RSS
 

Membangun Sumberdaya Manusia Berbasis Bakat

30 Nov

Membangun Sumberdaya Manusia Berbasis Bakat


 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. NUR SEPTI AQMARINA 125030207111097

    October 8, 2014 at 9:28 pm

    Kalau menurut pendapat saya bila konsep pertama manusia ialah yang harus menyesuiakan dengan pekerjaan, maka konsep sekarang pekerjaanlah yang harus sesuai dengan orangnya. Maksud dari kalimat ini jadi karyawan itu harus menyusaikan bakat yang dimilikinya sejak lahir. Contoh dia cerdas tanpa belajar. Konsep kedua ini saat sekarang dipandang lebih realitis dalam memajukan kinerja organisasi dengan optimal. Maksud disini perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan yang tidak mempunyai bakat namun memiliki kemau untuk menggali keterampilan atau bakat. Misal dia itu tidak mempunyai bakat sama sekali namun dia mempunyai tekat atau kemauan yang besar sehingga dia akhir mempunyai bakat, atau setelah dia mengikuti kursus maupun pelatihan dilangsung mempunyai bakat. Disini saya juga setuju dengan isi yang tertera pada artikel ini beberapa proses yang harus dilakukan untuk mengenal bakat. 3 tuntun cara untuk kita memahami diri kita sendiri, maksudnya disini kita harus memahami diri kita sendiri sehingga kita tau bakat apa yang kita miliki. Bakat ini bisa meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku karyawan. Pengembangan SDM berbasis bakat dan talenta juga dapat membantu organisasi atau perusahaan memiliki manajer yang dapat melaksanakan kepemimpinannya dengan tepat dan akan memiliki karyawan yang mengetahui apa yang seharusnya dilakukan untuk keberhasilan organisasi/perusahaan. Penyesuaian bakat tergantung pula dari visi misi dan budaya organisasi/perusahaan.

     
  2. Ratya Shafira Arifiani 125030207111068

    October 9, 2014 at 4:32 am

    menurut saya dalam membangun sumber daya manusia berbasis bakat ada kelebihan dan kelemahan. bakat yang dimiliki oleh karyawan penting bagi mereka karena hal ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur sejauh mana kemampuan yang mereka miliki dan kesanggupan mereka dalam menerima pekerjaan. dengan bakat yang mereka punya, otomatis karyawan tersebut akan merasa nyaman dengan pekerjaannya sehingga berpengaruh kepada prestasi kerja yang diperoleh dan hasil kerja yang optimal. maka dari itu perusahaan bisa mengidentifikasi bakat-bakat apa saja yang dimiliki oleh karyawan. namun, seperti pada artikel bapak bahwa bakat harus sering diasah dan dikembangkan. tidak semua karyawan memahami bahkan mempunyai bakat dalam pekerjaan tersebut atau karyawan tersebut sudah memiliki bakat tetapi tidak pernah dikembangkan sehingga tidak bisa berkembang, maka dari itu perlu adanya pelatihan bagi para karyawan untuk menemukan bakat yang dimiliki atau yang dibutuhkan di dalam perusahaan tersebut. hal ini penting bagi perusahaan maupun karyawan karena karyawan dapat menemukan bakat apa yang dapat ia miliki dan perusahaan dapat memenuhi tujuan perusahaan tersebut.

     
  3. Novita

    October 9, 2014 at 7:24 am

    Novita (125030200111177, Adm Bisnis)

    saya setuju dengan konsep membangun organisasi berbasis talenta karena sumber daya yang bekerja berdasarkan bakatnya menurut saya akan memiliki kinerja yang baik dan bisa menunjang kinerja organisasi. Menurut saya pribadi karyawan yang bekerja berdasarkan bakat merupakan salah satu aset perusahaan. manajemen talenta merupakan suatu yang penting bagi perusahaan yang memposisikan karyawannya sebagai aset perusahaan. Karyawan sudah berusaha bekerja yang terbaik untuk atasan sedangkan organisasi harus memberi feedback yaitu dengan berusaha menjadi perusahaan terbaik untuk tempat bekerja.

     
  4. Agnes Triana 125030207111064

    October 9, 2014 at 9:04 am

    menurut saya, saya setuju jika bakat merupakan hal pertama yang harus dilihat dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel diatas, bakat merupakan pola pikir dan perasaan alami yang dimiliki manusia, dan kekuatan manusia terletak pada bakat, pengetahuan dan keterampilan. Akan lebih mudah bagi perusahaan untuk melatih seseorang yang bakatnya sesuai dengan bidang pekerjaannya. Dengan demikian karyawan mampu cepat menyesuaikan diri dengan pekerjaannya, merasa nyaman dan diharapkan dapat lebih mengeksplor bidangnya. Tetapi bakat saja tidak membantu meningkatkan kualitas sdm, diperlukan banyak pelatihan dan juga niat, jika sudah ada niat di dalam diri seseorang maka ia akan mengerjakan segala sesuatunya dengan baik.