisi yang belum adekuat dan kurangnya masukan dari pembimbing klinik
    5. Peserta didik lebih banyak melakukan observasi pasif dibandingkan partisipasi aktif
    6. Lebih cenderung untuk focus pada aspek pengetahuan berdasar fakta daripada pengembangan sikap serta ketrampilan memecahkan masalah

     
  2. DZURRIYATUN THOYIBA, SITI MARDHIYAH, RINI

    May 28, 2013 at 9:58 pm

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
    (RPP)

    Nama Instansi : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
    Mata kuliah : Tekhnologi Pendidikan
    Kode/Beban studi: BD 407 / 2 SKS
    Semester : 2 (Dua)
    Pertemuan ke : 11
    Waktu pertemuan : 2 x 50 menit
    Dosen Pengampuh : Dzurriyatun Thoyiba, Amd. Keb
    Rini, Amd. Keb
    Siti Mardhiyah, Amd. Keb

    A.Tujuan instruksional Umum / Standar Kompetensi
    Memberikan pengetahuan pada mahasiswa tentang Sumber Media dan Alat Pembelajaran

    B.Tujuan instruksional Khusus / kompetensi Dasar
    a.Mahasiswa diharapkan mampu memahami tentang Pengertian media pembelajaran Ciri-ciri media pembelajaran dan Fungsi media pembelajaran
    b.Mahasiswa diharapkan mampu memahami tentang Esensi dari Sumber Belajar, Media dan Alat Peraga
    c.Mahasiswa diharapkan mampu memilih, memberdayakan dan mengembangkan sumber belajar, media dan alat peraga.

    C.Pokok bahasan
    Sumber media dan alat pembelajaran

    D.Bahasan Teori
    Terlampir

    E.Metode Pembelajaran
    Metode : Ceramah, Tanya jawab, Diskusi

    F.Media dan Alat Pembelajaran
    Laptop, LCD, RPP dan Power Point

    G.Langkah Pembelajaran :
    Tahap Kegiatan pengajar Kegiatan mahasiswa Metode Media dan alat
    Pendahuluan (10 menit) • Mengucapkan salam dan menanyakan kabar mahasiswa
    • Menjelaskan tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan ini tentang Sumber Media dan Alat Pembelajaran.
    • Melakukan pretest tentang mata kuliah yang akan diajarkan
    • Menjawab salam

    • Mendengarkan

    • Menjawab pertanyaan
    Penyajian
    (80 menit)
    • Menerangkan materi tentang Pengertian Sumber Media, Ciri-ciri media pembelajaran, Fungsi media pembelajaran, Esensi dari Sumber Belajar dan Media pembelajaran.
    • Memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya
    • Mendengarkan

    • Mengajukan pertanyaan Ceramah

    Tanya jawab
    1. Papan tulis
    2. Spidol
    3. Laptop
    4. LCD
    RPP
    Power point

    5.
    6.
    Penutup (10 menit) • Menyimpulkan hasil materi yang telah didiskusikan
    • Memberikan pertanyaan secara lisan kepada mahasiswa
    • Mengucap salam • Memperhatikan

    • Menjawab pertanyaan

    • Menjawab Salam

    -

    -

    -

    H. Sumber Belajar :
    Ase S. Muchyidin, 2001. Analisis Kebutuhan Sumber Informasi dan Sumber Belajar. Bahan Diklat e- Learning Propinsi Baten tahun 2001. Dinas Pendidikan Propinsi Banten

    Asep Herry Hernawan. 2001. Sumber Belajar: Bahan Diklat e- Learning Propinsi Baten tahun 2001. Dinas Pendidikan Propinsi Banten.

    Depdiknas Propinsi Banten, 2002, Pelatihan Guru Kelas Sekolah Dasar, Banten: Dinas Pendidikan propinsi Banten.

    Santoso S. Hamidjoyo dalam Deni Darmawan, 2001, Computer Mediated Communication dalam Meningkatkan Kualitas output SDm Divlat PT. Telkom. Bandung : Pascasarjana Unpad.

    I. Penilaian : Afektif ,psikomotrik, kognitif
    Aspek Afektif
    No Deskriptor Nilai
    1 2 3
    1 Mengerjakan tugas yang diberikan guru
    2 Tidak berbuat keramaian saat proses pembelajaran
    3 Menjawab pertanyaan guru atau bertanya kepada guru
    4 Aktif dalam diskusi
    5 Mengemukakan pendapat orang lain
    6 Menanggapi pendapat orang lain

    Rubrik Penilaian Afektif
    Materi :…………………………
    Kelas :…………………………
    Nama Siswa Skor Jumlah skor Nilai
    A B C D

    Keterangan Pengisian Skor
    Aspek Afektif Indikator Skor
    Keberanian Bertanya • Tidak pernah
    • Jarang
    • Pernah 1
    2
    3
    Aktif dalam diskusi • Tidak aktif
    • Kurang aktif
    • Aktif 1
    2
    3
    Mengemukakan pendapat • Tidak tepat
    • Kurang tepat
    • Tepat 1
    2
    3

    Aspek kognitif

    SOAL
    Jawablah dengan singkat dan benar!
    1. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
    2. Sebutkan cirri-ciri media pembelajaran?
    3. Apa fungsi media bagi peserta didik?

    KUNCI JAWABAN
    1. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang berfungsi untuk menjelaskan sebagian dari keseluruhan program pembelajaran yang sulit dijelaskan secara verbal
    2. Ciri fiksatif (fixative property), Ciri manipulatif (manipulative property) dan Ciri distributif (distributive property)
    3. Media dapat berfungsi untuk mempertinggi daya serap atau retensi belajar siswa terhadap materi pembelajaran