RSS
 

Administrasi Pendidikan

18 Feb

Administrasi Pendidikan

administrasi-pendidikan

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. SUSILORINI

    May 22, 2013 at 5:08 pm

    Nama : SusiloRini
    Kelas: B/ DIV kebidanan UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI

    organisasi
    organisasi merupakan bagian yang terpisahkan darai kehidupan manusia,keberadaan manusia didunia ini tidak luput dari organisasi. Organisasi merupakan sebuah wadah dimana orang berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama. Pemahaman organisasi ini menunjukan dimanapun dan kapanpun manusia berada (berinteraksi) maka disitulah muncul organisasi. Pemahaman organisasi tidak lagi sebagai suatu wadah organik dari orang-orang yang berkumpul untuk suatu tujuan ,tetapi berkembang pada interaksi orang untuk maksud tertentu.
    Organisasi dapat diidentifikasi sebagai keluargaa,rukun tetangga,rukun warga,kelurahan,kecamatan,kabupaten/kota,provinsi,negara,perserikatan bangsa-bangsa dan lain-lain. Kemestian manusia saat ini berada dalam suatu organisasi ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih efektif dan efisien bukan semata –mata hanya suatu kondisi betulan.efektifitas dan efisiensi ini dapat di gambarkan sebagai 100 sapu lidi yang diikat secara bersamaanakan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk membersihkan satu halamandibandingkan dengan sejumlah 100 sapu lidi yang digunakan secara terpisah untuk membersihkan halaman.
    Seperti halnya dalam pendidikan sekolah diperlukan adanya organisasi agar dalam sekolah tersebut sistem pendidikanya bisa teratur dan terarah daengan adanya organisasi. Dalam suatu rapat sekolah yang berencana untuk membangun/ merenovasi gedung sekolah baru pasti dibutuhkan musyawarah terlebih dahulu .dalam musyawarah tersebut dibutuhkan adanya kepala sekolah sebagai ketua, wakil kepala sekolah,bendhara,sekertaris secara tidak langsung itu sudah termasuk dalam suatu organisasi yang tujuan untuk mencapai keputusan bersama.

     
  2. NOVI IKA PURNAMASARI

    May 22, 2013 at 5:11 pm

    Nama : Novi Ika Purnamasari
    Nim : 2012620114
    Kelas : B / D4 Kebidanan Universitas Tribhuwana Tunggadewi

    MANAJEMEN (Secara Umum)
    Sebagaimana yang telah kita sama-sama sadari, Bahwa pentingnya manajemen dalam setiap lingkungan kehidupan, Maka disini saya akan coba membahas contoh sederhana dari penerapan manajemen dalam kehidupan. Sifat dasar manusia yaitu selalu tidak pernah puas dengan apa yang telah ada maka manusia akan berusaha untuk mencari atau memperluas bahkan menambah usaha-usaha mereka dalam tujuan pokoknya yaitu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, contohnya banyak diantara karyawan swasta yang mempunyai berbagai usaha sampingan seperti contoh seorang pegawai swasta yang merangkap sebagai pengusaha toko pakaian atau butik. Dalam hal ini penerapan manajemen diperlukan untuk mengatur segala aspek dalam dua kegiatan yang berbeda ini, jika memiliki manajemen yang baik maka tidaklah mustahil menjadi seorang karyawan yang sukses dalam karir dan sukses dalam wirausahanya.
    Menjadi karyawan merangkap sebagai wiraswasta bukanlah suatu yang mustahil, mungkin sekilas kita berpendapat bahwa hal tersebut amat sulit mengingat akan tenaga dan waktu yang terbatas, Namun dengan manajemen yang baik hal tersebut bukanlah hanya menjadi cita-cita saja asalkan kita dapat memanajemen waktu dan tenaga sedemikian rupa.
    Suatu contoh seorang karyawan pada suatu perusahaan swasta yang mempunyai jam kerja mulai 09.00-17.00 mulai hari Senin s/d Jumat . Disamping itu dia juga merupakan pamilik sebuah toko pakaian jadi. Agar kedua hal tersebut dapat berjalan baik maka diperlukan manajemen dalam mengatur masing-masing kegiatan ini. Untuk itu dia harus mempergunakan waktu di luar jam kantor sebaik-baiknya dalam mengatur usahanya tersebut , Seperti manajemen keuangan , Dia harus mengatur dan memeriksa setiap keluar masuknya keuangan pada tokonya tersebut, Disamping itu dia juga harus cerdas dalam melihat perkembangan fashion sesuai zaman sekarang agar tidak ketinggalan mode. Bukan cuma itu, Sebagai pimpinan dia tentu juga mempunyai karyawan, Dalam hal inipun manajemen yang baik di perlukan guna mengatur segala macamnya agar usahanya berjalan sesuai yang diharapkan. Seperti mengatur shift dan gaji karyawannya. Disamping harus jeli melihat perkembangan mode dia juga hendaknya harus jeli dalam mengatur stok kluar masuk barang pada tokonya tersebut. Maka dengan segala usaha dan pengelolaan yang baik bukannlah suatu hal yang sulit seseorang dapat menjadi karyawan merangkap sebagai wiraswasta yang berhasil.
    Dalam menjalani profesi tidaklah mudah untuk me manajemen waktu. Terlebih apabila ktia memiliki dua profesi sekaligus. Sebagai karyawan dan sebagai pengusaha. Dalam hal ini tidak hanya waktu saja yang memerlukan pengaturan yang baik. Akan tetapi manajemen keuangan dan manajemen produksi adalah hal yang penting pula.
    Hal yang dapat disimpulkan dari contoh kasus di atas adalah Pemanajemenan waktu, keuangan dan produksi yang tepat dan cermat adalah kunci keberhasilan dan keselarasan didalam menjalani lebih dari dua profesi dalam waktu yang bersamaan

     
  3. SUPRAPTININGSIH

    May 22, 2013 at 5:12 pm

    NAMA : SUPRAPTININGSIH
    KELAS : B / D-IV KEBIDANAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI

    PENGAWASAN (PENGENDALIAN)

    Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen suatu organisasi. Dimana memiliki arti suatu proses mengawasi dan mengevaluasi suatu kegiatan. Suatu Pengawasan dikatakan penting karena Tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam suatu organisasi terdapat tipe-tipe pengawasan yang digunakan, seperti pengawasan Pendahuluan (preliminary control), Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control), Pengawasan Feed Back (feed back control).Di dalam proses pengawasan juga diperlukan Tahap-tahap pengawasan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Suatu Organisasi juga memiliki perancangan proses pengawasan, yang berguna untuk merencanakan secara sistematis dan terstruktur agar proses pengawasan berjalan sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau direncanakan. Untuk menjalankan proses pengawasan tersebut dibutuhkan alat bantu manajerial dikarenakan jika terjadi kesalahan dalam suatu proses dapat langsung diperbaiki. Selain itu, pada alat-alat bantu pengawasan ini dapat menunjang terwujudnya proses pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan. Pengawasan juga meliputi bidang-bidang pengawasan yang menunjang keberhasilan dari suatu tujuan organisasi.
    Seperti halnya pada mobil, anda menekan gas, maka mobil anda akan berjalan lebih cepat. Putarlah setir anda maka mobil akan berganti arah. Tekan pedal rem, maka mobil pun akan segera berhenti atau melaju secara perlahan. Dengan segala perangkat ini, anda mengendalikan arah dan kecepatan, jika beberapa diantaranya tidak berfungsi, mobil tidak akan melakukan apa yang anda inginkan. Dengan kata lain, mobil tersebut berada diluar kendali. Sebuah Organisasi juga harus dikendalikan, yaitu perangkat harus berada pada tempatnya untuk memastikan bahwa tujuan strategisnya dapat tercapai. Akan tetapi pengendalian organisasi lebuh rumit daripada menegemudikan sebuah mobil.

     
  4. Ariesta Carmelita

    September 26, 2014 at 11:21 am

    NAMA: Ariesta Carmelita
    NIM: 125030200111004
    MATA KULIAH: Hubungan Industrial kelas A

    RESUME HUBUNGAN INDUSTRIAL Pertemuan 1-3
    Pengantar
    Hubungan industrial dapat didefinisikan sebagai suatu hubungan formal antara kelompok manajemen dengan kelompok pekerja di dalam suatu organisasi, dengan menekankan konsep kesetaraan di dalamnya. Hubungan ini disebut formal jika hubungan tersebut terikat dalam suatu kontrak kerja secara tertulis.
    Sedangkan menurut UU tentang ketenagakerjaan, hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang/jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh dan pemerintah yang berdasarkan pada nilai-nilai pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
    Adanya istilah hubungan industrial didorong oleh beberapa perubahan politik, yang secara historis memiliki istilah yang berbeda-beda. Istilah tersebut antara lain:
    1. Hubungan perburuhan. Istilah ini hadir ketika teori sosial klasik masih didominasi oleh kekuatan pada pemegang modal, atau kapitalis. Pada masa ini, Hubungan perburuhan menggambarkan hubungan yang mekanistik antara majikan dan buruh.
    2. Hubungan kerja. Istilah hubungan kerja dapat digambarkan seperti hubungan antar kelompok manajemen yang masih dibatasi oleh tingkat kerja, yaitu antara manajer dengan karyawannya.
    3. Hubungan industrial. Istilah ini mengambarkan hubungan antar partner kerja di dalam lingkup organisasi industri. Sampai saat ini, para pakar politik masih membuat pembaharuan yang terkait dengan kesetaraan hubungan kerja yang dapat diciptakan dengan istilah-istilah yang lebih halus.

    Teori sosial klasik:
    1. Teori birokrasi oleh Max Weber,
    2. Teori pembagian kerja oleh Emile Durkeheim,
    3. Teori tentang Dialegtika, Kapitalisme, Proletarisme oleh Karl Marx.

    Istilah-istilah ketiga hubungan di atas didasari karena adanya organisasi serikat pekerja di tiap organisasi bisnis. Munculnya serikat pekerja tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa faktor:
    1. Dampak revolusi
    2. Perubahan sistim feodalisme statis menjadi hubungan emosional yang dinamis,
    3. Adanya gerakan pengembangan kemanusiaan/human movement,
    4. Perubahan produksi barang dan jasa dari perorangan manjadi/berpindah tangan ke industri
    Fungsi serikat pekerja yaitu untuk mewakili kebutuhan-kebutuhan pekerja untuk memenuhi haknya yang substansial, yaitu untuk turut sertamenumbuhkembangkan organisasi.

    Sarana Hubungan Industrial
    Di Indonesia, hubungan industrial dihubungkan dengan aspek pancasila. Hal tersebut bertujuan untuk:
    1. Mensukseskan pembangunan dalam rangka mengemban cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil dan makmur,
    2. Ikut berperan dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,
    3. Menciptakan ketenangan, ketentraman dan ketertiban kerja serta ketenangan usaha,
    4. Meningkatkan produksi dan produktivitas kerja, serta
    5. Meningkatkan kesejahteraan pekerja serta derajatnya sesuai dengan martabat manusia.

    Untuk menciptakan atau merealisasikan tujuan tersebut, maka diperlukanlah sarana-sarana hubungan industrial sebagai sarana utama terlaksananya hubungan industrial pancasila:
    1. Lembaga Kerjasama Bipartit
    Yaitu hubungan kerjasama antara pengusaha dengan para pekerja. Lembaga kerjasama bipartit dikembangkan dalam perusahaan agar komunikasi antara pihak pekerja dan pihak pengusaha selalu berjalan dengan lancar.
    2. Lembaga Kerjasama Tripartit
    Yaitu hubungan kerjasama/komunikasi antara pengusaha, pekerja dan pemerintah. Hubungan dengan pemerintah juga merupakan hal penting karena berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang akan mempengaruhi kepentingan satu sama lain, sehingga hubungan antara ketiganya perlu dikembangkan.
    3. Kesepakatan kerja bersama
    Merupakan sarana yang penting untuk mewujudkan suatu kesepakatan kerja secara bersama-sama mekalui proses musyawarah dan mufakat.
    4. Kelembagaan Penyelesaian Perselisihan Industrial
    Yaitu lembaga yang diberikan wewenang untuk menyelesaikan konflik industrial. Lembaga penyelesaian perselisihan industrisl yang baik akan dapat menyelesaikan perselisihan dengan cepat, adil, terarah dan efisien.
    5. Peraturan Perundangan Ketenagakerjaan
    Berfungsi melindungi pihak pekerja dari kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh pihak lainnya. Hal ini mencakup ketentuan sebelum bekerja, selama bekerja dan sesudah bekerja. Peraturan selama bekerja mencakup ketentuan jam kerja dan istirahat, pengupahan, perlindungan, penyelesaian perselisihan industrial dan lain-lain.