RSS
 

AKBID D4 WHN, latihan Merancang Modul Pembelajaran

22 May

Sebagai pendahuluan belajar membuat modul pembelajaran saudara dipersilakan untuk membuat pendahuluan dengan pilihan sebagai berikut:

1.  Modul “Organisasi”

2. Modul “Manajemen”

3. Modul “Motivasi Kerja”

4. Modul “Prestasi Kerja”

5. Modul “Pembelajaran Tuntas”

6. Modul “Supervisi”

7. Modul “Pembelajaran Praktek”

“Selamat Belajar”

 

 
35 Comments

Posted in Training

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Verika Dian Pradana Y.Y

    May 27, 2013 at 9:33 pm

    PENDAHULUAN
    PENGENDALIAN/PENGAWASAN/CONTROLLING
    Sesuai dengan apa yang telah diketahui bahwa masing-masing fungsi manajemen berhubungan erat satu dengan yang lainnya, dan fungsi yang paling utama adalah perencanaan, kemudian pengorganisasian, pergerakan dan terakhir adalah pengawasan. Pengawasan berkaitan erat dengan fungsi perencanaan, boleh dikatakan kedua fungsi ini saling mengisi karena : Fungsi pengawasan harus terlebih dahulu direncanakan sedangkan pengawasan hanya dapat dilakukan jika ada perencanaan, pelaksanaan suatu rencana akan baik jika pengawasan dilaksanakan dengan baik pula dan tercapai tidaknya suatu rencana akan dapat diketahui setelah pengawasan atau pengukuran dilakukan
    Pengawasan dan pengendalian (controlling) sebagai fungsi manajemen bila diikerjakan dengan baik, akan menjamin bahwa semua tujuan dari setiap orang atau kelompok konsisten dengan tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini membantu menyakinkan bahwa tujuan dan hasil tetap konsisten satu sama lain dengan dalam organisasi. Controlling berperan juga dalam menjaga pemenuhan (kompliansi) aturan dan kebijakan yang esensial. Pengawasan dirasa sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi. Karena jika tidak ada pengawasan dalam suatu organisasi akan menimbulkan banyaknya kesalahan-kesalahan yang terjadi baik yang berasal dari bawahan maupun lingkungan.
    Pengawasan menjadi sangat dibutuhkan karena dapat membangun suatu komunikasi yang baik antara pemimpin organisasi dengan anggota organisasi. Serta pengawasan dapat memicu terjadinya tindak pengoreksian yang tepat dalam merumuskan suatu masalah.

     
  2. Siti Suryani

    May 27, 2013 at 9:35 pm

    PENDAHULUAN
    PENDIDIKAN/PEMBELAJARAN
    A. Latar Belakang Masalah
    Dunia berkembang begitu pesatnya. Segala sesuatu yang semula tidak bisa dikerjakan, mendadak dikejutkan oleh orang lain yang bisa mengerjakan hal tersebut. Agar kita tidak tertinggal dan tidak ditinggalkan oleh era yang berubah cepat, maka kita sadar bahwa pendidikan itu sangat penting.
    Banyak negara yang mengakui bahwa persoalan pendidikan merupakan persoalan yang pelik. Namun semuanya merasakan bahwa pendidikan merupakan salah satu tugas negara yang amat penting. Bangsa yang ingin maju, membangun, dan berusaha memperbaiki keadaan masyarakat dan dunia tentu mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa.
    Pengemasan pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran sekarang ini belum optimal seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dengan kekacauan-kekacauan yang muncul di masyarakat bangsa ini, diduga bermula dari apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan yang sesungguhnya paling besar memberikan kontribusi terhadap kekacauan ini (Degeng dalam Budiningsih, 2005:4).
    Tantangan dunia pendidikan ke depan adalah mewujudkan proses demokratisasi belajar. Pembelajaran yang mengakui hak anak untuk melakukan tindakan belajar sesuai karakteristiknya. Hal penting yang perlu ada dalam lingkungan belajar yang demokratis adalah reallness. Sadar bahwa anak memiliki kekuatan disamping kelemahan, memiliki keberanian di samping rasa takut dan kecemasan, bisa marah di samping juga bisa gembira (Budiningsih, 2005:7).
    Realness bukan hanya harus dimiliki oleh anak, tetapi juga orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang bebas dan didasari oleh realness dari semua pihak yang telibat dalam proses pembelajaran akan dapat menumbuhkan sikap dan persepsi yang positif terhadap belajar.
    Dari uraian di atas maka dipandang perlu bagi seorang pendidik untuk memahami tentang pengertian, prinsip, dan perkembangan teori pembelajaran.

     
  3. Uus Yuliastutik

    May 27, 2013 at 9:47 pm

    Nama : UUS YULIASTUTIK
    Nim : 2012260167
    Kelas : B/Kebidanan Universitas Tribuwana Tungga Dewi
    Modul Motivasi Kerja

    Latar Belakang
    Motivasi berasal dari kata latin “movere” yang berarti “dorongan atau daya penggerak”. Motivasi ini sangat diperlukan seseorang dalam menjalankan segala aktivitasnya. Dalam menjalankan hidup, seseorang memerlukan banyak motivasi agar ia dapat menjalankan segala sesuatu yang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam dunia pendidikan, seorang anak memerlukan motivasi baik dari orang tua, guru, maupun teman-temannya agar ia mampu meningkatkan prestasi belajarnya.
    Hal ini pula yang dibutuhkan orang dalam dunia kerja. Seseorang hanya dapat bekerja dengan baik apabila ia mendapatkan motivasi kerja yang baik pula. Motivasi kerja tidak hanya bersumber dari dalam diri orang itu saja, melainkan memerlukan perpaduan baik dari diri sendiri, atasan, mapun lingkungan kerja itu sendiri.Namun di balik semuanya itu, kita perlu mengetahui cara meningkatkan motivasi kerja karyawan.

     
  4. Ruthmaya Tri Anita

    May 27, 2013 at 10:06 pm

    Nama : Ruthmaya Tri Anita
    Kelas : B D-4 Kebidanan
    NIM : 2012620143

    Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan setiap manusia, karena dengan pendidikan yang tinggi dan berkualitas manusia dapat meraih setiap impian dan cita- cita yang diharapkan. Pendidikan yang berkualitas dapat membentuk sosok manusia yang berperilaku baik secara budi dan pekertinya. Pendidikan merupakan kunci utama untuk mendapatkan manusia yang cerdas dan berkualitas. Pendidikan merupakan alat untuk mengubah tingkah laku manusia menjadi yang lebih baik, karena ketika seseorang menempuh pendidikan semakin tinggi, pola tingkah lakunya pasti akan lebih baik. Anak indonesia setidaknya menempuh pendidikan minimal 12 tahun, setiap anak indonesia wajib menerima pendidikan yang lebih baik karena masa depan bangsa ini ada di tangan generasi seperti saat ini.

     
  5. Reta Warindhy p

    May 28, 2013 at 8:57 pm

    PENDAHULUAN
    Tema : Pendidikan

    Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, hampir semua orang tua menganggap bahwa pendidikan bagi buah hatinya adalah nomor satu. Pada era yang semakin modern ini pendidikan semakin menunjukkan kualitas dan kuantitasnya mulai dari tingkat SD, SMP, SMA bahkan sampai perguruan tinggi. Orang tua sering kali menginginkan anaknya masuk ke sekolah favorit yang cenderung dengan biaya yang sangat mahal. Dengan demikian pendidikan yang berkualitas cenderung dinikmati oleh kalangan menengah keatas, sedangkan begitu banyak kalangan menengah kebawah serta anak jalanan yang putus sekolah tidak dapat menikmati pendidikan sebagaimana menjadi hak dan kebutuhan mereka.
    Pada zaman globalisasi ini tentunya negara Indonesia sudah semakin terbuka mengenai pendidikan, karena negara Indonesia akan bersanding dengan negara-negara sekitar untuk bersaing memajukan SDM (Sumber Daya Manusia). SDM yang baik tentunya akan dapat dihasilkan dari pendidikan yang baik dan berkualitas. Untuk menghadapi masalah ini maka pemerintah mengadakan program sekolah gratis bagi masyarakat yang kurang mampu, namun apakah tujuan dari program tersebut sudah sepenuhnya tercapai. Pendidikan merupakan jembatan untuk membangun suatu negara. Dengan pendidikan yang berkualitas dan berkuantitas tentunya akan menghasilkan SDM yang hebat dan luar biasa. Dan pendidikan yang berkualitas dan berkuantitas itu tidak seharusnya mahal. Sebagai generasi muda dan calon guru/dosen, sudah sepatutnya kita berperan serta ikut memajukan pendidikan di Indonesia agar tujuan Indonesia maju dan mandiri dapat tercapai dengan dihasilkannya SDM yang berkualitas dari pendidikan yang baik.