RSS
 

Mata Kuliah Pengantar Administrasi Bisnis

28 May

BAB VIII Manajemen Operasi

Bab IX MSDM

BAB X Manajemen Pemasaran (1)

BAB X Manajemen Pemasaran (2)

Bab XI Distribusi Barang

BAB XII Manajemen Keuangan

 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*

 
  1. Yanuar Firmansyah

    May 5, 2014 at 7:44 am

    Yanuar Firmansyah
    135030807111013
    Bisnis Pariwisata Kelas B

    Indomie

    1.Tahap Perkenalan
    Berlatar belakang kebutuhan masyarakat akan makanan cepat saji yang praktis dalam pembuatannya, PT Indofood Sukses Makmur membuat sebuah terobosan dengan mengeluarkan produk mie instan, yaitu Indomie. Produk ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1970 dan langsung meledak di pasaran karena merupakan yang pertama dalam memperkenalkan mie instan di Indonesia

    2.Tahap Pertumbuhan/Growth
    Sejak pertama kali dipasarkan pada 1970, Indomie semakin mengalami pertumbuhan pesat. Pada tahun 1982, penjualan produk Indomie mengalami peningkatan signifikan karena Indofood terus meluncurkan berbagai varian rasa mie instan yang rasanya pas dengan selera masyarakat. Selain inovasi penciptaan berbagai varian rasa, Indomie makin dicintai karena harganya terjangkau. Selain itu, Indonie telah diekspor ke banyak Negara, seperti Australia, Nigeria, dan Negara-negara lain. Banyak pula pesaing Indomie, namun Indomie tetap mampu mempertahankan dominasi terhadap 90% pasar.Agar makin menyulitkan pesaing untuk menyamai harga produk mie instan, Indofood pun mempunyai pabrik tepung terigu bernama Bogasari. Inovasi ini konon membuat Indofood kian berjaya, menguasai market share dari hulu hingga hilir.

    3.Tahap Kedewasaan/Maturity
    Tahap ini merupakan tahan titengan ditandai dengan tik jenuh suatu produk, dimana angka penjualan stagnan di titik tertentu. Biasanya keuntungan menjadi menurun karena tidak ada inovasi produk yang dilakukan produsen. Di tahap kedewasaan ini (sudah mapan) , Indofood kurang menjalankan strategi peningkatan keistimewaan baru (feature improvement) sehingga brand image mulai bias. Strategi pertahanan pasar dengan intensif pun tidak diperbaiki, karena merasa sudah menguasai 90% market share di Indonesia. Saat itu, Indomie lebih mengutamakan distribusi produk. Akibatnya, ketika ada merek lain yang muncul dan punya keragaman baru di tengah pasar Indomie yang kurang variatif, goyahlah posisi Indomie sebagai market leader.

    4.Tahap Penurunan / Decline
    Tahun 2003, akhirnya dominasi Indomie terpatahkan. Di tahun ini, Wings Food meluncurkan produk mie instan dengan nama Mie Sedaap. Oleh Indomie, kemunculan Mie Sedaap dipandang sebelah mata, karena belum pernah ada produk mie instan yang sanggung mengalahkan Indomie selama puluhan tahun. Kenyataannya, Mie Sedaap mampu menggerogoti market share Indomie hingga mencapai kemerosotan omzet 70%. Ada banyak faktor yang menyebabkan market share Indomie perlahan-lahan tergeser oleh Mie Sedaap. Salah satunya, karena Indomie tak disiplin menjaga posisinya sebagai market leader.

     
  2. Hadiid Akbar A

    May 5, 2014 at 9:40 am

    Hadiid Akbar A (135030800111010)
    Bisnis Pariwisata kls. B
    GUNUNG HARTA
    1. Tahap perkenalan (introduction)
    Sebuah usaha yang dilakukan secara benar dengan bermodalkan kemauan, kemampuan dan didukung kerja keras maka terbentuklah sebuah perusahaan yang memang khusus bergerak dalam jasa Transportasi dengan nama GUNUNG HARTA.

    2. Tahap pertumbuhan (growth)
    Dengan segala daya yang dimiliki Bapak I WAYAN SUTIKA, mampu mendirikan sebuah perusahaan jasa. Pada awal berdirinya pada tahun 1993, perintis sebuah sarana transportasi antar Kota dalam propinsi ( AKDP ) yang melayani jurusan Denpasar – gilimanuk saja. Pada tahun 1995 mulai dari berbagai informasi dan insting bisnis yang dimiliki sehingga perkembangan bisnis jasa merambah kepada Transportasi bus antar kota antar propinsi dengan bantuan dari sektor perbankan, Lembaga Keuangan lainnya serta dari dukungan dan kepercayaan masyarakat maka pada tahun – tahun berikutnya GUNUNG HARTA terus mengalami perkembangan. ahun 2004 Gunung Harta mengalami perkembangan dengan jumlah armada sekitar 40 buah dengan alokasi : Denpasar – Gilimanuk PP, Denpasar – Jember PP, Denpasar – Surabaya PP, Denpasar – Malang PP, Denpasar – Solo – Yogyakarta PP, Denpasar – Semarang – Jakarta PP, Denpasar – Madiun – Maospati – Ponorogo , serta untuk angkutan pariwisata dan jasa titipan paket kilat.

    3. Tahap kedewasaan (maturity)
    Pada Tahun 2006 Gunung Harta mengalami perkembangan / perluasan trayek Denpasar – Malang – Blitar – Tulungagung dan Denpasar – Surabaya – Kediri, dengan jumlah 5 armada. Untuk Denpasar – Malang – Blitar – Tulungagung sebanyak 3 armada dan Denpasar – Surabaya – Kediri 2 armada. Di tahap ini perusahaan mengalami titik jenuh dengan ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penumpang tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang menurun serta jumlah penumpang cenderung akan turun jika tidak dibarengi dengan melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen.

    4. Tahap penurunan (decline)
    Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Dengan banyaknya persaingan dari perusahaan baru yang membuka trayek bus yang sama, Maka PO Gunung Harta memperluas jaringannya dengan membuka trayek-trayek baru dengan jurusan kearah barat seperti : Solo, Jogja, Jakarta dan Bogor. Dan juga menambahkan model baru dan produk penyerta seperti peremajaan armada dan meghadirkan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Hal tersebut merupakan strategi bertahan agar dapat bertahan ditengah derasnya persaingan produk transportasi.

     
  3. angga putra

    May 5, 2014 at 9:59 am

    Angga Putra Wardana
    135030800111015 – Bisnis Pariwisata B

    PT. PT. Santos Jaya Abadi

    1. Pengenalan (Introduction)
    merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi minuman yang bermarkas di Sepanjang, Sidoarjo. Beralamat di Jalan Gilang, Sidoarjo, PT Santos Jaya Abadi mewarisi tradisi sekental kopinya.

    2. Pertumbuhan (Growth)
    Pada tahun 1970, perusahaan melakukan perkembangan sekaligus perubahan. Generasi kedua mulai tampil untuk memastikan kelanjutan dan kesuksesan usaha dengan memperkenalkan mesin dan peralatan mutakhir, mengembangkan manajemen, meningkatkan keterampilan tenaga kerja serta memperluas penyebaran produk hingga tersedia di seluruh Jawa Timur.
    Tahun 1980 kami membangun pabrik yang sekarang berada di Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur. Pada tahap ini, merk Kapal Api telah menjadi penyangga utama perusahaan yang tersebar rata di seluruh Indonesia sekaligus menjadi pemimpin pasar dengan rangkaian produk-produk minuman instant yang menjadi minat sebagian besar penikmat kopi, selain itu banyaknya warung-warung kecil juga membantu pertumbuhan penjualan.

    3. Pendewasaaan (Maturity)
    Melanjutkan sukses merk Kapal Api dan demi kepuasan pelanggan, PT Santos Jaya Abadi memperkenalkan beberapa merk kopi lain yang juga berhasil meraih sukses di pasaran, yaitu Excelso, ABC, Good Day, Ya! dan Kapten.
    Hingga kini, PT Santos Jaya Abadi dengan rangkaian produknya telah menjadi bagian dari keseharian dan bahkan berlangsung dari generasi ke generasi. Kami yakin bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari manajemen yang prima, dedikasi menyeluruh dari seluruh staff dan tentu saja layanan serta kualitas tinggi dari produk kami sendiri.

    4. Penurunan (Decline)
    Namun seiring berjalan waktu, PT Santos Jaya Abadi mendapat persaingan produk-produk baru, yang ingin meniru kesuksesan produk dari PT Santos Jaya Abadi, promosi dari produk baru pun semakin gencar dengan tujuan menarik konsumen dan masyarakat. sisi lain ancaman itu, PT santos jaya abadi pun mendapat ancaman dari segi kesehatan, karen dari sisi ini, masyarakat yang peduli dengan kesehatan mereka tidak mengonsumsi atau mengurangi kadar pemanis, pengawet dan pewarna makanan

     
  4. Rizky Chandra S

    May 5, 2014 at 10:27 am

    Rizky Chandra S

    135030800111012

    Bisnis Pariwisata

    1. Tahap Perkenalan

    Converse didirikan oleh sesorang pengusaha sepatu yang bernama Marquis Mills Converse di umur 30. Marquis Mills Converse yang sebelumnya bekerja sebagai manager di sebuah perusahaan sepatu, membuka Converse Rubber Shoe Company di Malden, Massachusetts pada tahun 1908. Perusahaan ini merupakan produsen sepatu berbahan karet, menyediakan alas kaki bersol karet untuk pria, wanita, dan anak-anak. Hingga tahun 1910, Converse memproduksi 4.000 sepatu setiap hari, dan tidak sampai di tahun 1915 perusahaan ini mulai membuat sepatu khusus untuk atletik atau tennis.

    2. Tahap Pertumbuhan

    Perusahaan ini mulai memuncaki kesuksesanya pada tahun 1917 ketika sepatu basket Converse All-Star diperkenalkan. Kemudian pada tahun 1921, seorang pemain basket bernama Charles H. “Chuck” Taylor mengeluh ke Converse karena sakit kaki yg disebabkan sepatu itu alu Converse memberinya pekerjaan kepada Charles sebagai salesman dan duta perusahaan tersebut, dan mempromosikan sepatu di seluruh Amerika Serikat. Ia bekerja di perusahan Converse hingga ajal menjemputnya di tahun 1969.

    3. Tahap Kedewasaan

    Ketika Amerika Serikat ikut Perang Dunia II pada tahun 1941, Produksi Converse bergeser ke manufaktur alas kaki, pakaian, sepatu bot, parka, karet pelindung setelan, dan setelan untuk pilot dan pasukan tentara. Populer selama tahun 1950-an dan 1960-an Converse mempromosikan citra Amerika di dunia dengan membuat Converse Yearbook dan itu membuat Converse menjadi sepatu andalan anak SMA dan para atlit. Pada tahun 1970 perusahan Converse membeli hak merek dagang untuk sepatu Jack Purcell dari B.F. Goodrich. Sepatu yang menjadi bagian dari gerakan hippie disertai oleh musisi dan band mereka. Kaum hippies sering memakai sepatu sebagai mismatch untuk mempromosikan individualitas mereka. Converse All Stars tidak lagi hanya sepatu basket, tapi juga sepatu untuk pakaian santai lagi yang mulai untuk mewakili pemberontakan dan kebebasan.

    4. Tahap Penurunan

    Di tahun 1970 Converse mulai tersingkir karena banyaknya pesaing baru di dunia sepatu seperti Puma dan Adidas, kemudian Nike, dan satu tahun kemudian Reebok yang memperkenalkan produk sepatu secara radikal dan hal itu membuat Converse tidak lagi menjadi sepatu resmi National Basketball Association (NBA).

    Karena tergesernya Converse, Converse di ambang ke bangkrutan karena mengurangnya pembeli. pada 22 Januari 2001, perusahaan Converse berpindah tangan, pabrik terakhir di Amerika Serikat ditutup. Setelah itu, manufaktur untuk pasar AS tidak lagi dilakukan di Amerika Serikat, tetapi di sejumlah negara di Asia dan negara-negara Eropa, termasuk Cina, Indonesia, Italia, Lithuania dan Vietnam. Pada 9 Juli 2003, perusahaan Nike membeli perusahaan Converse dengan harga $ US305 juta.

     
  5. M. Dwi Fajar Julianto

    May 5, 2014 at 11:17 am

    Nama : M. Dwi Fajar Julianto
    NIM : 135030807111014
    Prodi : Bisnis Pariwisata/B

    INDOMIE

    Daur Hidup Produk Indomie
    1. Tahap Perkenalan/ introduce

    A. Seperti yang dibahas di sejarah Indomie, Indomie pertamadikenalkan pada tahun 1969.
    Ketika mi instan pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia ditahun 1969, banyak yang meragukan bahwa mi instan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pangan pokok.  Akan tetapi, karena mi instan sendiri harganya relatif terjangkau, mudahdisajikan dan awet, Indomie berkembang pesat seiring dengan diterimanyami instan di Indonesia.

    B. Indomie terus melakukan promosi.
    Indomie melakukan promosi dg strategi penerobosan cepat. Dilakukan dengan penetapan harga rendah didukung promosi yang gencar.

    C. Masyarakat awalnya ragu dengan mie instan.
    Banyak yang meragukan bahwa mi instan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pangan pokok. Akan tetapi, karena mi instan sendiri harganya relatif terjangkau, mudahdisajikan dan awet, Indomie berkembang pesat seiring dengan diterimanyami instan di Indonesia.

    2. Tahap Pertumbuhan/ growth
    A. Meningkatkan mutu produk dan penambahan ciri serta model produk
    B. Memasuki segmen pasar yang baru
    C. Memanfaatkan saluran distribusi yang baru
    D. Menggeser paradigma konsumen dari membujuk minat ke paradigma keyakinan atas produk sehingga mau membeli atau memanfaatkan produk
    E. Penurunan harga pada saat yang tepat untuk menarik golongankonsumen lain yang peka terhadap harga

    3. Tahap Kedewasaan/maturity
    A. Memodifikasi pasar dengan cara meningkatkan jumlah pemakai produk dan tingkat penggunaan per pemakai dengan cara : mengubah bukan pemakai menjadi pemakai produk.
    B. Memasuki segmen pasar baru
    C. Memodifikasi produk dengan cara melansir kembali prduk,memperbaiki mutu, memperbaiki ciri-ciri khas dan perbaikan gaya.
    D. Memodifikasi factor pendukung pemasaran meliputi harga melaluidiskon, menjamah distribusi yang baru, periklanan, promosi penjualan,penjualan perorangan dan pelayanan.

    4. Tahap Kemunduran/ decline
    A. Mengidentifikasi produk yang lemah
    Bagian pembukuan dan pengolahan data menyiapkan data produkyang menunjukkan kecenderungan yang berkaitan dengan luas pasar,bagian pasar, harga jual, biaya dan keuntungan- Menganalisa data tersebut untuk menetapkan produk-produk manayang meragukan sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Hasil analisa inidilaporkan kepada manajer penanggung jawab dan manajer ini harusmemberikan penilaian dan pendapatnya. Sehingga akan diperolehkesimpulan apakah tetap membiarkan, memperbaiki atau menghapus produkdari pasaran.

    B. Menetapkan strategi pemasaran
    Banyak perusahaan yang meninggalkan pasar yang sedang surut lebih awaldan sebagian lagi masih bertahan. Keadaan ini malah menguntungkanterhadap perusahaan yang masih bertahan karena minimnya produk saingan.

    C. Keputusan menghentikan produk jika setelah di evaluasi berulang-ulang produk hanya akan merugikan perusahaan.

    Strategi : Indomie meluncurkan jenis baru, yaitu dengan berbagai macam varian rasa.

     
  6. Arjuno Trio S.

    May 5, 2014 at 12:10 pm

    Arjuno Trio S
    135030807111015
    Bisnis Pariwisata B

    Nokia
    1. Tahap Perkenalan / Introduction
    Pada tahap ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu sehingga dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target pasar dengan berbagai cara.

    2. Tahap Pertumbuhan / Growth
    Ketika berada pada tahap tumbuh, konsumen mulai mengenal produk yang perusahaan buat dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat dibarengi dengan promosi yang kuat. Akan semakin banyak penjual dan distributor yang turut terlibat untuk ikut mengambil keuntungan dari besarnya animo permintaan pasar.

    3. Tahap Kedewasaan / Maturity
    Di tahap dewasa produk perusahaan mengalami titik jenuh dengan ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang menurun serta penjualan cenderung akan turun jika tidak dibarengi dengan melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Karena sudah banyak pesaing, para pedagang mulai meninggalkan persaingan dan yang baru tidak akan banyak terlibat karena jumlah konsumen yang tetap dan cenderung turun.

    4. Tahap Penurunan / Decline
    Pada kondisi decline, produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih ke produk lain sehingga jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan akhirnya mati.

     
  7. Anggiar Rizky F / Bisnis Pariwisata B / 115030800111034

    May 24, 2014 at 3:46 pm

    Tahap Pendahuluan. Pada tahap pendahuluan, perusahaan berusaha mengenalkan produk dan pengembangan pasar untuk produk tersebut. Dampaknya pada marketing mix adalah sbb :
    • Produk : branding untuk pengenalan produk mulai dilakukan
    • Harga : menggunakan low penetration pricing dengan tujuan untuk membangun market share secara cepat, atau penentuan harga yang terbaik untuk merecover biaya pengembangan
    • Distribusi dilakukan secara selektif sampai konsumen menunjukkan tingkat penerimaan produk
    • Promosi diberikan kepada para inovator dan early adopters. Komunikasi pemasaran diperlukan untuk membangun awareness pada produk dan untuk mendidik konsumen potensial.

    Tahap Pertumbuhan . Pada tahap pertumbuhan, perusahaan mencari cara untuk membangun brand preference dan meningkatkan penguasaan market
    • Kualitas produk dijaga dan ditambahkan fitur-fitur yang baru; dan juga ditambahkan dukungan layanan.
    • Penentuan harga dijaga saat perusahaan memperoleh peningkatan permintaan dengan level kompetisi yang masih kecil.
    • Kanal distribusi ditambahkan disaat ada kenaikan demand dan konsumen menerima produk tersebut.
    • Dilakukan promosi untuk memperluas sasaran.

    Tahap Kedewasaan. Pada tingkat kedewasaan, pertumbuhan yang kuat dalam penjualan menjadi berkurang. Persaingan mungkin terjadi dengan produk yang serupa. Tujuan utama pada tahap ini adalah untuk mempertahankan penguasaan pasar sambil memaksimalkan keuntungan.
    • Fitur produk mungkin ditingkatkan untuk membedakan produk dari produk pesaing.
    • Penetapan harga dapat menjadi lebih rendah karena persaingan baru.
    • Distribusi menjadi lebih intensif dan bonus dapat ditawarkan untuk mendorong pembelian produk dibanding produk pesaing.
    • Promosi menekankan pada differensiasi produk.

    Tahap Penurunan. Ketika penjualan menurun, perusahaan memiliki beberapa pilihan :
    • Memelihara produk, mungkin memperbaharuinya dengan menambahkan fitur baru dan menemukan penggunaan baru.
    • Menjual murah produk – menurunkan biaya dan terus menawarkannya, terutama kepada pelanggan yang setia
    • Menghentikan produk, melikuidasi sisa stok atau menjualnya ke perusahaan lain yang bersedia melanjutkan produk.

    - See more at: http://rajapresentasi.com/2009/04/product-life-cycle-dalam-pemasaran/#sthash.YdtAdxbN.dpuf